Saat itu, Fahra masih kecil dirinya tidak pernah mendapatkan apa itu kasih sayang dari kedua orang tua nya. Hanya sibuk mengurus kerjaannya dan kedua Kakak nya kakak laki-laki dan kakak perempuan nya saja, yang membuat kedua orang tua sibuk dengan dirinya di abaikan dan menganggap ia adalah sebuah kesalahan dalam hidup kedua orang tuanya.
Waktu itu. 9 tahun umur Fahra, saat akan berangkat sekolah.
Ruang Makan
Sayang Papa dan Mama akan berangkat ke luar negeri untuk mengurusi perusahaan disana untuk waktu yang lama."ujar sang Papa
Dan sang Mama menatap Papa dan kedua kakak nya saja. tanpa melihat kehadiran Fahra.
Iya "balas sang kedua kakak Fahra
Fahra menatap makan diam dan tidak menjawabnya.
Mereka semua langsung makan dan pergi tanpa berpamitan pada Fahra.
.
.
Berapa Tahun Kemudian.
Umur Fahra saat ini menginjak usia 27 tahun. Hidup Fahra kini kosong tidak ada yang namanya kebahagiaan untuk nya.
Bekerja untuk biaya hidup dan makan selebihnya, hampa, kesedihan, luka sakit.
Saat ini Fahra bekerja di perusahaan *Q*R*S* sebagai asisten.
tik.. tik... tik.. "suara ketika tangan Fahra yang bekerja, untuk mengatur jadwal bos nya untuk meeting.
tuk tuk tuk" suara ketukan sepatu menadahkan seorang berjalan ke ruang Fahra.
"tok.. tok.. tok.."
"permisi mbak Fahra, maaf ini pesanan makan"ujar Indah cleaning service di kantor.
" Ya, Indah Terima kasih kamu taruh di meja saya "ujar Fahra wajar datar
" iya, Sama-sama mbak Fahra"
"kalau begitu saya permisi balik, ya mbak Fahra "ujar indah pada Fahra
" Ya, silakan " balas Fahra
Selesai indah keluar, Fahra menatap makan yang ia pesan pada indah. lalu balik selesaikan perkerjaan terlebih dahulu lalu. Ia membuka makanan dan memakan meminum dengan nikmat itu lah Fahra selamat di kantor seperti itu.
Selesai makan ia merapi kerjaan nya, dan segera turun ke bawah untuk pulang.
di kamar Fahra menatap jendela mengingat masa depan seorang pria yang mengajak untuk membangun sebuah keluarga namun ia tolak.
""Maaf Daniel aku tidak bisa menierma ajak mu untuk membangun sebuah keluarga kecil, aku punya mimpiku dan aku miliki ketakutan untuk membuat keluarga kecil.
Orang sepertimu tidak akan tahu artinya, dan aku pikir kamu tidak akan pernah mengerti maksud ku. " ujar Fahra, berbalik dan pergi meninggalkan Daniel sendiri terdiam."ucapan yang keluar mulut Fahra seperti pisau yang mengiris hatinya.
Daniel mencintainya dengan semua keberadaannya. Fahra mengatakan Daniel tidak pernah tahu seperti apa rasanya memiliki mimpinya dan ketakutan memiliki keluarga kecil."
"fuhh"ehlah nafas
Fahra.
Situasi seperti itu, semua orang akan berpikir bahwa Fahra adalah wanita egois, tetapi siapa yang tahu wanita seperti Fahra akan hancur karena keinginan dari dirinya.
.......
"Tapi, bos...."
"Kamu Keluar." ujar bos di akhir nada diskusinya dan masuk ke dalam kantornya untuk mempersiapkan pertemuannya dalam 10 menit mendatang.
ting lift terbuka
"asisten Fahra?" bos mengangkat kepalanya untuk melihat seorang yang di sana berdiri itu Fahra.
"Mr. Antonio" ia berdiri dan berjabat tangan dengan Tuan Antonio , seseorang seperti Fahra itu unik dan jarang di temukan, itulah sebabnya perusahaan *Q*R*S* adalah satu-satunya perusahaan tempat ia bekerja selama berapa tahun ini.
"Saya minta maaf atas keterlambatan dalam jadwal nya tuan, beberapa karyawan yang tidak bertanggung jawab lupa apa pekerjaannya, tetapi tuan tidak perlu khawatir semuanya terkendali sekarang dan saya akan..."ujar Fahra
"Asisten Fahra anda adalah Asisten lama dan saya memiliki kepercayaan penuh pada pekerjaan Anda"ujar Mr. Antonio menyatakan sambil tersenyum.
Tuan Antonio itu tahu betapa Fahra sukses dan tidak ada yang bisa main-main dan ia yakin bahwa pekerja yang dia bicarakan ada di rumahnya yang sekarang sedang mencari pekerjaan.