Gaun hitam panjang melekat di tubuhku. Sejenak aku berpikir. Jika sang waktu berputar kembali, dan aku memilih jalan yang berbeda dari hidupku sekarang ini, hal apa yang akan berubah?
Andai saja saat itu aku lebih memilih untuk mengejar mimpiku menjadi seorang aktris. Apa aku akan tetap berada di sini?
Andai saja aku menentang pilihan orang tuaku yang bersikeras agar aku terjun ke dunia musik. Apa hal ini tetap terjadi?
Andai saja kakakku tidak mengorbankan dirinya untukku. Apa ia akan duduk di sana? Menyemangatiku seperti dulu?
Andai saja aku lebih berani. Apa orang-orang itu tidak akan menginjakku?
Andai dan andai. Segalanya terhenti karena kata 'andai'.
Ah. Mungkin aku terlalu banyak berpikir.
Setidaknya, meskipun hari-hari kelam yang kulalui begitu panjang. Dan segala perandaianku terwujud, mungkin, mungkin saja aku tak lagi berdiri di sini.
Mengenakan gaun hitam panjang dengan rambut yang tergerai. Memainkan biola dalam pertunjukan pertamaku dan kabut putih di sekeliling panggung untuk mendukung permainanku.
Aku Cleodora. Siap untuk berjalan menuju takdirku.