Nama : Elloiseva Cesilia Aurora Widyanti
kelas : XI IPA 3
Dear: Raviana
kalau saja waktu itu kamu tidak hadir dalam hidup ku.
kalau saja waktu itu aku tidak meladeni tingkahmu.
kalau saja waktu itu aku bisa dengan tegas menyakinkan hatiku untuk tidak menyukai mu
mungkin aku tidak akan jatuh sedalam ini pada mu.
Ra,bisakah aku egois kali ini pada Tuhan?.
Tidak bisakah kali ini semesta memihak pada kita?.
Aku ingin mencintai mu lebih hebat dari debar,lebih luas dari sabar dan lebih lama dari kata selamanya.Tapi ternyata kita adalah sebuah kesalahan yang tak akan bisa bersama.
Salah... Cinta kita salah, Ra.
Aku dan kamu tidak akan pernah bisa bersatu,layaknya laut dan langit yang di satukan oleh garis cakrawala yang tidak pernah ada.
Cukup sampai disini ra, jangan melangkah terlalu jauh lagi..mari kita temui kebahagiaan kita masing-masing. Aku tidak ingin melukai mu terlalu dalam dengan cinta ku dan aku juga tidak ingin terluka begitu hebat dengan cinta mu. sampai ketemu lagi Raviana, kesayangan Sagara.
16, Juni 2014
Sagara
Angin terasa ganas dan berhamburan begitu hebat menjemput malam. Terlihat jelas di langit seakan membentuk kapas abu-abu yang seolah-olah siap membasahi luasnya sudut kota. Padahal tadi pesona sang mentari masih terlihat begitu gagah dan indah, seperti tidak ada yang bisa mengusirnya nya untuk pergi dan bergantian dengan penguasa malam.
Hening,kosong dan sunyi seakan dimakan oleh bisu hanya ada aku,secangkir kopi serta amplop biru dan sepucuk surat yang ku genggam bertulis kan " Raviana cintaku."
Aku memandang tiap sudut kota melalui layar bening yang hanya memantulkan bayanganku, hingga tibalah tetesan tiap tetesan yang membasahi permukaannya. Aku sangat suka dengan suasana ini, entah karena suara melodi dari tetesan itu atau pada suasana yang membawaku mengingat tentang dia sang pemilik surat ini.
Sagara, lelaki yang pernah menjadi bagian terindah dalam kisah hidup ku. Ia selalu ada untuk ku, dia terlihat begitu sempurna dimata ku,tidak ada orang lain yang bisa sama sepertinya. kisah kami begitu indah jika harus di ceritakan. begitu banyak kebahagiaan dalam hubungan kami,seakan kami adalah dua insan yang paling bahagia di dunia.
Namun kebahagiaan yang aku pikir akan terus berjalan untuk selamanya kini hanya bertahan 5 tahun saja. Tidak,bukan Karna aku dan dia berhenti saling mencintai,tapi Karena keadaanlah yang membuat kisah cinta ini berakhir.
Sagara meminta ku menemuinya di tempat aku dan dia berpacaran pertama kali, aku langsung bersiap dan bergegas untuk menemuinya.
Setibanya di sana, aku melihat nya sedang duduk dengan kemeja coklat tua lengan pendek serta celana putih tulang yang begitu cocok di tubuhnya.
"Hai sa,tumben jam segini ngajak bertemu... Ada apa?." ucap ku seperti biasa sedang orang yang ku tanya hanya diam tak bergeming.
Saga menatap ku tanpa arti yang tidak bisa aku jelaskan.
"Ada apa?" Tanya ku pada sepasang mata yang mampu membuat ku jatuh hati berkali-kali,namun tatapan kali ini berbeda.
"ayok putus , Ra."
satu kalimat yang membuat ku langsung membisu, sakit,kecewa,ingin marah itu yang aku rasakan. Namun, tak bisa aku lampiaskan.
"Hmm...apa ini akhirnya?kamu memilih menyerah sa?."ujar ku
"maaf Ra, tapi kita cukup sampai disini,permisi."
aku mengingat betul cara ia pergi meninggalkan ku begitu saja tanpa mendengar pendapat ku sedikit pun.
Tubuh ku seakan ditimpa batu besar, hatiku begitu sakit harus melepas orang yang sangat ku cintai. Ada dua cinta yang paling berat di dunia ini,mencintai seseorang yang sudah kembali kepada-Nya dan mecintai seseorang yang tidak seagama. Dan, aku berada di salah satunya. Pada dasarnya tidak ada dua Tuhan, Tuhan itu satu hanya saja cara kita yang berbeda untuk menyembahnya.
Sungguh hebat bukan, kamu yang mengajariku akan indahnya jatuh cinta, kamu pula yang mengajariku betapa sakitnya patah hati.
Semua itu masih terekam jelas di kepala ku, ternyata 3 tahun telah berlalu sejak kejadian itu.Sekarang kita hanya dua insan yang telah menjadi asing kembali, seakan aku tidak pernah hadir dalam hidup mu, dan kamu tidak pernah hadir dalam hidup ku. Walaupun kita adalah cinta yang salah namun menjatuhkan hati padamu bukanlah hal untuk aku sesali, karena jatuh hati padamu adalah bagian terbaik dari sebagian cerita hidup ku.
Hidup tanpa mu memang mudah,tapi untuk melupakan kenangan bersama mu adalah hal tersulit dalam hidup ku. Kini, aku sadar tidak semua bisa kita miliki,terkadang ada beberapa hal yang singgah karena rasa ingin tahu,ada pula yang singgah untuk membawa pelajaran tentang kehidupan. Aku sangat yakin apa yang hilang pasti akan di ganti lebih baik.
kisah kita Seperti bunga forget me not yang tidak ingin di lupakan tapi semesta yang memaksa untuk melupakan dan aku tidak berniat untuk melupakannya,Mungkin aku dan kamu tidaklah tercipta untuk hidup bersama,tetapi aku harap kisah kita akan terus abadi menjadi kenangan yang akan terus terekam jelas dalam ingatan kita. Kisah yang akan menjadi rahasia semesta bahwa ada sepasang kekasih yang berharap bersama dan bahagia namun tidak menemukan caranya selain sebuah perpisahan.
Mungkin ini adalah akhir dari cinta kita,tapi tidak dengan cerita hidup kita. Selamat melanjutkan hidup dengan baik Sagara ku, seperti yang kamu bilang pada ku temuilah kebahagiaan mu dan aku pun juga akan menemui kebahagiaan ku. Aku tidak akan melupakan ini semua,kamu akan menjadi tokoh terbaik dalam ingatan ku, aku harap kamu juga tidak melupakan ku. Sampai bertemu lagi Sagara tapi pada saat kita sudah menemukan takdir kita masing-masing.
"Saga,jika kehidupan kedua ada mungkinkah kita bersama dengan iman yang sama?."