Dua orang bersahabat nabiha dan bihan merencanakan sebuah perjalan menarik menyusuri hutan.
Katanya beberapa kilometer setelah masuk ke dalam hutan di daerah nukka, ada sebuah museum seni tersembunyi milik seorang seniman tanpa nama.
Nabiha dan bihan segera mengajak dua kawannya lagi yaitu riri dan sam agar perjalanan mereka menjadi lebih seru.
Berbekal infomasi seadanya dan rumor-rumor yang mereka dapat dari beberapa orang kerabat, mereka akhirnya pergi mencari museum seni di dalam hutan itu.
👩🏻
"bihan, di depan singgah bentar yah. aku sama riri mau beli cemilan sekalian buang air kecil".
👨🏻
"yaudah, nitip korek yah!".
👩🏻
"oke, lo nggak mau nitip sam?".
👨🏼
"gue mau turun juga, kebelet nih".
______________________________________
{(dalam toilet)}
👩🏻
"ri, gue udah nih. gue tunggu di luar yah. mau beli cemilan".
👩🏼
"iya", jawab riri singkat.
setelah membeli beberapa cemilan dan korek untuk bihan, nabiha lalu menuju kasir untuk membayar.
👩🏻
"eh ri, lo beli banyak banget. gue juga udah ambil banyak nih".
👩🏼
"lah, kan aku udah kasi tau sebelum kamu ke toilet. biar aku yang beli cemilannya".
👩🏻
"hah, kapan gue bilang? orang gue turun dari mobil langsung lari ke toilet", jawab nabiha heran.
👩🏼
"ah yaudah, balikin aja sebagian. mumpung belum di bayar. gue titip yah biha, mau ke toilet nih. dari tadi udah gue tahan", kata riri dengan sedikit terburu-baru.
👩🏻
"lah mau lagi?", tanyanya dengan nada sedikit mengejek.
👩🏼
"apa sih, gue baru mau ke toilet nih. udah yah, gue titip cemilannya", sambil berlari kecil menuju toilet.
👩🏻
"loh..loh, yang di wc sama gue tadi siapa?", batinnya sambil bergidik ngeri.
setelah selesai, mereka langsung menuju mobil untuk melanjutkan perjalanan.
nabiha yang mengalami kejadian aneh tadi memilih untuk tidak menceritakan semuanya karena takut merusak suasana.
______________________________________
{(pukul 15.23, mereka sampai di ujung pemukiman daerah nukka)}
👨🏼
"bihan, kayaknya kita cuma bisa sampai disini aja deh. jalannya udah sempit dan di dalam sana udah langsung menuju hutan".
👨🏻
"kita parkir disini aja kalau begitu. perjalanannya kita mulai dari sini guys".
merekapun turun dari mobil dan membawa masing-masing tas bawaan mereka.
tampak setelah jalan kecil yang mereka lewati di ujung perkampungan, terlihat hutan yang sangat lebat menyambut mereka.
saat itu hari masih terang sehingga jalan menuju hutan terlihat jelas. mereka menyusuri jalur langkah demi langkah.
👩🏻
"ri, lo capek?, muka lo agak pucat".
👩🏼
"iya nih,dikit. kita udah jalan hampir 3 jam han. udah mau maghrib nih. bentar lagi gelap".
👨🏻
"gue juga heran, perasaan orang-orang bilang gak sejauh ini deh. kita juga ngikutin jalurnya kan, gak ada jalur lain selain ini".
👨🏼
"bentar lagi malam han, kita nyari tempat aja buat bikin tenda. takutnya kalau jalan lagi malah tersesat. besok pagi kita lanjut lagi", dengan nada suara yang sedikit lelah juga".
👨🏻
"ya udah, kita jalan dikit lagi buat cari tempat yang agak bagus okey! ", kata bihan sambil menyemangati temannya.
setelah beberapa puluh meter berjalan, samar-samar ada cahaya di sebelah barat, memang melenceng dari jalur, tapi jaraknya tidak terlalu jauh.
👩🏻
"eh sam, lihat deh. itu rumah kan?", tanya nabiha sambil menunjuk sumber cahaya.
👨🏼
"lah iya, rumah woy. kita nggak usah buat tenda dulu. kita ke sana aja, siapa tau ada penghuninya kan", seru sam dengan semangat.
setelah beberapa saat, mereka sampai di depan rumah yang mereka maksud. tampak bangunan yang terbuat dari kayu, lumayan besar, terlihat kokoh sekaligus agak lusuh dengan jendela kaca buram.
👩🏻
"seperti tak terawat, siapa juga yang tinggal di dalam hutan seperti ini. penerangannya hanya menggunakan obor".
👨🏼
"ketuk aja pintunya. siapa tau ada orangnya".
bihan mencoba mengetuk pintu. tapi setelah di lihat lagi, pintu itu tidak tertutup rapat.
👨🏻
"pintunya gak di kunci, kita masuk gak yah?", tanya bihan merasa bimbang.
(tiba-tiba!!)
jauh di dalam hutan terdengar suara teriakan yang sangat jelas. mereka hanya bisa saling menatap dan berlomba masuk ke dalam rumah saking takutnya.
👩🏼
"apaan tu weh, langsung mules perut gue gara-gara kaget", dengan wajah yang lemas.
👩🏻
"mana nyaring banget lagi", sambil mengelus dada.
👨🏻
"udah, jangan di tegur. biarin aja, biasa lah itu", jawabnya santai agar tidak menakuti nabiha dan riri.
👨🏼
"eh lihat !!!".
mereka berempat melongo sekaligus takjub. di seluruh dinding rumah itu di penuhi lukisan. walaupun tidak terlalu jelas karena penerangan yang minim, tapi mereka cukup yakin kalau semua itu adalah lukisan.
👨🏻
"apa mungkin ini tempatnya?"
👨🏼
"orang-orang bilang bangunannya megah", masih dengan ekspresi tak percaya setelah melihat lukisan.
👩🏻
"katanya ada pekarangan dan lampu yang indah", tambah nabiha dengan sedikit menganga karena terpaku dengan lukisan.
👩🏼
"yang aku dengar lukisannya di bingkai dengan emas", timpal riri dengan suara pelan.
👨🏻
"itulah rumor dan ini kenyataannya. bangun woyyy", ucap bihan dengan datar.
seolah terhipnotis, mereka melupakan suara mengerikan tadi.
👨🏼
"dia pasti seniman hebat, lukisannya tampak nyata bahkan di kegelapan", masih belum bisa melepas pandangan.
👩🏼
"iya, wanita-wanita dalam lukisan itu juga sangat cantik dengan tatapan misterius. seperti monalisa saja".
👨🏼
"alah ri, lo cuma tau monalisa kan hahaha", ledek sam.
👩🏼
(melirik, sambil cemberut)
👨🏻
"kelihatannya gak ada orang deh. gimana kalau periksa ke atas, siapa tau ada kamar atau semacamnya", ajak bihan.
merekapun naik ke atas dan benar saja, ada dua kasur kecil dan juga kursi panjang.
👩🏻
"tidak ada sekat disini, kasurnya juga cuma 2".
👨🏻
"kalian pakai saja kasurnya, aku sama sam tidur di kursi", usul bihan.
👨🏼
(merebahkan diri di kursi)
"wah, bahkan disini juga banyak lukisan".
👩🏼
"besok kita akan melihatnya dengan jelas. setelah itu kita buat video sebagai bukti kalau kita nemuin museum si pelukis tanpa nama".
👩🏻
"iya, sekarang istirahat saja".
(brak.. terdengar seperti suara benda terjatuh)
nabiha melihat sekeliling dan menyadari bahwa lukisan wanita yang ada di dinding dekat iya tidur, tiba-tiba menghilang.
👩🏻
"ah lukisannya jatuh", batinnya sambil kembali memejamkan mata.
(keesokan paginya sekitar pukul 07.00)
👨🏻
"biha, bangun. nabiha!!, kita harus pergi dari sini secepatnya", pinta bihan sambil membangunkan sahabatnya itu dengan wajah panik.
👩🏻
"eeemmm, kenapa?", jawab nabiha malas dan masih mengantuk.
👨🏻
"lihat!!", sambil menunjuk seluruh dinding ruangan.
👩🏻
nabiha yang tadinya hampir tak bisa membuka matanya karena rasa kantuk, kini membelalak. mulutnya hampir menganga karena menyadari sesuatu.
"jendela?!", dengan nada sedikit berteriak.
👨🏻
"yang kita lihat semalam bukan semuanya lukisan, tapi jendela".
"cuma ada beberapa lukisan pemandangan disini!!".
👩🏻
(nabiha perlahan memalingkan wajahnya ke arah lukisan yang jatuh semalam dan benar saja. Tidak ada lukisan apapun, melainkan hanya sebuah jendela).
"hik hik", begitu terkejut dengan suara tangis yang tertahan.
👨🏻
"nabiha, ayo. kita harus segera pergi dari sini!".
👩🏻
"riri sama sam mana?", tanyanya panik.
👨🏻
"sam di bawah, tapi riri.. riri hilang!".
👩🏻
"apa?"
dengan langkah gemetar, mereka turun dengan tergesa-gesa dan mendapati sam yang duduk termenung di bawah.
👩🏻
"bihaann, sam kenapa?", tanya nabiha ketakutan.
👨🏻
"waktu aku bangun tadi pagi, aku lihat udah gak ada riri sama sam. pas aku turun kebawah, kondisi sam udah kaya gitu. duduk di kursi dan gak mau bicara, yang lebih parahnya lagi tadi dia gak pake pakaian apapun. badannya gemetar dan cuma minta pulang", terang bihan.
👩🏻
"kita gak bisa pergi gitu aja, riri gak ada!!", protesnya.
👨🏻
"semalem aku lihat riri keluar, tapi aku kira cuma mau ke toilet. tapi,..", jawab bihan ragu.
👩🏻
"kenapa?".
👨🏻
"bukannya keluar lewat pintu, riri malah jalan ke dinding di samping tempat tidurmu, menembus dinding itu dan menghilang".
👩🏻
(apa saat aku lihat lukisan wanita itu terjatuh?) batin nabiha.
👨🏻
"aku kira cuma halusinasi karena capek, jadi aku hiraukan", dengan wajah lesu.
"kita gak bisa disini lagi, kita harus pulang. kita harus bawa sam pergi sebelum tambah parah", ajak bihan dengan tergesa-gesa.
👩🏻
(berpikir sejenak)
"haruskan aku ninggalin riri disini?", pikirnya dalam hati.
"ayo, biar aku bawa tasnya. kamu bantu dia jalan", tanpa berpikir panjang langsung menyetujui untuk pergi dari rumah itu.
tiba-tiba rumah itu berguncang dengan hebatnya, beberapa lukisan yang tersisa dan kayu-kayu dari atap yang rapuh mulai berjatuhan.
👨🏻
"biha, ayo cepat. hati-hati", sambil membopong sam.
👩🏻
(mendengar bisikan dan berhenti sejenak)
{temani aku!! temani aku disini!! aku ingin sam!!}
nabiha yang panik dengan suara yang begitu jelas terdengar di telinganya langsung membeku. suaranya tertahan dengan air mata yang mengalir deras.
beberapa runtuhan kini mengenai mereka, bihan berhasil membawa sam keluar dan sedikit menjauh dari rumah itu. kemudian kembali ke dalam membantu nabiha.
pundak mereka mendapat luka yang cukup serius namun berhasil keluar dari rumah itu.
karena kelelahan setelah berjalan beberapa puluh meter, mereka akhirnya tumbang satu persatu.
______________________________________
{(beberapa jam setelahnya)}
👩🏻
"aw, sakit", merasakan nyeri di pundaknya.
👩⚕️
"jangan terlalu banyak bergerak, pundak adik terluka parah", jawab dokter yang menanganinya.
👩🏻
(aku di rumah sakit?), batinnya.
👨🏻
"biha lo gak apa-apa?", dengan wajah panik.
👩🏻
"agak perih dikit. tapi siapa yang bawa kita ke sini?".
bihan yang telah siuman lebih dulu menceritakan kembali apa yang sudah dikatakan pak ridwan padanya.
pak ridwan adalah orang yang menemukan mereka di hutan sebelum akhirnya membawa mereka ke rumah sakit dengan bantuan warga.
pak ridwan merasa khawatir karena melihat mobil asing terparkir di dekat rumahnya sejak 2 hari yang lalu dan memutuskan untuk mencari mereka.
👩🏻
"2 hari yang lalu? bukannya kita pergi kemarin ya?", tanya nabiha bingung.
👨🏻
"aku juga gak tau, ternyata kita udah di sana 2 hari".
👩🏻
"bagaimana dengan sam dan riri?", kata nabiha cemas.
👨🏻
"sam belum sadar, kata dokter dia mungkin shock berat. kalau riri~".
👩🏻
"riri dimana bihan??", sambil menitihkan air mata.
👨🏻
"dia baik-baik aja. bentar lagi bakal sampai ke sini".
(beberapa menit kemudian)
👩🏼
"nabihaaa, bihaan!!", teriaknya dengan kencang.
👨🏻👩🏻
"riri!!".
👩🏻
"ri, lo dari mana aja? lo kemana aja?, tanyanya merasa cemas.
👩🏼
"gue sempet takut. di daerah orang sendirian, kalian ninggalin gue", sambil menahan air mata.
👩🏻
"maaf ri, gue gak bermaksud ninggalin lo di rumah itu. gue**".
👩🏼
"rumah? rumah apa? lo ninggalin gue minimarket. gue bingung harus apa, seolah kalian sengaja ninggalin gue gitu aja. sebenarnya kenapa? apa yang terjadi?".
👩🏻
(bingung)
👨🏻
"sebelum aku sadar beberapa jam yang lalu, ternyata pak ridwan nelfon riri pake hp gue dan langsung jemput riri ke sini".
👩🏻
"jadi riri gak pernah ikut kita ke hutan?, gimana ceritanya??
(tiba-tiba teringan kejadian 2 hari yang lalu di toilet)
"apa jangan-jangan?".
nabiha menceritakan keanehan yang di alaminya sewaktu mampir ke toilet bersama riri.
riri akhirnya paham, mengapa sahabat-sahabatnya itu pergi tanpa menyadari kalau riri tidak ada di mobil.
👩🏼
"aaa, ternyata ada riri jadi-jadian di mobil?".
"untung aja yang punya minimarket itu baik banget. gue numpang tidur di sana juga tanpa uang untuk balik. gue nunggu kalian di sana selama 2 hari, berharap kalian bakal balik dan bilang kalo kalian ngeprank gue aja", ceritanya sambil menahan kembali air matanya.
(tidak lama kemudian, sam akhirnya sadar)
meski masih terlihat sangat lemas, sam akhirnya mau bercerita.
👨🏼
"gue mau ngaku ke kalian sebelumnya. gue sebenarnya suka sama riri", katanya dengan tegas.
riri yang mendengar itu sedikit terkejut, mengingat sam tidak pernah menunjukkan perasaannya dengan jelas.
sam melanjutkan,
👨🏼
"malam itu gue lihat riri bangun, dia kelihatan mondar mandir sebelum akhirnya lompat dari jendela di samping nabiha. gue kaget banget, gue shock sampai suara gue tertahan. gue cuma bisa langsung turun untuk melihat keadaannya. anehnya saat aku turun, riri malah duduk di kursi yang ada di lantai 1. tentu saja aku merasa heran, tapi melihat dia baik-baik saja dan tersenyum padaku, membuat aku merasa lega. semua pikiran kalau riri jatuh dari jendela itu langsung sirna. kemudian,~".
👩🏼👩🏻👨🏻
(menatap penasaran)
👨🏼
"riri datang ke arah gue, terus meluk gue. jujur gue seneng. gue kira riri punya perasaan yang sama ke gue. dan akhirnya~".
👨🏻
"aaaaatititidakaaa", teriak bihan mengalihkan pembicaraan.
(dengan kondisi dia tidak memakai sehelai kain pun pagi itu, aku bisa nebak apa yang terjadi), pikir bihan dalam hati.
"yang penting kita semua selamat. udah itu aja".
🧔🏻
"kalian semua sudah siuman? baguslah!!
👨🏻
"pak ridwan!, pak, kami sangat berterima kasih atas bantuan bapak hari ini. kalau bukan karena bapak, kami mungkin sudah~".
🧔🏻
"udah, gak apa-apa. syukurlah kalian tidak kenapa-kenapa. sebenarnya kenapa kalian masuk ke hutan itu? penduduk di daerah kami bahkan tidak berani masuk ke sana".
👨🏻
"kami mau menjelajah pak, kebetulan kami penasaran dengan cerita museum megah di tengah hutan sana. tentu saja kami juga tidak menyangka akan jadi seperti ini".
🧔🏻
"banyak cerita simpang siur mengenai museum itu. museum itu sebenarnya memang ada, tetapi sejak berpuluh tahun yang lalu tidak ada lagi yang berani masuk ke sana".
👨🏼
"sebenarnya ada apa pak?, kami bahkan di sambut banyak makhluk yang menatap kami semalaman lewat jendela", tanyanya kesal.
🧔🏻
"dulu ada seorang pelukis wanita yang tinggal di sana. orang-orang dulu kenal dengannya, wanita itu sangat baik, dermawan dan tentu saja berbakat. rumah itu peninggalan orang tuanya, makanya ia memilih bertahan tinggal di sana.
suatu hari, ada seorang lelaki tersesat di hutan dan akhirnya menemukan rumah wanita itu. dia di sambut baik di sana. sampai pada akhirnya mereka saling jatuh cinta. beberapa bulan kemudian, lelaki yang bersamanya pergi meninggalkan wanita itu tanpa satupun pesan. semua orang yang ada di desa melihat lelaki itu keluar dari hutan dengan terburu-buru kemudian menemui seorang wanita di ujung jalan. mendengar pengakuan dari warga desa, wanita itu merasa di khianati, setiap hari yang dia lakukan hanya melukis dan melukis. lukisannya memenuhi seluruh ruangan hingga langit-langit rumahnya. hingga pada puncak keputusasaannya, dia memilih bunuh diri dengan melompat dari jendela kamarnya. warga desa menemukannya beberapa hari kemudian dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. karena mengingat kebaikannya selama ini, warga desa memilih untuk tidak mengungkit lagi peristiwa itu".
👩🏻
"lalu bagaimana banyak rumor bisa menyebar pak?"
🧔🏻
"terkadang orang dari luar daerah datang untuk sekedar menjelajah seperti kalian. dan secara tidak sengaja menemukan rumah wanita itu".
"menurut pengakuan beberapa orang yang melihatnya, terkadang ada yang mengaku melihat museum besar, ada yang melihat rumah mewah, bahkan ada juga yang melihat wujud asli rumah tersebut". begitulah rumor mulai menyebar dan diketahui oleh beberapa orang. tentu saja, mereka hanya mengetahui sebagian dari kebenaran ini".
"dan asal kalian tahu, selama berpuluh tahun kejadian itu dan orang-orang yang sudah menemukan rumah itu, hanya kasus kalian yang seperti ini. mereka semua bisa keluar dari hutan tanpa merasa takut sedikitpun, justru sebaliknya".
👨🏻
"ternyata begitu ceritanya. kenapa dia membenci kami, kami tidak bermaksud merusak atau mengganggu di rumah itu".
🧔🏻
"aku juga sedikit heran. wanita itu hanya membenci sam saja. dan selama ini semuanya aman-aman saja".
👨🏻👩🏻👩🏼
"sam?", jawab mereka bersamaan.
🧔🏻
"oh iya, lelaki yang meninggalkan wanita itu bernama sam", jawabnya.
👨🏻👩🏻👩🏼
(menoleh ke arah sam)
🧔🏻
(pak ridwan sedikit terkejut)
"jangan bilaaang~temanmu ini, bernama~", ucap pak ridwan dengan ekspresi tak percaya.
______________________________________
the end👨🏻👩🏻👩🏼👨🏼
sekian dulu petualangan nabihan dan kawan-kawan. sampai jumpaaaa ;):)