Di suatu hari, terlihatlah seorang wanita tengah mengobrol sendiri walau sebenarnya ia tengah mengobrol dengan kawan tak kasat mata nya.
Ia bernama Rika, adalah wanita indigo, dengan kemampuan lebih membaca aura seseorang, ia juga seorang yang penyabar dan selalu tersenyum walau hati nya terluka.
Kala itu, Rika selalu kemana-mana sendiri. walau sebenarnya ia tidaklah sendiri melainkan berdua dengan kawan tak kasat mata nya melangkah pergi menuju super market.
Namun sebelum sampai di sana, Rika hendak menyeberang jalan namun tidak melihat-lihat ke kanan atau kiri jalan. hingga sebuah motor sport yang melaju kencang pun hampir saja menabrak nya.
"Ngikkkkkk" Anggap aja suara rem motor ya gaes😅.
Lalu pengendara motor itu pun turun dan langsung menghampiri Rika yang kaget setengah mati. setelah itu Rika membuka mata nya dan melihat sosok pria tampan dengan mata sipit khas nya tengah berdiri di hadapan nya.
"Lu gak apa-apa?." Tanya Pria itu sambil memegang pundak Rika.
"Aku baik-baik saja, aku minta maaf." Jawab Rika yang kemudian pergi begitu saja.
"Ada apa dengan nya, kenapa dia langsung pergi begitu saja. ehm.. wanita aneh." Ucap Pria itu.
Lalu pria itu pun pergi dengan motor sport nya untuk melanjutkan perjalanan, sedangkan Rika kini ke supermarket walau di pikirannya terus membayangkan mata sipit pria itu.
Tiba-tiba..
"Eh.. Mami, pasti sedang memikirkan om tadi yakan hehe." Ucap Val (kawan tak kasat mata Rika)
"Haha, kamu ini ada-ada saja. sudahlah ayo kita pulang." Balas Rika yang kemudian mengambil sesuatu yang ia butuhkan lalu ke meja kasir.
Setelah membayar belanjaan nya, Rika pun pergi menuju rumah sederhana nya dan langsung menyajikan susu coklat untuk Val.
Kemudian, Rika segera membuka sebuah aplikasi yang berisi audio room. kala itu ia tengah di undang untuk membaca aura di room Aluxa dan ketika ia tengah membacakan aura.
Tiba-tiba Aluxa memperkenalkan abang nya yang bernama Luxas. lalu Luxas pun meminta untuk di bacakan aura nya seperti apa.
"Mami, tolong bacakan aura nya abang Luxas. dia abang aku yang suka buat aku ketawa haha." Ucap Aluxa.
"Baiklah Aluxa, bang Luxas ini penuh dengan aura hijau. di sini banyak sekali aura hijau sehingga aku bisa sebahagia ini malam ini." Balas Rika.
"Bang Luxas ini baik, suka tertawa dan selalu membawa happy apapun masalah yang tengah ia hadapi. aura oranye dari bang Luxas ini dia penyabar, dan pastinya aku tidak melihat aura merah." Sambung Rika.
"Kenapa tidak ada?, apakah aku sehijau itu?." Tanya Luxas.
"Hehe.. Aku pun tidak tau abang Luxas. yang pasti jika aku tidak dapat melihat aura merah itu maka aku butuh objek" Jawab Rika.
"Apa itu?." Tanya Luxas.
"Sebuah mata dan tatapan yang terpancar dari mata itu." Jawab Rika.
"Haha, ada-ada saja kamu Rika. tapi by the way... thanks ya." Ucap Luxas.
"Sama-sama" Balas Rika.
Lantas setelah itu, pembacaan aura pun terus berlanjut hingga larut malam. Kemudian setelah acara selesai, Rika pun tertidur walau tidak pulas karena masa penetralan energy nya.
*Putri cenayang&Pangeran penghibur hati*
Di hari-hari berikutnya, kembali lagi Rika di pertemukan dengan Pria dengan mata yang sama. namun kali ini ia terlihat begitu dekat ketika berada di supermarket yang sama.
"Lu cewek kemarin kan?." Tanya Pria itu.
"Iya" Jawab singkat Rika.
"Ehm.. kenapa lu langsung lari begitu saja?, padahal gua belum selesai bicara." Tanya Pria itu.
"Bukan urusan kamu." Jawab Rika yang kemudian kembali melangkah meninggalkan pria itu.
Namun kali ini pria itu mengejar Rika, hingga Rika terpaksa menghentikan langkah nya.
"Jawab gua" Ucap Pria itu.
"Tidak semua orang bisa menerima ku, dan tidak semua orang bisa mengerti ku. aku wanita aneh dan kau pria normal pasti tidak akan tau akan apa yang aku rasakan." Balas Rika lalu melanjutkan langkah nya.
"Apa dia cenayang?." Ucap Pria itu dalam batin nya.
*hari terus berlalu*
Kini kembali lagi Rika menjadi guest start di room aluxa. lalu sebelum ia memulai obrolan, list aura pun sudah terdaptar dengan nama Cania yang paling awal.
"Yuk Mami silahkan di mulai." Ucap Aluxa.
"Cania?, aura yang sama dengan Bang Luxas. Tiada merah dan tiada dendam. jahil dan penuh aura hijau dengan banyak keceriaan." Balas Rika.
"Aih.. aku sudah menyamar pun masih saja tidak ada aura merah haha" Ucap Cania yang ternyata Luxas.
"Astaga bang Luxas, ku kira kamu beneran Cania haha." Balas Rika.
"Hah sia-sia lah usaha ku untuk tau aura merah ku haha." Ucap Luxas.
"Kan sudah ku bilang, aku butuh objek hehe." Balas Rika.
Hingga suatu hari Rika patah hati karena seorang pria bernama Zuma, lalu Luxas pun mencoba banyak menghibur Rika. hingga akhirnya mereka semakin dekat dan mulai menjadi kawan Akrab.
Lalu mereka menjadi pasangan couple diam-diam hingga di sadari oleh Aluxa dengan banyak ejekan canda ia lontarkan karena ia masih tidak percaya Luxas si dingin namun jahil itu mempunyai couple.
"Tuh kan syank, pasti Aluxa ngejek haha." Ucap Luxas.
"Lagian dia gak peka-peka si" Balas Rika.
"Hehe, emang dasar Aluxa" Ucap Luxas.
Hari demi hari Rika dan Luxas lewati. Dan Luxas begitu banyak memberikan aura hijau nya sehingga membuat Rika tidak merasa sendiri.
Hingga pada akhirnya Luxas pun membagi foto dengan Rika, begitu pula sebaliknya. lalu Rika mulai menyadari kembali tatapan mata itu.
Dimana baginya tak asing di lihat dan bukan pertama kalinya ia melihat tatapan mata itu. lalu satu tahun berlalu..
Luxas pun bertemu dengan Rika. dengan aura hijau nya, Rika pun kembali melihat sosok yang sama namun kali ini tanpa helm yang selalu ia kenakan.
"Rika.." Ucap Pria itu yang ternyata Luxas.
"Kamu Luxas?." Tanya Rika.
"Aku luxas, ku kira kita jauh, ternyata selama ini kita dekat. hanya saja kita tidak bisa menyadari satu sama lain." Ucap Luxas.
"Dan aku kira hanya tatapan mata itu yang sama, namun ternyata pangerang penghibur hatiku itu orang yang selama ini selalu ada di sekitar ku." Balas Rika.
"Dan putri cenayang ku itu adalah wanita misterius yang selama ini selalu membuat ku heran. dan pada akhirnya.. rasa penasaran ku sudah terjawab." Ucap Luxas.
"Apa itu?." Tanya Rika.
"Kata-kata mu yang bilang aku tidak mengerti kamu itu salah syank. karena bagaimanapun kamu, aku akan menerima kamu apa adanya putri cenayang." Jawab Luxas.
"Terimakasih Syank." Ucap Rika.
"Aku juga terimakasih syank." Balas Luxas.
Lalu mereka pun memeluk satu sama lain dan Luxas memberikan first kiss nya pada Rika di pertemuan pertama itu. hingga cerita ini pun membawakan ending yang sangat bahagia..
Terimakasih.. Next Nata story.