saat langit sedikit kegelapan aku terduduk dipojok ruangan sambil mendengar riuk ramai ayah dan ibu yang beradu emosi
*****
"bugh "
suara yang ku dengar setelah aku membuka mataku, aku masih belum tau bunyi apa itu. Sampai aku keluar dari kamarku dan aku melihat ibuku yang sudah lebam
"Ibu ada apa ini?" Tanyaku
"Tidak apa apa nak"
lalu aku menjawab "kalau begitu mari aku bantu mengompres lebam di wajahmu"
lalu aku bergegas mengambil alat kompres dan segera mengompres lebam di wajah ibu.
Setelah aku mengompres Lebam di wajah ibu aku kembali ke kamarku.
******
Malam pun tiba saat aku ingin memejamkan mataku, aku kembali mendengar suara orang yang berteriak-teriak,
"KALAU BEGITU KAU KEMBALI SAJA KE RUMAH ORANG TUAMU"
Sontak aku terdiam setelah mendengar kalimat tersebut, tak terasa air mata mengalir ke pipih.
"Apakah mereka ingin berpisah?"
"lalu bagaimana denganku jika mereka berpisah?"
ucapku dalam hati
Lalu aku berlari keluar kamar dan berteriak
“Berhenti! Apa kalian ini tak malu dengan anakmu yang terus melihat kalian seperti ini. Apa kalian belum cukup membuatku menangis harus menahan rasa kekecewaan ini,mungkin ayah dan ibu bahagian dengan keadaan ini tapi aku gak sama sekali ayah,ibu.
Sontak mereka diam setelah mendengar pernyataan ku itu, Lalu ibu menyaut
"Nak maafkan ibu dan ayah"
aku hanya terdiam sambil menangis mendengar perkataan ibu, Lalu ayah menyeletuk
"pilihlah sekarang kamu ingin ikut siapa, aku atau ibumu?"
"Pertanyaan macam apa itu yah, kenapa kamu bertanya kepadaku seperti itu" Jawabku
"Karna aku dan ibumu akan berpisah, CEPAT BUAT KEPUTUSAN KAU INGIN IKUT DENGAN SIAPA!
Aku hanya bisa terdiam dan menangis sambil berlari ke kamar, Air mataku bercucuran di pipih aku bingung ingin ikut dengan siapa. Sampai akhirnya aku terdiam dan melihat foto keluarga yang tergantung di dinding kamar, Aku mendekat ke foto itu dan Berbicara "TUHAN JIKA INI TAKDIR BUATKU, AKU AKAN TERIMA MAKA BUATLAH HATIKU IKHLAS ATAS TAKDIRMU INI TUHAN" ucapku
Lalu aku keluar kamar dengan keadaan mata sembab dan menenteng tas ranselku, Ibu melihatku dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku sudah membuat keputusan ingin ikut dengan siapa"
Mereka menunggu aku menyelesaikan kalimatku
"Aku tidak ingin ikut dengan kalian berdua, biarkan aku mengurus diriku sendiri"
Ibu menangis sambil memeluk dan aku menepisnya, Aku berlari keluar dan meninggalkan mereka.