"Mutiara yang paling berharga akan selalu berada di pada kedalaman laut yang paling dalam".
Seorang anak kecil yang sedang menangis tersedu-sedu,saat berada di pinggiran jalan kota yang tidak tahu entah di mana keberadaan nya sekarang.Anak yang berusia 8 tahun yang tega di tinggal di pinggiran jalan raya.ia sangat bersedih entah bersedih karena apa?
Saat itu aku baru saja melaksanakan sholat Jum'at dan ingin pulang ke rumah.Namun, begitu aku tiba di pinggiran jalan kota aku melihat seorang anak yang tidak aku ketahui namanya tersebut menangis.Hingga aku pun mendekatinya, membelai rambutnya, mencurahkan kasih sayang seluas samudra seraya bertanya apa yang sedang terjadi kepadamu wahai anak kecil.
"Saya..."kata anak kecil itu dalam kedua matanya seolah telah memar karena sangat lamanya menangis.
"Saya adalah seorang yatim.Ayahku telah meninggal seminggu yang lalu,dan ibu juga sudah tidak ada ketika aku masih bayi.Saya tidak memiliki siapa-siapa".
Aku pun mendekap erat-erat anak itu seraya tersenyum, "Maukah kamu ikut saya pulang ke rumah?tanyaku pada anak kecil itu.
Ia pun mengangguk seraya tersenyum ceria,aku pun mengajak anak kecil tersebut masuk kedalam mobil.Sesampainya di dalam mobil aku pun membuka obrolan dan menanyakan kenapa kamu berada di pinggiran jalan itu anal kecil? tanyaku padanya.
Ia pun terdiam tidak menjawab pertanyaan dariku.
"Hai, namamu siapa anak kecil?" tanyaku padanya
"Nama saya Zahra, Om"jawab nya padaku ketika aku bertanya.
"Ooh,Zahra nama yang indah, kalau nama saya Ibrahim,kamu bisa memanggil saya om Ibrahim" terangku pada Zahra.Ia pun hanya mengangguk dan tersenyum.
"Kita mau kemana om?tanya Zahra
" Kita mampir ke restoran dulu ya, Zahra pasti belum makan kan dari tadi?"tanya om Ibrahim
"Iya, om "jawab ku sambil tersenyum dan mengangguk kala om Ibrahim menawarkan makan karena memang aku belum makan jadi aku pun mengangguk mengiyakan apa yang di katakan om.
Akhirnya Zahra dan om Ibrahim pun sampai di sebuah restoran mewah di kawasan tersebut.
"Ayo, Zahra ikut om" kata om Ibrahim
" Iya,om " jawab Zahra
Sampailah mereka di dalam restoran dan memesan makanan.Setelah selesai makan di restoran mewah tersebut.
Om Ibrahim melajukkan mobil dan menyusuri jalanan setelah beberapa jam perjalanan yang sangat panjang akhirnya aku melihat om Ibrahim menghentikan mobilnya di salah satu rumah di kawasan tersebut.Aku pun terpanah dan takjub ketika turun dan melihat bangunan rumah didepan dengan mata yang tak berkedip seolah-olah aku berada di alam lain. Bangunan yang sangat indah dengan taman bunga yang mengelilingi rumah tersebut dengan bangunan yang sangat indah menurut pandangan mata kecil ku saat ini.
"Zahra,"Ku dengar suara yang memanggil namaku yang ternyata om Ibrahim
"Iya,om kenapa?tanya ku pada om Ibrahim sambil terus memperhatikan keindahan rumah tersebut.
"Ayo, Kita masuk Zahra" kata om Ibrahim
"Hah,aku pun kaget, dan menampilkan ekspresi terkejut karena memang rumah yang aku lihat barusan adalah rumah om Ibrahim.
"Rumah yang di depan ini om?" tanyaku pada om Ibrahim seakan tak percaya .
"Iya, Zahra sayang" jawab om Ibrahim
Akhirnya aku pun mengangguk dan mengikuti langkah besar om Ibrahim tersebut, orang yang sangat baik padaku dan mau menolong saat ini.
Dan tibalah aku dan om Ibrahim di rumah tersebut.Sambil mengetuk pintu om Ibrahim mengucap salam.
"Assalamualaikum" seru om Ibrahim Kepada penghuni rumah di dalamnya.
"waalaikumsalam"sahut orang didalam rumah itu.
Akhirnya pintu terbuka dan menampakkan wanita yang cantik yang sedang membuka pintu rumah.
Aku pun terpanah dengan keanggunan dan kelembutan yang aku lihat.Seumur hidupku aku belum bisa merasakan belaian kasih dari seorang ibu hingga aku pun tiba-tiba menundukkan wajahku dan berpaling dari kedua orang di depanku,dan menyeka air mata yang tadi sempat terjatuh.
Wanita cantik itu mempersilahkan aku masuk dan menyambut kedatangan kami dengan muka yang bersinar.
"Ayo Sayang, Ikut Tante kedalam" sambil menggandeng tanganku wanita cantik itu yang belum ku tahu namanya memanggil ku masuk dengan lembut.
Aku pun di buat takjub dengan suasana di rumah om Ibrahim dan Tante cantik ini.
Setelah di persilahkan untuk duduk oleh tuan rumah yang ramah kepadaku.Kami pun duduk bersama-sama di ruang tengah tersebut sambil berbincang-bincang.
"Nak, Kalau boleh tahu kamu namanya siapa?"tanya Tante cantik kepadaku.
"Nama saya Zahra tente" jawab Zahra
"Zahra udah makan belum? tanya Tante cantik
"Udah, Tante tadi sebelum kesini aku dan om Ibrahim udah makan di restoran" jawab Zahra lugas
"Ooh, kalau begitu syukur lah" jawab Tante cantik
Tiba-tiba om Ibrahim yang tadi hanya duduk dan menyimak pembicaraan Zahra dan Tante cantik yang belum di ketahui namanya oleh Zahra ini.
Bercerita tentang aku yang di temui om Ibrahim di jalanan sepulang om Ibrahim dari sholat Jum'at kepada Tante cantik,dan om Ibrahim juga memperkenalkan tente cantik ini yang merupakan istrinya om Ibrahim kepada Zahra.
"Zahra,Kenalin ini Tante Khodijah istrinya om" ucap om Ibrahim kepadaku.
"ooh iya om"jawab Zahra sambil tersenyum
"Zahra kamu kan belum mandi gimana kalau kamu ikut Tante ke dalam dan mandi" ujar Tante Khodijah
"Hmm iya Tante," aku pun mengangguk dan mengikuti ajakan Tante Khodijah
Om Ibrahim pun hanya memperhatikan kami yang terlihat sangat akrab padahal baru bertemu.om Ibrahim sangat senang karena ada seorang anak kecil yang ada di rumahnya dan itu membuat istrinya bahagia dengan kehadiran sosok Zahra gadis kecil berusia 8 tahun yang ia temui ketika selebas shalat Jum'at
Zahra dan Tante Khodijah saat ini sedang di sebuah kamar yang Zahra sendiri tidak tahu ini kamarnya siapa.Namun tangan Tante Khodijah yang menyisir rambutnya seakan membuatnya ingin tertidur terbawa di alam mimpi.
Hingga Zahra pun tidak bisa tahan dengan kantuk nya dan akhirnya tertidur pulas di pangkuan Tante Khodijah.
POV Tante Khodijah
Aku pun melihat Zahra tertidur pulas dengan berhati-hati aku mengangkat dan memindahkan Zahra ke tempat tidur yang sudah di sediakan.Aku sangat bahagia ketika mas Ibrahim membawa anak kecil yang sekarang berusia 8 tahun itu ke dalam rumah kami.Karena memang aku dan mas Ibrahim sangat menginginkan hadirkan buah hati dari rumah ini dengan kedatangan Zahra ke dalam keluarga ini membawa warna hari yang sangat menyenangkan bagiku.
Akhirnya setelah lama termenung berfikir tentang Zahra yang kenapa di tinggal pergi sendiri di jalanan tanpa seorang pun yang melihatnya.