Di pagi yang sibuk, aku membantu teman teman ku untuk membereskan meja. Karena tuan muda akan datang! Katanya sih, dia pria yang tampan namun kejam. Siapa yang tahu kalo dia itu Mesum!!!***
Hi! Aku adalah seorang pembantu di kediaman keluarga Le, semua orang pasti sudah tau bahwa keluarga Le merupakan Boss besar dunia mafia dan tuan muda ini adalah anak yang paling bisa di andalkan karena kekejamannya yang tidak ada ampun terhadap lawannya. Bukan hanya keluarganya saja yang harus di uji keterampilan dalam menembak, daya tahan tubuh dll... Tetapi para asisten, bodyguard bahkan pembantunya juga harus di latih!
Aku jadi teringat waktu awal seleksi penerimaan pembantu, waktu itu aku sudah dapat 2 kali tembakan di lenganku. Ya... Karena kekejaman ini maka aku jadi pembantu termuda di kediaman keluarga ini. Serta aku juga merupakan pembantu yang paling dekat dengan nyonya besar. Nyonya besar memang sudah tua tapi pengaruhnya dalam dunia bisnis mafia ini sangat besar. Apabila nyonya ini tiada maka pembagian harta akan kacau dan tidak merata. Beberapa orang memanfaatkan peluang ini, seperti menambah kan racun dalam minuman nyonya. Bahkan ada juga yg menggunakan ilmu hitam agar nyonya cepat tiada.
Tetapi itu merupakan hal yang sia sia, karena aku lah yg memasak untuk nyonya jadi ya... jelas makanan dan minuman itu aman aman saja. Banyak orang baru yang bertanya kepada ku, sudah berapa lama aku bekerja disini? Nah jawaban ku cukup untuk membuat mereka bungkam dan diam. "Aku baru saja 3 bulan disini, loh? Kenapa kalian kaget? Hanya itu saja yang pertanyaan kalian? Yasudah, kalo begitu aku akan pergi bekerja dulu" ujar ku.
Hm.. aku sebenarnya males menanggapi para mulut mulut jelek itu. Ya, mau gimana lagi aku udah capek diomongin sama mulut jelek itu. Hm.. dari pada memikirkan hal itu lebih baik aku bekerja saja. Aku kadang bekerja di dapur, kadang membersihkan halaman, kadang juga mengawal nyonya saat nyonya akan pergi. Walaupun numayan berat tapi tak masalah lah... Juga an gajinya sangat tinggi yaitu ±18 juta tidak termasuk bonus, lembur, dan pengawalan ekstra. Jadi ya karena aku sangat ulet setiap bulannya lebih dari 30 juta yg dikasi hehehe.
Gaji yang tertinggi di sini ya.. aku hehehe. Bahkan para asisten dan bodyguard itu gajinya lebih rendah dari aku. Makanya aku gak nyesel kerja disini, tetapi... kata kata ini sepertinya harus ku tarik deh. Karena tuan muda ini terus saja mendekati ku?! Aku sangat tidak suka jika ada orang yang mengusik ketenangan ku! Aku selalu mengancam tuan muda ini dengan berkata "oii! Aku tak suka dengan kau! Sebaiknya menjauh lah dari hadapanku!" ujar ku. Dia pun membalas perkataan ku sambil tersenyum.
"Kau hanyalah pembantu, kau yang seharusnya sopan terhadap ku!" ujarnya. Aku pun melawannya dengan berkata "heii!! Walaupun aku ini memang pembantu tapi aku ini tetap lah manusia!" ujar ku. Ia pun membalas perkataan ku dan mulai mendekati ku sampai mentok ke tembok "kau jangan sok suci!, aku bisa membayar mu lebih dari gaji mu sekarang" ujarnya. Aku pun menendang lututnya sampai ia menangis kesakitan. "Kau kira dengan adanya uang bisa membeli segalanya? Termasuk manusia hah? Dan jika kau masih berkata seperti itu aku akan melaporkan mu ke nyonya besar" ujar ku. "Owh, ternyata kau sangat dekat dengan nenek tua itu ya? Pantas saja kau sangat berani melawan ku" ujarnya.
"Soo jika kau sudah tahu itu mending kau diam! Aku tak suka dengan orang yang banyak bacot" ujar ku. "Kau sangat kurang ajar dengan tuan mu ini? Kau akan rasakan akibatnya!" ujarnya sambil mau menggendong ku. "Kyaaa!!" ujar ku sambil menendang lutut yang lagi satunya itu. "Kau ini sangat kurang ajar ya? Awas kau! Akan aku laporan kan ke nenek" ujarnya.
Ke esokkan harinya~
Aku dan teman teman menyiapkan makanan untuk seluruh keluarga ini. Aku mendapat kan perintah dari nyonya besar untuk membangunkan tuan muda Le ini. Aku mengetok pintunya sambil berkata "tuan muda makanannya sudah siap" ujar ku. Tetapi sama sekali tak ada suara? Bagaimana ini? Apabila terjadi sesuatu yang buruk pasti aku yang akan kena imbasnya, dan gaji ku?! Oh... No No No! Sekarang aku harus mendobrak pintu ini! Dalam hitungan 3 2 1. "Kyaaa!" Aku pun terjatuh dalam pelukannya. "Heyy!! Kenapa kau langsung membuka pintu ini?" ujarku. "Lah? Ini kan pintu ku, jadi terserah aku lah mau di buka atau ditutup. Oh iya ngapain kau mau mendobrak pintu ku?" ujarnya. "Hm.. gpp hanya berlatih saja.." ujar ku sambil malu. "Hey! Kenapa wajah kau memerah?" ujarnya.
Aku pun menunjuk badannya yang tanpa busana dan di bawah nya hanya ada selembar handuk. "Tak ku sangka ternyata pembantu yang dekat dengan nenek tua ini juga mesum ternyata" ujarnya. Aku pun tak terima langsung melawannya dengan berkata "apa maksud mu hah?" ujar ku. Secara mendadak ia menggendong ku. "Kyaaa! Hei, turunkan aku!" ujar ku. "Bodo amat, kau lah yang duluan memulainya maka kau sendiri yang harus mengakhirinya!" ujarnya sambil tersenyum mesum!!.
"Menaiki sebuah pohon dengan seutas tali~ Melawan arus ombak dengan seutas kayu~ Semua akan baik baik saja!!~ Tenanglah ada aku disini!~" nyanyian ku yang disebabkan karena takut. Ia pun tercengang mendengar perkataan ku, sambil berkata "kau? Dari mana tau tentang lagu itu? Cepat beritahu aku!" ujarnya. Aku pun ragu menjawab karena aku waktu umur 17 tahun lupa ingatan, dan sekarang umurku 18 tahun. Jadi aku tak tahu lagu ini berasal dari mana. "A,a,a,aku tak tahu" ujarku. "Bohong! Cepat kasi tau aku!" ujarnya. "Suer aku tak tau!" ujar ku.
Dia pun menyuruhku keluar dari kamarnya, aku pun bingung atas kejadian itu. Ia turun dari kamarnya dan langsung ke meja makan tanpa mengganggu ku. Tapi... Kok rasanya agak berbeda ya? Dia mulai tidak menggangu ku dan aku mulai merasa kesepian. Ternyata gini ya rasanya kesepian, hm.. lebih baik aku beres rumah aja deh. Semua kamar sudah beres tinggal kamar tuan muda saja! Hm.. di kunci ternyata? Sebaiknya aku mencarinya disekitar sini! Hm.. dimana ya?
Mendadak tuan muda Le datang dan membentak ku "sedang apa kau disini?! Kau mau menyelinap masuk?!" ujarnya. "A,a,a,aku tak, em.. hanya ingin membereskan kamar mu saja tuan" ujar ku sambil menundukkan kepala karena takut. "Pergi saja kau! Tak usah membereskan kamar ku! Mulai sekarang kau tidak berhak memasuki kamarku! Kecuali ada izin dari ku!" ujarnya. "Ba,ba, baiklah tuan muda" ujar ku. Aku pun menangis tanpa ada alasan yang jelas. Aku merasa seperti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh tuan muda. Hm... Biarkan saja lah, jugaan aku memang tak berhak untuk mencampuri urusan nya.
Tetapi aku sangat kepo mengapa kamarnya tidak boleh di bereskan? Haruskah aku mencari taunya sendiri? Aku pun menyusun siasat untuk memasuki kamar tuan muda ini dengan sangat teliti.
Malam hari pukul 02.30 a.m (pagi)
Nah! Sekarang waktunya beraksi! Aku pun menuju kamar tuan muda Le ini. Dengan harapan mendapatkan informasi penting! Aku pun sudah tiba di kamarnya, eh? Kamar nya tidak di kunci? Em.. gpp lah yang penting bisa masuk.
Aku pun mengendap endap masuk ke kamarnya, eh sepertinya ada orang di tempat tidur ini? Dah lah palingan tuan muda yg sedang tidur saja. Biarkan saja lah... Dia pun menarik ku sampai jatuh ke dalam pelukannya. Ni orang suka sekali meluk aku!><
Aku pun perlahan lahan lepas dari pelukannya, lalu mencari informasi terkait dengan lagu itu. Eh? Ada sebuah berangkas itu. Sepertinya sangat penting deh. Aku pun mengambil berangkas itu, tetapi isi sidik jari. Aku menggunakan semua jari jari tangannya tetapi tak berfungsi? Terus menggunakan sidik jari siapa men? Aku pun menggunakan sidik jari ku, lah kok berhasil?
Aku yakin ingatanku berhubungan dengannya! Oke sekarang mari kita lihat, apa saja yang ada di berangkas! Hah?! Ternyata... Aku merupakan putri dari dunia mafia yang terbesar di dunia, tetapi ibu dan ayah ku meninggal akibat di tembak oleh keluarga Le ini? Terus akibat dari peristiwa itu putri dari pasangan itu mengakhiri hidupnya dengan meloncat ke danau. Apakah ini beneran aku? Ughh! Sakit sekali kepala ku! Ugh!
"Hah?? Aku ada di mana? " ujar ku. "Kau ada di rumah sakit" ujar tuan muda Le. "Kenapa aku ada di sini?" ujar ku. "Kau pingsan di kamarku tadi malam" ujar tuan muda Le. Aku pun takut kalo tuan muda Le tau bahwa aku yang membuka berangkas itu. Tetapi aku harus jujur! "Itu.. tuan muda Le... Aku..." ujar ku terpotong karena nyonya besar masuk ke ruangan.
"Apakah kau baik baik saja?" ujar nyonya besar sambil menatap ku. "Tenang saja nyonya, aku baik baik saja. Hanya sedikit sakit kepala saja" ujar ku. Dokter pun masuk dan berkata "karena adanya benturan benda tumpul di kepala mu yang terjadi 1 tahun yang lalu maka kau di diagnosis lupa ingatan. Tetapi sekarang kau mulai mengingat ngingat hal ini dapat menyebabkan kepala mu merasakan sakit. Saya sarankan agar jangan terlalu memaksa mengingat memori itu ya" ujar dokter. "Baik dok" ujar ku. Nyonya besar terlihat cemas dan menelfon secara diam diam dengan detektif nya "Tolong selidiki pembantu ku ini!" ujar nyonya.
Aku pun melihat nyonya besar mulai terlihat cemas. "Nyonya besar tenanglah, aku baik baik saja kok" ujar ku. "Emm. Oke" ujar nyonya besar. Suster pun datang dan membawa tensi. "Dik, sekarang saya tensi ya" ujarnya. "Owh, ok" ujar ku. "120/100" ujarnya, "masakasi ya suster" ujar ku. "Iya" ujar suster.
1 bulan kemudian...
"Pasien sudah di perbolehkan pulang, dan ingat jangan terlalu memaksa mengingat ya!" ujar dokter. "Baik dok, terimakasih telah merawat saya" ujar ku. "Sama sama" ujar dokter. Tuan muda Li mendadak menggendong ku. "Kenapa kau menggendongku? Kemana kau akan membawa ku?" ujar ku. "Ke hotel!" ujarnya. "Apa??" ujar ku.
Sesampainya di kamar hotel...
Ia pun mandi, dan aku bingung. "Oii! Coba jelaskan kenapa kita ke hotel?" ujarku. "Ya untuk 4646 lah" ujarnya. "Kau bajingan!!" ujarku sambil menangis. Ia yg mendengar aku menangis pun, berhenti mandi dan mengambil kan tisu di kantong kemejanya. "Kenapa kau menangis?" ujarnya. "Karena... Kau mau 4646 sama aku T_T" ujar ku. "Lah? Kan itu wajar karena kita sudah suami istri" ujarnya. "Hah? Suami istri? Sajak kapan kita menikah?" ujar ku. Bentar aku ceritain, aku mau pakek baju dulu.
⁄(⁄ ⁄•⁄-⁄•⁄ ⁄)⁄ "Oo oke" ujar ku
Eh.. tunggu dulu!! Kepala ku mulai sakit lagi?! Agh! Ingatan ku pun kembali, dan aku lah yang menceritakan ke pria mesum itu-_-
Hm.. jadi
Nama asli ku Raisa, waktu itu saat umurku 17 tahun aku menikah dengannya karena di jodohkan oleh orang tuanya. Tetapi orang tuanya malah mengkhianati kepercayaan orang tua ku. Dengan merebut kekuasaan dunia bisnis mafia itu, karena depresi aku pun menenggelamkan diri sendiri ke danau. Tetapi ada seorang yang baik hati menyelamatkan ku. Tetapi pada saat di tanya aku menjawab "aku tak mengingat apa pun". Lalu orang baik itu mengajak ku ke rumah sakit dan bertanya ke dokter mengapa aku hilang ingatan. Kata dokternya "karena benturan di kepala akibat terkena berbatuan yang ada di danau itu".
Setelah aku menceritakan itu, ia pun berkata "kau masih lupa satu hal!" ujarnya. "Loh? Apa itu?" ujar ku. "Aku selalu berusaha untuk mencari mu!" Ujarnya sambil menangis. Aku pun mulai ketawa, karena untuk pertama kalinya si tuan muda Le yang mesum ini menangis karena aku? Tetapi?! Ia malah tertawa?! Aku pun baru ingat kalo sekarang kan aku ada do hotel?! Oh No No No! "Kyaaa!" ujar ku. Kami pun mulai melakukan hubungan suami istri.
Ke esokan harinya...
"Dasar kau buas! Sakit sekali pinggangku sekarang!" ujar ku. "Tapi kau juga menikmatinya bukan?" ujarnya. "Aaaa! Dasar Mesum! ⁄(⁄ ⁄•⁄-⁄•⁄ ⁄)⁄" ujar ku.
Ya... Walaupun ia mesum tapi ia juga masih suami ku:v Oke kebenarannya telah terungkap dan sekarang cerita ini telah habis:v
***Terimakasih telah membaca! :)