"Tap.... tap... "
Langkah kaki yang terdengar terburu buru berlari menyusuri koridor kelas XI IPS 2.
Baru saja sipemilik langkah tersebut bermaksud menerobos masuk kedalam kelas tiba tiba dia dikejutkan oleh sebuah cengkraman kuat ditas sekolahnya yang membuat langkah kakinya langsung tertahan.
"Auww... auww..! "pekiknya terkejut dan langsung menoleh kebelakang melihat apa yang membuat dirinya tertahan untuk menyelinap masuk kedalam kelasnya.
"Apa kamu baru datang Gadis?!",sapa sebuah suara dingin yang berasal dari belakangnya yang membuat perempuan yang dipanggil Gadis itu langsung menyengir kuda untuk menutupi kesalahannya karena lagi lagi datang terlambat pagi itu.
"Maaf pak Pribumi saya tadi kesiangan karena... ".
"Apa lagi alasanmu kali ini?,jangan bilang kamu baru saja membantu korban kecelakan Bis untuk menghubungi pihak keluarganya yang tidak bisa dihubungi karena nomornya sedang tidak aktif!".
Mendengar ucapan dari pria yang dipanggilnya pak Pribumi yang merupakan guru sastra inggris killer disekolahnya itu Gadis Maharani hanya bisa kembali nyengir kuda tanpa bermaksud membalas atau mengiyakan ucapan gurunya itu.
"Saya hanya mau bilang hari ini saya tidak punya alasan lagi pak apa itu tidak masalah",jawabnya dengan wajah tanpa dosa.
"Jadi kamu bermaksud jujur bahwa kamu sengaja terlambat pagi ini!? ".
"Bu.. bukan begitu pak hanya saja sekarang saya sedang tidak ingin berbohong dengan Bapak karena mood saya sedang bagus ingin mengikuti seluruh pelajaran hari ini, jadi apa sekarang saya diizinkan untuk masuk kedalam kelas pak".
"Ya kamu boleh masuk kedalam kelas setelah kamu membersihkan seluruh toilet disekolah ini".
"What!!!,Bapak serius dengan perintah itu pak!!",teriak Gadis tidak percaya bahwa hari ini siKiller menghukumnya menjadi cleaning service sekolah,'Oh Tuhan akan jatuh nanti harga dirinya kalau sampai murid lain tau Gadis Maharani sigadis cute,Maskot sekolah dihukum seperti itu', gerutunya dalam hati tidak terima.
"Kenapa apa hukumanku terlalu ringan untukmu hari ini?".
Gadis segera menggelengkan kepalanya,"Ti.. tidak pak saya hanya terlalu senang karena Bapak hanya menghukum saya untuk mebersihkan toilet saja hari ini".
"Kalau begitu segera lakukan sebelum jam istirahat saya harap kamu sudah selesai melakukannya",ucap sang guru dengan berlalu pergi meninggalkan Gadis yang hanya bisa mengacak ngacak rambutnya kesal sambil menyumpah dalam hati.
**
"Bruk!!!".
Gadis melemparkan tas sekolahnya keatas tempat duduknya membuat teman temannya sedang asyik mengobrol langsung terkejut melihat kedatangan Gadis yang memasang wajah kesal.
"Dari mana lo? ",tanya Siska teman satu bangkunya.
"Abis tidur diUKS",jawab gadis asal dengan menghempaskan tubuhnya dikursinya.
"UKS?, lo sakit? ",tanya Siska khawatir dengan langsung menempelkan tangannya kekening Gadis.
"Iya!",jawab Gadis dengan menelungkupkan wajahnya kemeja.
"Sakit apa lo?,bukannya lo satu satunya manusia dibumi ini yang ditakuti oleh semua penyakit".
Mendengar itu Gadis langsung menatap Siska,"Dulu memang begitu tapi sejak sikiller bernama Pribumi itu datang kesekolah kita gue rasa semua penyakit berbondong bondong menghampiri gue!",Maki Gadis dengan kesal.
"What!!, gue nggak paham deh maksud lo Dis?".
"Gue sekarang lagi sakit tau Sis, sakit hati sakit kesal dan berbagai penyakit lainnya yang membuat gue tidak bahagia setiap kali gue berpapasan dengan Manusia Pribumi itu! ",maki Gadis semakin kesal.
"Jangan gitu Lo, kata orang benci dan cinta itu beda tipis lebih tipis dari selembar kertas,sekarang lo bilang benci sama pak Pribumi siapa tau besok lo bilang cinta mati padanya".
"Jangan nyumpahin gue seperti itu,gue bisa kena tekanan batin nanti".
"Gue bukan nyumpahin tapi memberikan lo gambaran nyata tentang hubungan lo sama Pak Pribumi yang menurut gue ada percikan percikan bunga... ".
"Stop!!,jangan ngomong sembarang deh lo Sis bikin gue merinding aja membayangkan bakalan sering melihat wajah pak Pribumi dalam keseharian hidup gue".
"Lo nggak suka sama pak Pribumi?,"tanya Siska penasaran.
"Nggak",geleng Gadis cepat membuat Siska langsung membulatkan matanya tidak percaya.
"Serius lo nggak ada perasaan naksir sama pak pribumi yang ganteng abis itu!! ".
Gadis kembali menatap Siska tajam",Gue bilang nggak ya nggak,emang kalau dia ganteng tajir gue harus suka gitu nggaklah dalam hidup gue,gue nggak pernah memandang cowok dari penampilannya tapi dari..".
"Ehemmm!! ".
Seketika obrolan Gadis dan Siska terhenti dengan deheman guru yang baru saja mereka bicarakan itu.
Pribumi menatap tajam kearah Gadis setelah sempat mendengar apa yang dikatakan Gadis barusan tentangnya.
"Gadis datang keruangan saya saat jam istirahat ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan kamu".
Mendengar itu gadis langsung membolakan matanya terkejut.
"A.. apa itu pak? ",tanyanya gugup.
"Nanti kita bicarakan diruangan saya saja".
Setelah mengatakan itu Pribumi keluar dari dalam kelas Gadis.
Gadis segera menatap Siska dengan kesal,"Ini gara gara lo!,kalau sampai sikiller pribumi menghukum gue lagi seperti tadi lo harus menggantikan gue untuk membersihkan seluruh toilet swkolah nanti",ucap Gadis dengan berdiri dari kursinya untuk pergi keruangan pak Pribumi.
**
"Tok.. tok.. ".
"Masuk! ".
Setelah mendengar perintah itu gadis langsung masuk kedalam ruangan.
"Pak tolong jangan menghukum saya lagi pak kali ini saya tidak bermaksud menjelek jelekkan Bapak tadi hanya saja...".
"Apa yang membuatmu tidak bisa menyukaiku Gadis? ",tanyanya tiba tiba yang membuat Gadis terkejut mendengar pertanyaan itu.
"I... itu.. ".
"Apa karena aku gurumu? ".
Gadis langsung menggeleng.
"Atau karena aku sering menghukummu karena kamu sering terlambat jadi kamu tidak menyukaiku? ".
Seketika Gadis langsung mengangguk.
"Tapi itu karena aku kesal kamu selalu memberi alasan tidak masuk akal setiap kali kamu datang terlambat kesekolah".
"Tapi saya tidak berbohong saat mengatakan alasan keterlambatan saya itu pak dan bapak serta guru yang lain menganggap saya selalu berbohong karena itu saya tidak bisa menyukai Bapak karena Bapak tidak pernah mempercayai saya sebagai murid Bapak, bagaimana nanti kalau saya menjadi pendamping hidup Bapak apakah Bapak akan menganggap setiap apa yang saya ucapkan juga selalu bohong?".
Sang guru langsung terdiam mendengar apa yang dikatakan Gadis padanya.