Hidup adalah sebuah pilihan. Menjadi bahagia, sedih, puas, atau menyesal adalah sebuah pilihan hidup. Ingin melangkah kedepan, mundur kebelakang, atau bahkan diam ditempat pun juga merupakan sebuah pilihan.
Begitulah yang kini sedang Tiara rasakan. Dilema yang mendera, kegalauan melanda, dan kegundahan untuk menentukan Lelaki pilihan hatinya. Desakan Ibunya untuk segera mengakhiri masa pacaran, kian menambah beban pikirannya.
Tiara adalah Gadis cantik 'Kembang Desa' dilingkungan tempat tinggalnya. Wajahnya yang rupawan bak artis Ibukota mampu menyedot perhatian banyak Lelaki yang tak mengenal status dan usia, untuk memilikinya.
Sadar akan potensinya, Tiara mematok kriteria tinggi bagi siapa saja Lelaki yang ingin mempersuntingnya. Tak tanggung-tanggung, 7 kriteria utama jadi syarat mutlak dan wajib bagi siapa saja yang ingin bersanding dengannya.
7 kriteria utama itu adalah Setia, Sabar, Romantis, Kaya, Jujur, Sholeh dan Mandiri. Setia, karena prinsip utama Tiara yang selalu ingin dinomor satukan. Sabar, karena Tiara adalah Gadis yang masih mempunyai watak kekanak-kanakan, dan butuh kesabaran untuk menghadapinya. Romantis, karena Tiara adalah pribadi yang manja dan selalu ingin dimanjakan dengan keromantisan. Kaya, karena siapapun ingin mempunyai masa depan yang cerah, dan harta sangat berpengaruh. Jujur, karena ini adalah hal tersulit yang Tiara temukan dari pribadi Lelaki yang pernah ia kenal. Sholeh, karena Tiara butuh imam buatnya. Dan Mandiri, karena Tiara mencari kepala rumah tangga yang bertanggung jawab dan selalu berusaha keras untuk menghidupi keluarga kecilnya nanti.
*
Tiara bingung bukan main, dari setiap Lelaki yang dikenalnya, tidak ada satupun yang memenuhi 7 kriteria utamanya. Setiap Lelaki yang ditemui hanya memiliki 1 kriteria utama mencolok dalam kepribadiannya. Dan akhirnya Tiara memutuskan untuk pacaran dengan 7 Lelaki yang terbaik dari 7 kriteria utamanya. Tiap Lelaki hanya dikasih kesempatan 1 hari untuk berkencan dengannya dalam 1 minggu dan mereka menyanggupinya, karena itu satu-satunya cara untuk bisa mendapatkan hati Tiara.
"Masih belum bisa menentukannya?" Sapa Ibunya yang sontak mengagetkan Tiara dalam lamunannya.
Saat ini Tiara sedang duduk melihat ketujuh foto pacarnya, sembari menimang-nimang dan memilih mana yang kira-kira terbaik untuknya.
"Belum Bu.." Ujarnya sambil menggelengkan kepala.
"Jika kamu masih bingung, minta petunjuk sama Tuhan, karena Dia tahu yang terbaik untukmu." Ibunya mengakhiri nasehatnya sembari pergi meninggalkan Tiara.
"Huufffttt.." Tarik nafas panjang Tiara yang masih bingung dengan pikirannya.
Dilihatnya lagi ketujuh foto itu dan mengingat lagi apa yang terjadi dengannya.
Foto pertama adalah Lelaki bernama Sony. Dia 2 tahun lebih tua dibanding Tiara. Sudah bekerja sebagai wiraswasta dengan buka toko baju tak jauh dari rumahnya.
Sony merupakan Lelaki paling setia yang Tiara pernah temui. Bahkan saking setianya, ketika sedang berduaan, pandangan Sony hanya terpaku pada Tiara. Perempuan lain disekitar dianggapnya tidak ada. Bagi Sony, Tiara adalah satu-satunya perempuan yang bisa dipandangnya dan tak ada yang lain lagi dipikirannya. Berulangkali kesetiaannya di uji dan hasilnya Sony adalah yang paling setia yang pernah Tiara kenal.
Sayangnya Sony punya banyak kelemahan. Dia pendiam, kurang kreatif, pemalu, dan kurang peka terhadap pasangannya. Hal yang ditakutkan Tiara adalah jika kekurangannya diperbaiki, Sony sudah tidak lagi menjadi pribadi yang setia, karena sudah berani mendekati perempuan lain.
Hal positifnya adalah Sony tergolong penurut, jatah kencan setiap hari senin pun juga tak banyak protes. Hanya saja beberapa kekurangannya cukup mengganggu Tiara.
Difoto kedua ada Lelaki bernama Sigit. Dia menjadi Lelaki dengan jadwal kencan hari Selasa. Awalnya Sigit hanyalah teman curhat bagi Tiara, karena mereka bersahabat sejak kecil dan merupakan teman sekelas sejak SD. Sigit sangat menonjol akan kesabarannya. Selain sebagai teman curhat juga sekaligus teman bercanda ria menghilangkan kepenatan hidup. Saking sudah kenal lama, Sigit sangat hafal polah tingkah serta kegemaran yang Tiara punya.
Akan tetapi Sigit juga Lelaki pemalas, jorok dan pengangguran. Bahkan hingga kini masih sering meminta uang jajan kepada orang tuanya. Disisi lain, belum ada Lelaki yang sesabar Sigit yang pernah Tiara kenal. Itulah sebabnya Sigit sering menjadi tempat pelampiasan curahan hati Tiara ketika sedang sedih ataupun marah.
Foto ketiga bernama Riko, Lelaki romantis yang selalu siap memanjakan Tiara dengan rayuan mautnya. Dengan wajah paling tampan dan juga jangkung, Riko bak seperti pangeran buat Tiara ketika jalan bersama. Entah mengapa, hanya dengan melihat senyumannya saja bahkan sudah mampu meluluhkan pikiran Tiara.
Kendalanya adalah Riko 2 tahun lebih muda dan masih kuliah. Mulutnya yang manis juga berpotensi untuk menggaet perempuan lain dimasa depan, dan itu sangat membuat Tiara khawatir. Apalagi Riko tak pernah protes dengan jadwal kencan hanya hari rabu, yang membuat Tiara berfikir negatif bahwa Riko berhubungan dengan perempuan lain dihari yang berbeda.
"Haah.. Susahnya cari Lelaki yang sempurna." Begitu gumam pelan Tiara setelah melihat ketiga foto itu.
Foto selanjutnya adalah Lelaki bernama Kemal. Lelaki paling kaya yang Tiara kenal. Bukan cuma kaya dari orangtuanya, tetapi juga orang sukses di bidangnya. Kemal adalah pemilik beberapa hotel berbintang dan restoran di 5 kota sekaligus. Karena kesibukannya, mereka hanya berkencan sebulan 2 kali dihari Kamis dan itupun hanya 1 jam sekali kencan.
Meskipun kemal baik dan sanggup memenuhi semua keinginan Tiara, tetapi satu hal yang sulit Dia dapatkan dari Kemal, yaitu waktu kebersamaan. Dan itu jugalah yang membuat Tiara bimbang. Selain itu, usia Kemal juga yang paling tua. Diusianya yang hampir berkepala tiga, Kemal sudah sering membahas tentang pernikahan, sedangkan Tiara sendiri belum siap.
Berlanjut ke foto berikutnya, ada Lelaki bernama Joni. Hal yang menonjol dari Joni adalah kejujurannya. Joni senang menceritakan semua hal secara mendetail. Bahkan ketika hari Jum'at, Dia tidak beribadah pun diakuinya dengan jujur. Sangat sulit menemukan Lelaki seperti Joni yang berani mengakui kekurangan yang dimilikinya.
Satu hal yang sangat mengganggu dari Joni adalah, saking jujurnya, bahkan hal yang jorok pun Dia ceritakan. Jelas saja hal seperti itu malah membuat Tiara ilfeel. Sama seperti Sigit, Joni juga seusia dengan Tiara.
Lelaki bernama Satria ada difoto selanjutnya. Satria sangat agamis dan paling rajin beribadah. Bisa dimaklumi karena Dia lulusan pesantren. Awalnya Satria menolak untuk pacaran, tetapi ingin ta'aruf, apalagi usianya 5 tahun lebih tua dari Tiara, juga sudah waktunya menikah. Tetapi entah angin apa yang membawanya hingga sudi berpacaran dengan Satria. Jika pacar yang lain mengetahui Tiara punya banyak pacar, makan Satria adalah pengecualian, karena yang Satria tahu Dia adalah satu-satunya pacar Tiara.
Satria pula menjadi andalan untuk Tiara agar lebih mendalami agama. Hanya saja, karena terlalu agamis, jadwal kencan yang harusnya hari sabtu dipakai untuk jalan-jalan, hanya mereka gunakan untuk saling berbincang di teras rumah saat mengisi malam minggu, dan itu kadang membuat Tiara jenuh.
Lelaki terakhir bernama Mondy. Lelaki sederhana yang paling perhatian untuk Tiara. Mondy adalah yatim piatu, dan sejak kecil sudah bekerja sambil sekolah. Karena kemandiriannya itu membuat Tiara kagum. Mondy sangat pekerjaan keras, hingga jarang Dia terlihat libur meskipun sedang sakit. Pekerjaannya yang serabutan memang menuntutnya untuk selalu standby setiap saat.
Saking giat bekerjanya, Mondy jarang menemui Tiara meskipun itu jadwal kencan hari minggu. Mereka lebih sering berhubungan lewat telepon. Hal yang tidak disukai Tiara dari Mondy adalah pribadinya yang dingin, jarang tersenyum dan terkesan kaku meskipun aslinya baik. Tetapi bagaimanapun Mondy tetaplah pribadi yang penyayang.
*
"Sudah puas bengongnya?" Lagi-lagi Ibunya mengagetkan Tiara.
"Eh.. Ibu, tambah bingung Bu." Keluh Tiara sambil meringis kaku.
"Gini sayang, setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan tidak ada manusia manapun yang sempurna. Dan cinta yang sebenarnya itu bisa menerima keduanya dengan tulus. Semuanya adalah tentang perasaan yang ada didalam sini." Ujar Ibunya sambil menunjuk dada kirinya.
Seutas senyuman muncul dibibir Tiara. Dirinya seperti mendapatkan pencerahan dari Ibunya. Sebuah keputusan bulat sudah ada di benaknya.
*
Pembaca yang budiman, kira-kira keputusan seperti apa yang Tiara akan lakukan? Siapa Lelaki beruntung yang akhirnya akan dipilihnya? Silahkan bantu dengan komentar tebakan kalian dan jangan lupa likenya.
Cerita sederhana Saya kali ini adalah sebagai persembahan Saya teruntuk 'cintaku' dalam rangka perayaan 'tujuh bulan' hari jadian Kami.
Semoga langgeng hingga pelaminan, Amin.
Terimakasih atas support semuanya.