Barzanji, atau sering disebut diba'an kegiatan bersholawat untuk mengharapkan syafaat dari rosulullah saw. Adalah kegiatan yang sering kami lakukan setiap hari kamis atau malam senin , aku dan kang fahmi selalu diandalkan menjadi vokal utama, adapun vokal yang lain kang imron ,maksum dan gus izzar yang masih kecil . suara mereka membuat baper mbak-mbak santri.
Biasanya sebelumnya mbak2 pondok sudah request kasidah apa yang akan kami senandungkan nantinya
Sayangnya marom tidak pernah mau untuk jadi vokal dia lebih memilih darbuka atau bass, aku belum pernah mendengar suaranya menyanyi tetapi ketika mengaji kuakui suaranya memang bagus
Shollu......alannabi.....muhammad
Minggu malam Senin menjadi terasa begitu syahdu karena syair-syair kasidah rebana dan lagu simtudhuror yang disenandungkan muaz-zen di aula santri putra terdengar sampai di ndalem atau rumah kediaman kyai Abdullah, khilwa didalam kamarnya bersama zaira yang mengetik di keyboard laptopnya. Sementara khilwa duduk diatas dipan kasurnya sambil bersandar
Zaira terheran melihat khilwa yang membaca buku sambil tersenyum-senyum. "Kenapa wa bukunya ada yang lucu?"
Gadis lugu itu masih tetap diam
"Khilwa, Hei khilwa!" Sambil melambaikan tanganya
Khilwa masih saja diam sambil membolak-balikkan tiap lembar bukunya, zaira meraih bantal di kasurnya dan di lemparkan ke dipan tempat khilwa duduk
"Aku itu lagi baca buku, ada bagian yang lucu jadi aku senyum" sanggah khilwa sambil membalik lembarnya
"Emang apanya yang lucu dari buku yang berjudul hukum ekonomi syariah?"
"Iya ada, ini penulisannya salah huruf "
zaira meragukan "Masak iya lucu banget sampe senyum2 gitu"
"Iya, beneran" tegas khilwa
"Gus izzar, kasihin ke kang muaz-zen ya! ,Bilang aja dari mbak khilwa"
Zaira mengintip dari balik dinding
"Mas zen! Dikasih surat, katanya mbak zaira sih bilang aja dari mbak khilwa"
"Weh, surat cinta mesti "
"Ndak lah, paling request lagu dari mbak-mbak pasti man-ana kalo nggak ya Ahmad ya habibi"
"ini ada request-an lagi"
"Weh ya allah Gusti! akeh tenan request-an e "
"Opo Iki , nyanyiin syair ya habibal qolbi dong! titip salam juga buat kang Arifin dari mbak Aisyah bilang aja aku diam-diam ngefans, ini juga! request dong lagu sholawat apa aja deh! tapi yang versi kuch-kuch hota hai"
"Emangnya kita stasiun radio apa? tiga syair aja lah assalamualaika, al-hijrotu sama ya hanana"
Sementara itu khilwa keluar dari kamarnya dan duduk di depan tangga teras rumah, ia tersenyum memandang langit sambil mendengarkan kasidah yang dinyanyikan para santri putra diiringi alunan tabuhan suara rebbana, ia melihat di langit ada begitu banyak bintang yang gemerlapan, lalu datang dari belakangnya kyai Abdullah ia duduk dan berkata pada khilwa.
"Khilwa! kamu lagi apa duduk sendirian?"
"Eh, eyang! Iya Ndak papa"
"Dulu waktu kamu masih kecil, setiap kamu susah sekali tidur nenekmu, almarhumah eyang Rohmah sering mengajak mu keluar untuk melihat bintang, kamu tidur di pangkuannya dan simbahmu bersholawat sampai kamu mengantuk dan tertidur"
"Ternyata, kakekku ini lagi rindu ya! Dengan pujaan hatinya, tiba-tiba curhatin masa kecil aku sama Simbah putri Rohmah"
"Kamu ini, tau aja"
"Tapi memang benar sih eyang, cahaya bintang-bintang selalu membuat hati khilwa tenang, sampai saking asyiknya khilwa mandangin bintang sampai bikin khilwa ketiduran"
"Nduk kalo eyang liat bintang, bikin eyang inget kalau kita hanyalah sepotong bangkai yang tinggal dalam butiran debu alam semesta, benar kan diluar bumi masih ada objek yang lebih besar"
"Dan didalam sepotong bangkai ini masih ada kehidupan lagi. sel-sel bakteri dan partikel, tuhan hebat yah"
"Sudahlah mbah mu malah jadi kamu ajari sains" kata kyai abdullah sambil tersenyum kemudian meninggalkan khilwa
***
Hal yang menyenangkan saat iseng dengan teman-teman di pondok darussalam, meskipun menyebalkan tapi sebenarnya memang lucu. seperti saat antri mandi kami mengetuk pintu kamar mandi berulang-ulang dan kami mengerjai mereka yang mandinya sangat lama sekali dengan pura-pura mentertawakannya
"woi mandi opo nguras cepet, sing antri akeh iki"
"iyo sik, lagi sabunan"
"Nak ora cepet dibuka"
"Hahahaha... "
"hi opo kuwi?"
"hi......"
"Lucu yho!"
"Lucu banget!"
Dan tentunya yang di kamar mandi pasti akan merasa dirinya sedang di tertawakan
"Woi yang diluar pada ngapain?
"Awas jangan pada ngintip! "
"jangan pada kurang asem ,podo ngintik i aku adus yho?"
"Hahahaha...! "
Dan akhirnya kami berhasil, akhirnya mereka keluar cepat .
Setiap sore para santriwan dan santriwati diwajibkan mengikuti kegiatan ngaji kitab kuning. muaz tidak fokus karena sejak tadi pagi ia merasa sakit kepala, mungkin karena semalam ia tidak tidur karena masih sibuk menghafalkan setoran dan sampai lupa makan
"zen, kamu sehat? "
"alhamdulillah sehat kyai"
"kok wajahmu pucat"
"oh.. , mungkin karena......"
"kenapa?"
"zen! Kamu mimisan?
Ia tidak bisa mendengarkan dengan jelas, melihat sekitar terasa buram dan perlahan gelap, dan tidak bisa memperhatikan apa yang diucapkan pak kyai
Muaz pingsan cukup lama sampai aku dibawa kerumah sakit, aku benar-benar tidak sadar ketika mereka membawa ku ke IGD
"kang apa yang terjadi pada saya? "
"alhamdulillah sudah sadar. Sampean pasti kecapean ya ,sampe kang zen kena tipes, kang zen harus istirahat total sampai benar2 sembuh juga jaga kebersihan makanan dan lingkungan"
"Sudah berapa lama saya tidak sadarkan diri?"
"Nggak lama kok sekitar seharian penuh "
"Masya allah , itu artinya saya tidak sholat seharian penuh " muaz berusaha bangkit dari tempat ia berbaring
"Eh , kang mau ngapain?" Imran berusaha menahan
"Aku mau ke mushola aku harus sholat dulu kang"
"Kamu yakin udah mendingan?"
Muaz mengangguk
"Dokter bilang kamu harus banyak istirahat dulu, kamu sholat disini aja "
"Iya kita sholat bareng aja nanti aku yang jadi imam"
"Yo wis kang"
Marom dan Imron bergantian merawat muaz dengan baik selama dirumah sakit, menuntun ku saat ingin dikamar mandi, menyuapinya saat makan dan minum obat, dan lainnya
"Gabut ya?"
"Ehe, tau aja kang Imron"
"Kita VC, yang ada dipondok Darussalam, kita Video call kamar abu bakar, dan ustadz taufik Sampean mesti kangen toh?"
"Assalamualaikum, ustadz taufik!"
"Waalaikumsalam warohmatullah, gimana Zen sudah sehat?" sapa ustadz taufik dengan perhatian
"Alhamdulillah ustadz, agak mendingan" ucap muazen
"Sekarang sedang apa kalian bertiga?"
"Lagi, nyuapin kang muaz ini ustadz, Nggak mau makan ini anaknya kalo nggak disuapin" kata marom mengejek
"Buka mulutnya, pesawat terbang mau mendarat"
"Apaan sih, nggak-nggak aku bisa makan sendiri"
"Padahal tadi, nangis-nangis minta di suapin lho"
"Eh, enggak!, Kalian berdua yang maksa"
"Waduh-waduh kita kok malah di kacangi sih?"
"Eh, iya kang fahmi dan kawan-kawan"
"Gimana, pondoknya sepi ya nggak ada kita bertiga?"
"Iya nih, bro pondok itu sebenarnya rame, tapi kadang terasa sepi kayak hati aku"
"Terus gimana sama mbak...."
Tiba-tiba sambungan terputus
"Eh, kok mati?"
"Yahh, kuotanya habis"
Aku ingin menyimpan senyum manis mu hanya untukku seorang, Karena senyummu yang hanya sekejap, namun dapat menghangatkan hatiku
Wajah mu bagaikan embun sejuk , yang menyegarkan pagiku ...
#Amethyst