Tok... Tok.... Tok....
"Kak, ayo cepat kita akan terlambat ke pesta halloween hari ini" teriak Aito
"Aku tidak mau pergi, itu terlalu menakutkan" jawab Nana yang mengurung diri di kamar
"Apa kamu tidak akan pergi ke pesta ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya?" sambung Aiko
"Aku hanya ingin dikamar saja, tidak akan pergi kemana pun, kamu pergilah sendiri, tinggalkan aku" ucap Nana setengah berteriak
"Sampai kapan kamu akan menjadi penakut seperti ini kak? Kamu harus melawan rasa takutmu itu" ucap Aiko yang berusaha membuka pintu kamar Nana
Aiko mendobrak pintu kamar kakaknya itu
"Hei, apa yang kau lakukan Aiko!" teriak Nana yang tercengang akan ulah adiknya itu
"Aku tidak bisa berdiam diri saja kalau kamu masih penakut, kamu sudah dewasa tidak seharusnya takut dengan hantu kak" ucap Aiko dengan kesal
"Hei, kamu tau sendiri aku sangat takut berhadapan dengan hal semacam ini kan?" ucap Nana
"Aku tau, itu karena kamu dulu pernah bilang kalau ada Vampir yang akan menghisap darahmu, tapi di dunia ini tidak ada vampir kak!" Tegas Aiko
"Kamu tidak mengalami hal itu, makanya kamu tidak percaya apa yang aku bilang Aiko, pokoknya aku tidak mau pergi ke pesta halloween lagi"
"Aku tidak peduli, kamu harus pergi" ucap Aiko yang sudah sangat kesal terhadap Nana
Nana memang tidak bisa menolak permintaan adiknya itu, karena memang hanya Aiko yang dia miliki saat ini, karena kedua orang tuanya telah meninggal sejak lama
"Oke, kita pergi" ucap Nana pasrah
-Di pesta Halloween-
"Kenapa aku harus mengikuti keinginan Aiko, tempat ini sangat menakutkan, kuil tua ini seperti sudah berumur ribuan tahun" batin Nana
"Kak, aku mau ke tempat teman-teman ku dulu, kamu nikmatilah pesta ini" ucap Aiko yang langsung saja meninggalkan Nana sendirian
"What! Aiko kamu berani meninggalkan aku sendirian" ucap Nana setengah berteriak
Tetapi itu tentu saja tidak dihiraukan oleh Aiko, karena dia memang berencana meninggalkan Nana sendirian agar Nana bisa menjadi lebih pemberani lagi
Beberapa saat kemudian, saat jam sudah menunjukkan pukul 00:00 suasana dalam kuil menjadi semakin mencekam dikarenakan penerangan yang mati total, hal itu membuat semua yang hadir menjadi kebingungan, tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama, lima menit kemudian suasana kembali normal, tetapi ada yang aneh semenjak pemadaman listrik terjadi, beberapa peserta yang dari awal mengikuti pesta tidak terlihat lagi
"Loh, kemana yang lainnya, apakah kau melihat mereka pergi?"
"Tidak, karena pemadaman aku tidak bisa melihat apa-apa"
"Tapi, apa kau tidak merasa aneh"
"Aneh kenapa?"
"Kenapa makin banyak peserta yang terlihat seperti Vampir"
"Iya, bukannya tadi cuman ada beberapa orang yang memakai kostum vampir"
Desas-desus mulai bermunculan diantara peserta pesta yang kehilangan teman-temannya, Nana juga sedang sibuk mencari keberadaan Aiko, dia tidak mau lagi berada disana karena memang dia sangat takut akan kehadiran vampir, dan sekarang hampir seluruh peserta pesta itu mengenakan kostum vampir
"Aku tidak mau disini lagi, Aiko kamu dimana" panggil Nana sambil mengitari kuil tempat pesta itu
Tidak terasa Nana sudah berjalan ke arah belakang kuil, disana tidak ada satu orang pun, suasananya juga sangat mencekam
"Kenapa aku bisa tiba disini, sebaiknya aku kembali sekarang, mungkin Aiko sudah berada di tengah pesta" pikir Nana
Saat akan pergi Nana mendengar sesuatu, dan itu membuatnya sangat penasaran
"Suara apa itu barusan? Seperti dari arah belakang sana" Nana menuju sumber suara tersebut, walaupun dia sangat takut tapi rasa penasaran telah mengalahkan rasa takut itu
"Astaga apa ini!" teriak Nana yang terkejut melihat para peserta pesta yang tadinya menghilang berada disana tapi dalam kondisi sudah mati, dan banyak bekas gigitan disekitar area leher para peserta tersebut
Nana tanpa pikir panjang lagi langsung berlari meninggalkan tempat itu
"Apa yang aku takutkan selama ini terjadi, di dunia ini memang ada vampir, jangan sampai aku mati disini" ucap Nana yang terus berlari ke tempat pesta
Tetapi tiba-tiba ada seseorang yang menghalangi Nana
"Nona kenapa kau kelihatan sangat takut" ucap pria itu
"A.....aku melihat para peserta disana sudah mati" ucap Nana menunjuk ke arah tempat dia melihat para mayat peserta pesta
"Benarkah itu?" ucap pria itu lagi
Nana tidak bisa melihat wajah pria itu, karena kondisi sangat gelap
"Benar, aku melihatnya sendiri" ucap Nana dengan kondisi badan sudah gemetar
"Apakah kamu takut?"
"Tentu saja, ini sudah dua kali aku melihat hal itu"
"Karena kamu sudah melihatnya aku tidak akan melepaskanmu" ucap pria itu sambil tertawa
"A....apa yang kamu katakan" ucap Nana yang semakin takut
Pria itu membuat Nana pingsan dan membawa ke sebuah ruangan di kuil itu
"Ehmm.... Dimana ini dankenapa aku terikat seperti ini?" ucap Nana yang terbangun dari pingsannya
"Akhirnya kau bangun juga" ucap seseorang yang sedang berdiri dihadapannya
"Siapa kamu? Kenapa kamu membawa aku ke tempat ini?" ucap Nana sambil berusaha melepaskan diri
"Aku adalah penguasa tempat ini, kau sudah melihat hal yang tidak seharusnya kau lihat, sekarang kau juga akan bernasib sama seperti mereka yang sudah kau lihat itu" ucap pria itu sambil tertawa
"Tidak, lepaskan aku aku tidak mau mati disini" teriak Nana
"Apa sekarang kau punya pilihan" ucap pria itu sinis
"Tidak, aku tidak mau mati disini, Aiko pasti sedang berusaha mencariku" pikir Nana
"Tidak akan ada yang bisa membantumu keluar dari sini" ucap pria itu yang sudah bersiap-siap akan menggigit leher Nana
"Apa ini akhirnya, aku akan mati ditangan vampir ini, Aiko maafkan aku, aku tidak akan bisa bertemu dan menjaga kamu lahir" batin Nana
Tiba-tiba seseorang mendobrak pintu ruangan tempat Nana disekap, dalam waktu sekejap orang itu langsung menghabisi vampir yang akan menggigit leher Nana
Nana hanya bisa memejamkan matanya, dia tidak berani melihat perkelahian yang ada didepan matanya itu. Tidak lama setelah itu tidak terdengar lagi suara gaduh akibat perkelahian dua orang asing itu, tetapi Nana masih tidak berani untuk membuka matanya
"Tenanglah semua sudah berakhir, dia tidak akan mengganggu kamu lagi" ucap pria yang menolong itu dengan lembut
Nana lalu membuka matanya dan terkejut dengan sosok yang ada didepannya itu
"Ka.....kamu juga seorang vampir" teriak Nana
"Tidak perlu berteriak lagi, kamu sudah meneriaki aku selama dua kali dan itu sangat tidak menyenangkan" ucap pria itu seraya melepaskan tali yang mengikat tubuh Nana
"Hah? Dua kali, apa kita pernah bertemu sebelumnya? Tapi kamu vampir aku tidak pernah bertemu dengan vampir selama ini" ucap Nana tidak percaya
"Tentu saja kita sudah pernah bertemu, waktu itu kau sangat takut melihatku, sampai-sampai kau pergi meninggalkan aku setelah berteriak sangat keras" ucap pria itu dengan senyum diwajahnya
"Saat dia tersenyum sangat tampan" pikir Nana
"Tunggu, apa yang sedang aku pikirkan, dia itu vampir" pikir Nana lagi yang tidak sadar tangannya memukul kepalanya sendiri
"Kenapa kamu memukul kepalamu? Apa kamu sudah ingat pernah bertemu dengan aku? Ucap pria itu bingung
" Tunggu, apa kamu vampir yang pernah aku lihat saat pesta halloween beberapa tahun yang lalu?" ucap Nana kaget
" Benar itu aku" ucap pria itu lagi
"Apa kamu sekarang juga akan menghisap darahku sama seperti yang akan kamu lakukan beberapa tahun lalu?" ucap Nana sedih
"Tidak, aku tidak pernah berniat untuk mencelakakan kamu, aku hanya ingin berada dekat dengan kamu" tegas pria itu
"Apa maksudmu?" tanya Nana tidak percaya
"Baiklah, sebelum itu perkenalkan namaku Yuta, aku memang seorang vampir, tapi aku tidak minum darah manusia" ucap Yuta sambil mejulurkan tangan
"Yuta? Nama yang bagus" pikir Nana
"Apa vampir tidak meminum darah manusia?" ucap Nana sambil menjabat tangan Yuta
"Nana, aku bisa minum darah manusia jika aku mau, tapi aku sedang tidak ingin meminum darah manusia" ucap Yuta
"Lalu, saat kamu ingin minum darah, apa kau akan meminum darah aku? Ucap Nana yang langsung gemetaran
" Tidak, kau sangat spesial untukku, aku tidak akan menyakiti kamu" ucap Yuta yang kembali tersenyum
"Spesial? Kita hanya pernah bertemu sekali dan pada saat itu aku juga berteriak kepadamu kenapa aku jadi seseorang yang spesial? Tanya Nana yang masih tidak percaya
"Kamu tau, saat kamu berteriak kepadaku waktu itu, kamu telah menyadarkan aku ke kondisi semula, saat itu kondisi tubuhku sedang tidak stabil dan naluri vampir telah menguasai tubuhku, aku hampir membunuh semua orang yang berada di pesta itu, tetapi tidak tau kenapa hanya Kamu lah yang bisa menyadarkan aku" ucap Yuta
"Tunggu, apa sekarang kamu juga dalam kondisi yang sama seperti waktu itu?" ucap Nana waspada
"Puft.... Tenang lah, selama aku berada didekatmu aku akan kehilangan naluri vampir secara keseluruhan" ucap Yuta yang merasa gemas melihat tingkah laku Nana
"Hei, aku hanya bersikap waspada kalau seandainya kamu menggigit ku" ucap Nana cemberut
"Iya, aku tau kamu sangat takut terhadap vampir, tapi bisakah kamu tidak takut kepadaku?" tanya Yuta sambil memeluk Nana
"Bisakah kamu tidak memelukku? Ini sangat tidak nyaman" ucap Nana berusaha melepaskan pelukan Yuta
"Kamu harus berjanji tidak akan meninggalkan aku dan akan tetap berada disisiku selamanya" ucap Yuta yang semakin erat memeluk Nana
"Lepaskan aku dulu" ucap Nana yang masih berusaha melepaskan pelukan Yuta
"Apakah kamu membenci aku kerena aku seorang vampir? Aku hanya terlahir seperti ini, aku tidak menginginkan untuk dilahirkan seperti ini, tapi berada didekatmu aku merasa sperti manusia tidak seperti vampir, kamu lah alasanku bertahan hidup sampai saat sekarang ini, aku sudah susah payah untuk bisa bertemu denganmu, aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi "ucap Yuta
" Perasaan apa ini, kenapa dia terlihat sangat sedih, kenapa aku merasa kalau aku harus menghiburnya, dia itu vampir tapi kenapa sangat sakit ketika melihat dia begitu tertekan" batin Nana
Tanpa sadar Nana mengelus kepala Yuta
"Tenang, aku disini, kamu tidak seharusnya merasa tertekan seperti itu" ucap Nana menenangkan Yuta
"Apa kamu mau bersamaku?" ucap Yuta yang terkejut akan tindakan Nana
"Eh..... Bersama kamu? Aku hanya ingin menenangkan kamu saja" ucap Nana menghindar
"Jadi, kamu tidak mau bersamaku?" tanya Yuta yang kembali memasang wajah terpuruk
"Kenapa ekspresi wajahnya seperti itu lagi, aku sangat tidak tahan melihatnya" batin Nana
"Yuta, ayo kita pergi dari sini, adikku mungkin sedang menunggu diluar sana" ucap Nana mengalihkan pembicaraan
Nana mengajak Yuta untuk mencari Aiko, tentu saja dengan kondisi yang sangat tidak stabil karena memang di aula tempat pesta sudah banyak vampir yang berdatangan mencari mangsa, karena itu Nana sangat takut akan kehilangan Aiko
Setelah beberapa saat, Nana akhirnya menemukan Aiko yang sedang berlari menghindari seorang vampir yang sedang mengejarnya, sontak hal itu membuat Nana sangat histeris karena takut Aiko akan mati ditangan vampir itu.
Tapi hal itu tidak terjadi, karena Yuta pergi menyelamatkan Aiko dan langsung membawa Aiko yang dalam kondisi pingsan bersama dengan Nana ke tempat yang lebih aman
Setengah jam kemudian Aiko bangun dari pingsannya, saat membuka matanya dia melihat Nana yang sangat cemas, tapi dia melihat Nana dengan seorang vampir, hal itu sontak membuat dia berteriak histeris
"Kak, ada vampir didekatmu, cepat pergi dari sini" teriak Aiko sambil menarik Nana
"Aiko, tenang saja dia yang telah menyelamatkanmu dari vampir yang hampir membunuhmu tadi dab dia telah menyelamatkan aku juga" ucap Nana menenangkan Aiko
"Aku paham, kamu sangat takut kepada vampir, tapi aku tidak akan membunuhmu" ucap Yuta
"Apakah ucapanmu bisa dipercaya" ucap Aiko yang masih memegang tangan Nana dengan erat
"Tentu saja, aku tidak ingin membuat Nana sedih" sambung Yuta
"Kenapa kamu sangat pengertian terhadap kakakku? Tanya Aiko penasaran
"Aku sangat mencintainya" ucap Yuta spontan
Sontak hal itu membuat Nana dan Aiko kaget
"Apa yang baru saja kamu katakan?" ucap Nana tidak percaya
"Kamu kalau bercanda, jangan bawa kakakku" ucap Aiko kesal
"Aku tidak bercanda, aku mencintainya" jawab Yuta
"Tapi kita hanya pernah bertemu dua kali, dari mana perasaan kamu itu muncul?" tanya Nana masih tidak percaya
"Aku sudah mencintaimu sejak awal kita bertemu" jawab Yuta
"Tidak ada yang namanya cinta saat pertama kali bertemu, sebaiknya kamu pergi saja jangan ganggu kakakku" ucap Aiko tegas
"Tapi aku sangat mencintainya" ucap Yuta tidak kalah tegasnya
"Kak apa kamu juga mencintainya?" tanya Aiko kepada Nana
"Hah? Aku......." ucap Nana terbata
"Kenapa kak? Apa kau juga mencintainya?" desak Aiko
"Aku tidak tau, tapi melihat dia tertekan dan sedih itu rasanya menyakitkan, aku tidak tau perasaan apa itu" ucap Nana pelan
"Huh, sepertinya kamu juga jatuh cinta kepadanya" ucap Aiko yang langsung melepaskan tangan Nana
"Benarkah itu?" ucap Yuta senang
"Hei, kamu jangan senang dulu, aku tidak akan menyerahkan kakak ku kepada vampir sepertimu" ucap Aiko kesal
"Aku tidak akan mecelakakan Nana dan juga kamu, kamu sudah tau itu, kenapa kamu masih tidak percaya terhadapku?" tanya Yuta
"Kamu masih seorang vampir, aku tidak tau kapan kamu akan menjadi buas seperti vampir yang ada saat pesta tadi" ucap Aiko
"Soal itu kamu tenang saja Aiko, karena berkat adanya Nana, sifat vampirku hilang, dan tidak akan berpengaruh terhadap Nana" ucap Yuta meyakinkan Aiko
"Apa benar seperti itu? Tanya Aiko masih tidak percaya
" Itu benar Aiko, Yuta tidak bereaksi terhadapku" ucap Nana ikut meyakinkan Aiko
"Seperti memang benar kamu jatuh cinta terhadapnya kak, kamu bahkan membelanya" ucap Aiko masih kesal
"Aku hanya bicara tentang fakta Aiko" ucap Nana mengelak
"Tapi sepertinya ketakutanmu terhadap vampir dan hantu sudah berkurang kak, aku sangat senang akan hal itu, tapi aku masih kurang yakin sama Yuta kak" ucap Aiko
"Aku harus bagaimana supaya kamu bisa mempercayaiku?" tanya Yuta
"Kamu harus menjadi pacar kakakku dulu, kamu harus bisa melindungi dia saat ada yang akan menyakiti dia, kamu akan membuat hari-hari nya bahagia tidak akan ada kesedihan diwajahnya lagi" ucap Aiko sambil mengedipkan mata
"Tunggu, bukannya kamu tidak setuju barusan" ucap Nana kaget
"Kak, ini pertama kalinya aku melihatmu jatuh cinta, aku tidak akan menghalangi kamu, kamu berhak bahagia" ucap Aiko sambil memeluk Nana
"Tapi......" ucap Nana yang terpotong
"Tidak ada kata tapi kak, kamu sana sama dia, aku akan pulang dulu" ucap Aiko sambil mendorong Nana ke arah Yuta
Nana yang didorong oleh Aiko langsung saja ditangkap oleh Yuta
"Tugasku sudah selesai, aku pulang dulu, selamat bermesraan" ucap Aiko yang langsung meninggalkan mereka berdua
"Jadi, apa kita sekarang berpacaran?" tanya Yuta
"Emmm..... Sepertinya begitu" ucap Nana malu
"Puft... Wajahmu memerah" ucap Yuta gemas
"Jangan meledekku" ucap Nana kesal
"Baiklah aku tidak akan melakukannya lagi, sekarang kamu mau kemana?" tanya Yuta
"Emm, aku lelah pengen istirahat" ucap Nana
"Aku akan membawa kamu ke suatu tempat, kamu beristirahat disana dengan tenang" ucap Yuta yang langsung menggendong Nana
"Dimana itu?" tanya Nana
"Di kastilku" ucap Yuta sambil tersenyum lalu membawa Nana ke kastil tempat dia tinggal.
-Tamat-