Aurora adalah seorang Wanita yang begitu polos dan mempunyai kekurangan atau cacat di otak nya sehingga syaraf otak nya pun ada yang tidak befungsi sempurna dan mengakibatkan tangan kanan nya mengecil karena pembuluh darah yang tidak memgalir sempurna.
Aurora adalah anak orang kaya, bahkan Ayah nya mempunyai kantor besar di berbagai cabang dan Ibu nya pun adalah seorang pemilik salon di berbagai daerah indonesia.
Namun walau begitu, Aurora tidak pernah di perlakukan baik oleh kedua orang tua nya walau ia adalah anak tunggal.
Suatu hari saat Aurora ber umur 10 tahun, ia pun mendapat banyak prestasi musik di berbagai daerah. namun walau begitu, karena Ayah dan Ibu nya malu memiliki Anak seperti Aurora, mereka pun membawa Aurora ke jalan sepi yang jauh dari kediaman mereka.
"Ayah, Bunda, kita mau kemana?, hihi tumben kita jalan-jalan. biasanya kan aku gak boleh ikut kalian" Tanya Aurora.
"Diam kamu jangan banyak tanya!" Bentak Bunda.
Aurora pun diam dan menundukkan kepala nya sambil memainkan jari nya. lalu setiba nya di jalan sepi itu, Ibu Aurora dengan kasar menarik Aurora keluar dan kembali masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan Aurora sendirian.
"Ayah!!, Bunda!!, jangan tinggalkan Rora" Teriak Aurora sambil berlari mengejar mobil Ayah dan Ibu nya.
Namun naas, Aurora pun tertinggal karena kelajuan mobil Ayah dan Ibu nya yang di atas rata-rata kecepatan lari nya.
"Aku harus kemana?, kenapa mereka meninggalkan Rora" Ucap Aurora pada diri nya sendiri.
Tidak lama dari itu, ada sebuah mobil berhenti di depan Aurora. lalu Aurora pun syok karena hampir tertabrak oleh mobil itu.
"Aaaargh" Teriak Aurora lalu pingsan.
Sang pemilik mobil pun membawa Aurora yang tengah pingsan itu ke dalam mobil dan pergi ke sebuah rumah megah di dekat jalan sepi itu.
"Tuan, kita bawa anak ini ke dalam atau saya antar ke rumah sakit?" Tanya Supir.
"Kamu tolong telpon Dokter pribadi saya dan anak ini biar saya yang urus" Titah Tuan.
Supir itu pun melakukan apa yang Tuan nya perintahkan, lalu Aurora di bawa masuk oleh sang Tuan ke dalam sebuah kamar yang di dekor layak nya kamar perempuan.
Aurora pun di baringkan di atas tempat tidur dan di selimuti dengan selimut tebal hingga ke leher.
😘😘tidak lama kemudian😘😘
Dokter tiba di rumah mewah itu dan langsung memeriksa kondisi Aurora. setelah selesai, ia pun bertemu dengan sang Tuan yang akan kita sebut dengan nama Catur.
"Babaimana kondisi Anak itu?" Tanya Tuan Catur.
"Dia hanya syok Tuan, dan sepertinya ia mempunyai penyakit bawaan lahir karena tangan kanan nya begitu kecil berbeda dengan tangan kiri yang normal, pembuluh darah di tangan kiri pun tidak mengalir seolah berhenti dan mengering tanpa aliran yang normal" Jawab Dokter menjelaskan.
"Apa dia mempunyai gangguan syaraf?" Tanya Tuan Catur.
"Kita bisa menindak lajuti pengobatan di rumah sakit Tuan agar kita dapat mengetahui lebih lanjut penyakit gadis kecil ini" Jawab Dokter.
"Baik, jika begitu tolong kamu aturkan jadwal untuk kami dan saya akan kesana sesuai jadwal mu" Ucap Tuan Catur.
Lalu Dokter pun mengiyakan apa yang Tuan Catur inginkan dan pergi dari rumah mewah itu. tidak lama setelah Dokter itu pergi, Aurora pun terbangun dan melihat sekeliling nya.
"Rora dimana?" Tanya Aurora sambil memegang kepala nya.
"Di rumah saya Nak, maaf karena kelalaian Supir saya kamu jadi hampir tertabrak" Jawab Tuan Catur.
"Papah Tuan siapa?" Tanya Aurora lalu beranjak duduk menatap Tuan Catur.
"Kamu panggil aku Papah?" Tanya balik Tuan Catur.
"Iya, ehm Papah Tuan siapa?" Tanya Aurora dengan polos nya.
"Aku Catur, kamu bisa panggil aku Papah Atur" Jawab Tuan Catur.
"Oke Papah Atur, nama aku Aurora. alfa-uniform-rusia-oscar-rusia-alfa Aurora" Ucap Aurora.
"Kamu pintar sekali. ngomong-ngomong rumah Aurora dimana?" Tanya Tuan Catur lalu duduk di samping Aurora.
"Rumah Rora jauh dari sini dan Rora juga gak ingat dimana, Rora di tinggalkan Ayah dan Bunda di jalan tadi. mungkin mereka malu karena kekurangan Rora jadi Rora ehm.." Jawab Aurora sambil terisak tangis.
Lalu Tuan Catur pun memeluk Aurora layak nya Putri kandung, dan Aurora pun nyaman berada di pelukan Tuan Catur.
"Mulai sekarang, Rora akan Papah angkat menjadi Anak. jadi Rora akan tinggal di sini dan gak akan Papah timggalkan seperti Ayah dan Bunda Rora" Ucap Tuan Catur.
"Papah serius?" Tanya Aurora yang senang dan polos.
"Iya sayang, mulai sekarang ini kamar mu dan seisi rumah ini milik Rora" Jawab Tuan Catur.
Aurora pun senang dan kembali memeluk Tuan Catur.
🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇
Hari terus berganti dan tidak terasa Aurora yang tadinya 10 tahun kini sudah ber usia 20 tahun dan kuliah di universitas terbaik di jakarta karena beasiswa dan prestasi musik yang sudah banyak Aurora raih.
Namun walau begitu, Aurora tidak mempunyai teman satu pun karena kekurangan nya itu membuat banyak orang jijik bahkan malu bergaul dengan nya.
Hingga suatu hari, Aurora yang tengah memainkan biola di taman kecil di tarik paksa seorang Pria misterius dan di lecehkan di sebuah semak-semak.
Aurora sempat berontak, namun Pria itu menyuntikkan obat penenang pada Aurora hingga ia pun pingsan. setelah Pria itu puas, ia pun pergi begitu saja meninggalkan Aurora seorang diri.
Lalu karena hari sudah semakin senja, Tuan Catur yang menghawatirkan Aurora pun mencari Aurora ke taman yang tadi Aurora share lok ketika mengabari nya.
Dan betapa terkejutnya ketika ia melihat biola Aurora patah dan tangan Aurora yang tergeletak di balik semak-semak dengan kondisi memar di seluruh bagian tubuh nya dan baju yang sudah tidak karuan.
"Siapa yang melakukan ini pada Putri ku, aku akan mencari nya hingga liang lahat. itu janji ku" Ucap batin Tuan Catur sambil memakaikan jaket dan pergi membawa Aurora.
🍇🍇🍇🍇🍇🍇
Sesampai nya di rumah, Aurora membuka mata nya namun diam membisu karena trauma. Tuan Catur hanya bisa bersedih hingga suatu ketika Aurora mengamuk dari bisu nya.
"Papah! Rora kotor!, Papah Rora ini sampah!, Rora gak pantas hidup Pah!" Teriak Aurora.
"Enggak sayang, kamu gak kotor lihat kamu masih cantik. tidak kamu pantas hidup kamu punya hak hidup sayang jangan bilang begitu semua akan baik-baik saja" Balas Tuan Catur.
Namun Aurora terus memberontak hingga satu tamparan pun mendarat di pipi Aurora. hingga membuat Aurora terdiam.
"Kamu ini!, gak denger apa yang Papah bilang?, kamu itu layak hidup!, kamu punya hak!. ini bukan sikaf yang Papah didik buat kamu!, kenapa kamu malah bersikaf layaknya memang kamu bukan putri Papah hah!" Bentak Tuan Catur.
"Maaf Pah, aku kelepasan." Balas Aurora sambil terus memikirkan kata-kata Tuan Catur.
"Terserah kamu!, kamu memang bukan putri ku makan nya kamu gak akan mempunyai sikaf seperti ku walau sekeras apapun aku mendidik mu." Ucap Tuan Catur lalu pergi.
Aurora pun kaget mendengar kata-kata Tuan Catur. hingga ia teringat kembali dimana pertama ia bertemu dengan Tuan Catur dan ucapan Tuan Catur dan janji nya di awal pertemuan itu kini seakan sirna ketika suara Tuan Catur yang bilang Aurora bukan putri nya pun terus berputar.
Hingga akhirnya Aurora pun menaruh semua aset yang di berikan Tuan Catur untuknya dan berganti baju dengan baju yang ia beli dengan hasil lomba musik.
"Aku bukan anak Papah Atur, ehm.. aku lupa aku juga gak akan sama seperti dia. aku juga sudah kotor, dan pasti Papah akan malu dan benar-benar melupakan aku." Ucap batin Aurora.
Lalu Aurora pun menulis surat untuk Tuan Catur dan pergi lewat jendela sambil membawa sebuah boneka yang pernah di belikan Tuan Catur untuk nya.
"Papah aku pamit, terimakasih" Ucap batin Aurora lalu tersenyum dan pergi.
Waktu pun terus berlalu, hingga malam hari tiba. Aurora tidak keluar kamar hingga membuat Tuan Catur yang merasa bersalah karena ia kasar pada Aurora sore tadi pun masuk ke dalam kamar, namun tiada Aurora yang ia temukan hanyalah sebuah surat.
Tuan Catur pun membaca surat itu sambil meneteskan air mata.
Isi surat
"Papah, maafkan Aurora ya. rora gak marah Papah bilang begitu tentang Rora, yang pasti ucapan Papah benar. Rora bukan putri kandung Papah, Rora penyakitan, dan Rora juga kotor. pasti Papah mengatakan itu semua karena Papah malu juga ya punya anak seperti Rora. Rora tau pah, Rora pernah liat Papah di ejek teman Papah karena tangan Rora kecil sebelah, lalu Papah juga suka sedih kan saat Papah malu karena Rora. di tambah Rora sekarang kotor dan sewaktu-waktu jika ada yang tau pasti Papah akan di permalukan lagi. maka dari itu, Rora pamit ya Pah, sampai jumpa. Rora sayang Papah Catur"
Tuan Catur pun langsung bergegas mencari Aurora dan mengkerahkan semua bodguard bahkan satpam serta mafia-mafia nya untuk mencari Aurora. hingga cuaca yang cerah pun berubah menjadi hujan dan terlihat banyak warga berkerumun membuat Tuan Catur turun dari mobil untuk melihat ada apa di sana.
Dan betapa kaget nya ia ketika melihat Aurora sudah berlumuran darah, bahkan tangan kanan nya putus namun mata nya masih terbuka dalam sekarat nya.
"Rora! Anakku!" Teriak Tuan Catur lalu meraih Aurora kepelukan nya.
"Papah eh.. Tuan, kenapa mencari Rora?, hujan nya deras nanti Tuan sakit" Ucap Aurora dalam sekarat nya.
"Jangan panggil aku Tuan, aku ini Papah mu dan kamu Putri ku. ayo kiya ke rumah sakit ya. Papah gak akan marah lagi Papah janji" Ucap Tuan Catur.
"Gak usah repot lagi Pah, Rora gak akan nyusahin Papah lagi. tadi nya Rora gak tega tinggalkan Papah maka Rora lari untuk kembali ke rumah sebelum hujan lebih deras. namun sepertinya memang hanya sampai di sini pertemuan kita Pah. tangan Rora udah gak akan membuat semua orang malu, kepala Rora juga nanti gak akan sakit lagi, Rora juga gak akan buat malu Papah lagi. Makasih Papah aku sayang Papah" Ucap Aurora lalu menghembuskan nafas terakhir nya.
"Tidak!!!!!!!" Teriak Tuan Catur
Cerita pun Tamat☺
Pesan moral
"Mempunyai kekurangan fisik bukan berarti harus di perlakukan tidak adil, karena di balik setiap kekurangan pasti ada kelebihan. cinta pun tak memandang pamrih, karena cinta itu tulus tanpa melihat imbalan dan setiap kekurangan hamba nya"