Malam yang indah di penuhi dengan bintang bintang di langit malam, membuat ku tak ingin tidur untuk memandangnya selamanya, hal yang tidak biasa aku lakukan ialah tenang di malam hari yang begitu damai.
.
.
.
.
saat itu pagi hari disebuah rumah yang tidak terlalu besar dan cukup untuk tiga orang yang tinggal disana.
saat itu terdengar sebuah langkah kaki di luar rumah tersebut, membuka pintu dan memanggil nama seseorang yang tinggal disana.
"Herry Kaze" panggil seorang wanita itu mendekati Kaze yang terduduk di sebuah sofa sambil memejamkan matanya. lalu wanita itu menyuruh Kaze untuk segera bangun dan berangkat bersama dengannya, mau tak mau Kaze si pria itu mengikutinya.
.
.
.
sampai di sekolah.
jika kalian tau ternyata mereka berpacaran dan semua sudah mengetahuinya, begitu juga dengan satu orang temannya yaitu Erik, teman satu satunya yang dia punya, karena dengannya dia mengenal tiga orang lainnya di circel mereka.
suatu hari saat di dalam kelas, wanita Kaze yang bernama Yumi yang sama sama siswa pindahan dari jepang mengobrol dengan mantan pacarnya dulu, Kaze yang melihat itu hanya diam dan dengan wajah cuek mendatangi Yumi dan mantan pacarnya itu. "apa kau sedang sibuk?" tanyanya pada Azumi Yumi, yang saat itu dia menatap Kaze dengan senyum tanpa merasa bersalah.
"ah Kaze, ituuu aku..." jawab Yumi dengan gugup bahkan ragu untuk menjawabnya. setelah mengatakan kata kata yang membuat Kaze tidak yakin dia langsung menundukkan kepalanya. Kaze yang merasa biasa saja langsung pergi dari sana dan sebelumnya mengatakan pada mantan pacar Yumi. "Jika kau masih menyukainya, lalu kenapa meninggalkannya, kau melukai hatinya dan melukai hati orang lain bodoh!" ucap Kaze pada orang itu, yang akhirnya membuat mantan pacar Yumi marah pada Kaze.
.
.
.
.
pulang sekolah, bukannya Kaze langsung pulang bersama dengan Yumi tapi di perjalanan pulang di sebuah lorong kelas, mantan pacar Yumi mengunci jalan dengan beberapa temannya. "biarkan kami pergi" ucap Kaze dengan wajah datar saja. mantan pacar Yumi hanya diam dan memberikan senyum mengejek pada Kaze.
saat itu juga keempat teman Kaze datang Erik, Beni, Boy, dan Steven, karena mereka melihat Kaze yang bersama dengan pacarnya itu yang masih diam di lorong kelas mereka. saat mereka berempat melihat kelompok mantan pacar Yumi muka mereka juga menjadi datar dan hanya ada tatapan mata tajam untuk mereka berempat teman teman mantan pacar Yumi yang bernama Aril itu.
"apa apaan ini, kalian menghalangi jalan" ucap Beni yang mulai kesal karena mereka tidak sadar bahwa kami mau pulang. "ada masalah apa kau dengan Kaze, jika menginginkan wanita mu kembali bawa saja" ucap Erik pada Aril, dan Yumi yang mendengar hanya terdiam memandang ke bawah.
Aril yang mendengar itu hanya tersenyum smirk dan tertawa kecil karena kata kata Erik, "apa yang lucu hah?!" kata Erik dengan suara keras.
"yak kau tau apa yang lucu,,,,, tentu itu kau dan teman teman mu yang bodoh ini, hahaha" tawanya bersama dengan teman temannya karena berhasil mengucapkan kata ejekan pada Erik dan mereka berempat, Kaze yang mendengar itu hanya diam menahan amarahnya.
"Kaze! aku tidak tau kalau kau suka dengan mantan seseorang seperti ku, bagaimana apa dia bagus" ejeknya pada Kaze, awalnya Boy ingin melawan tapi di hentikan oleh Steven, saat itu Kaze memunculkan sikap dirinya yang sudah lama ia pendam. "heh apa itu, kau pikir aku menyukainya, jika bukan karena dia memohon mohon untuk menjadi pacar ku mungkin aku tidak akan menerimanya yang dulunya bersama dengan bangkai sampah yang bau" ucap Kaze dengan tatapan bagai Psikopat, yang membuat Aril begitu marah lalu mencengkram kerah baju Kaze.
saat kerah bajunya di cengkram oleh Aril, Kaze hanya diam dan mengangkat kedua tangannya sembari menyuruh teman temannya untuk tidak membantunya saat itu, "kau orang yang buruk, sungguh apa apaan itu" ucap Aril sambil marah marah dan sembari menunjuk nunjuk wajah Kaze. "ada apa?, apa kau tidak suka jika mantan mu Yumi ku katakan seperti itu" ucap Kaze lalu melepas cengkraman tangan Aril di kerah bajunya dengan menggenggam dengan lebih keras telapak tangan Aril yang membuatnya kesakitan.
saat merasa sudah selesai dengan hal itu mereka langsung membuka dengan menyuruh ketiga teman Aril untuk menyingkir. tapi saat itu Aril menggenggam pundak Kaze dan berkata. "lapangan seperti biasa" ucapnya pada Kaze dan di setujui, sebab Kaze tidak pernah melanggar perkataan orang.
.
.
.
.
saat itu Yumi datang untuk melihat apa yang di lakukan Kaze pada Aril dari balik dinding tebal sebuah gedung yang terbengkalai Yumi melihat mereka dari dalam gedung itu dan terdapat sebuah lapangan yang begitu luas, disana Yumi melihat Kaze dengan kelima temannya dan Aril yang bersama dengan sembilan teman temannya, Yumi yang tau bahwa sebagian dari mereka bukanlah teman Aril merasa sangat tidak adil untuk hal itu. saat itu Yumi melihat pertikaian di antara mereka berlima dan juga Kesepuluh orang di team Aril yang termasuk Aril sendiri.
bukannya membantu Yumi hanya diam melihat Kaze yang sudah terlihat tidak terlalu sanggup melawan Aril dan teman temannya itu, saat semua sudah tumbang begitu juga Kaze dan Aril, Yumi langsung datang membantu Aril untuk duduk.
Kaze yang melihat itu, langsung berdiri dan berkata, "akulah pemenangnya jika kau tidak ingin menjadi pecundang bangun dan lawan aku" ucap Kaze dan teman temannya yang bertahan hingga akhir.
"cukup apa apaan ini Kaze, kau tidak seperti biasanya" marah Yumi pada Kaze. Kaze hanya bisa tertawa kecil mendengar ucapan Yumi "huh siapa kau berani berkata begitu pada ku" ucap Kaze dengan sebuah ekspresi mengejek pada Yumi. Yumi yang melihat itu menampar wajah Kaze dengan kencang, Yumi menangis melihat sikap Kaze padanya, sangat membuat Yumi kesal. "padahal aku sudah mencintai mu, tapi sikap mu merubah perasaan ku!" teriak Yumi di depan Kaze, Kaze yang mendengar hanya diam tidak mengatakan apa apa.
saat semua itu, Yumi memilih membawa Aril yang terluka di sana, Kaze yang melihat itu hanya menatap mereka pergi dari pandangannya dan menghilang saat mereka sudah begitu jauh, "Kaz.." ucap Erik terhenti karena di tahan Beni yang menyuruhnya untuk pergi sementara. paham dengan kondisi itu, mereka berempat pergi dari sana menuju jarak yang jauh dari Kaze.
Kaze yang diam diam saja tertawa kecil seperti Psikopat, dengan tatapan mata yang membesar dengan air mata yang mengalir, dia mencengkram wajahnya dengan kedua telapak tangannya, lalu tertawa dalam kesedihannya dan semakin besar tawanya lalu ia meneriakkannya, hingga bisa terdengar oleh mereka berempat yang berada di gedung bangunan itu.
.
.
.
dari sini teman temannya mengetahui apa yang di lalui Kaze di masa lalunya, yah Kaze memiliki masa lalu yang sedih dia kehilangan ayah dan ibunya sebab sikapnya dan dia kehilangan kekasih yang sangat sangat dia cintai karena sikapnya, dan sekarang dia mendapatkannya kembali, selama ini Kaze mengurung diri untuk tidak memperlihatkan sikapnya pada siapapun, dia selalu menatap ikan emas yang sendirian di Akuarium miliknya dan saat pagi tadi bahkan ikan di Akuariumnya itu sudah mati dia tetap membiarkannya disana, sebab itu adalah pemberian terakhir kekasihnya dan sebagian lagi di kamarnya pemberian orang tuanya. dari sini Kaze selalu menjaga sikapnya dan tidak ingin membuat orang menjauh tapi terkecuali untuk keempat temannya itu, dengan matinya ikan itu yang melambangkan perasaan Kaze artinya Kaze sudah lama membunuh perasaan baiknya terhadap seseorang, meski itu temannya sendiri atau bukan.
memang Kaze adalah orang yang suka memanipulasi lawan, baik teman atau bukan, jadi jangan pernah menganggapnya baik, meski begitu sekarang mereka bersama dan akan memulai awal baru setelah selesainya masalah mereka.
.
.
.
selesai
.
.
.