Di sore hari menjelang Magrib Anggi yang menuju rumahnya untuk segera kembali.Ia baru pulang dari rumah temannya di kampung sebelah untuk membicarakan tugas sekolahnya.
Namun langkahnya harus terhenti ketika mendengar suara dari balik semak-semak yang berada di dekat pohon mahoni.
Untuk pergi ke kampung sebelah ia harus melewati sungai kecil dan bukit yang hanya di tumbuhi satu pohon Mahoni.
Karena rasa penasarannya itu Anggi pun melangkah mendekat untuk melihat apa yang berada di balik semak-semak itu.
Ia berjalan dengan pelan-pelan takut jika yang berada di balik semak itu adalah hewan yang menggigit dan dapat membahayakan nyawanya. ketika ia sudah berada di dekat semak-semak itu Anggi tidak lagi melihat ada penggerakan di semak-semak itu. Tapi karena sudah berada di dekat semak-semak itu Anggi pun tetap berusaha melihat apa yang bergerak-gerak tadi. Namun Anggi sama sekali tidak menemukan hewan apa pun di sekitarnya.
"Apa mungkin angin ya?" tanya Anggi pada dirinya sendiri karena terlalu heran.
"Ah!!! sudahlah.. sudah hampir malam juga lebih baik aku pulang dulu dari pada di cariin ibu nanti!" Ujar nya.
Karena tidak menemukan apapun di situ anggi bergegas pulang. Namun baru saja hendak melangkah Anggi seperti melihat ada bayangan orang yang berada di balik pohon mahoni di dekatnya itu.
Anggipun berjalan perlahan-lahan ke arah pohon itu. Ketika hampir tiba di bawah pohon mahoni itu Anggi merasakan angin yang berhembus kencang dan pohon mahoni itu juga bergoyang-goyang karena hembusan angin. semakin lama semakin dekat Anggi melangkah, entah karena suasananya yang menjadi horor atau karena memang adanya makhluk ghaib di sekitarnya, bulu kuduk Anggi merinding. Semua tubuhnya pun mulai tampak menggigil karena dinginnya angin dan suasana yang terasa mencengkamkan.
Di tambah hari yang sudah menjelang malam semakin terlihat suasana horornya.
Ketika sudah berada tepat di bawah pohon mahoni itu Anggi tidak melihat adanya siapapun atau makhluk hidup di situ.
Anggi pun mulai merasa ketakutan yang mendalam. Tapi ia mencoba memberanikan dirinya untuk mengeluarkan suaranya
"Permisi!!!?Apa ada orang???" Anggi berusaha mengeluarkan suaranya dan bertanya, namun tidak ada jawaban apapun selain angin yang berhembus semakin kencang.
Karena tidak mendapat jawaban apapun iapun membalikkan badannya dan..................(Author:Hayo pada penasaran ya?)...
Karena tidak mendapatkan jawaban apapun iapun membalikkan badannya "Haaaaa!!" betapa terkejutnya Anggi ketika di belakang berdiri seorang wanita dengan pakaian putih yang lusuh, rambut yang panjang dan wajahnya yang rusak dengan ditutupi oleh rambut di bagian kanannya. Sungguh menakutkan. Karena sangking kagetnya ia sampai terduduk di rerumputan.
"Kkk..ka..ka...kamu ssi..si...ya...pa?" tanya Anggi dengan terbata-bata (Author: Anggi Lo bodoh banget sih, bukannya kabur malah pake nanyak lagi dia siapa?)
Namun Anggi sama sekali tidak mendapatkan jawaban dari Orang ralat setan mungkin; yang berada di hadapannya itu.
Karena tak kunjung mendapati jawaban dan tak mendengarkan apa pun Anggi pun mencoba mengangkat kepalanya dan dia tak mendapati apa pun di hadapannya.
"KK ke kemana wa wanita tt tadi?" tanya nya pada diri sendiri dengan tergagap karena rasa takut yang masih menguasai nya. Jelas-jelas tadi ai melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa ada wanita di hadapannya.
Karena sudah terlanjur takut Anggi tidak berani untuk mencari ke sekelilingnya lagi. Ia segera melangkahkan kakinya menuju rumahnya. Namun matanya Tampa sengaja melihat sesuatu yg berkilau karena cahaya bulan yang sudah mulai menampakkan dirinya itu memantulkan cahaya yang terang. Anggipun mengambilnya dan melihat dengan jelas benda itu yang ternyata sebuah Bros berbentuk pohon mahoni, dengan mutiara yang indah.
Karena Bros itu terlalu indah untuk di biarkan jadi Anggi berinisiatif untuk membawanya pulang.
Tampa ia sadari seseorang yang berada di belakangnya terus mengikutinya.
"Assalamualaikum" ucap Anggi ketika ia membuka pintu rumahnya.
"Walaikum salam! Anggi kamu dari mana aja sih nak? kok udah gelap gini baru pulang? terus kenapa kamu keringatan banget kek gini?" tanya sang ibu dengan sederet pertanyaan.
"Anggi tadi abis dari rumah Lilis Bu buat ngerjain tugas sekolah. agak susah jadi pulang terlambat deh". jelas Anggi.
Terus ini kenapa keringetan banget? Udah kayak di kejar hantu aja kamu ini!". tanya ibu Anggi dengan heran.
Mendengar pertanyaan dari sang ibu membuat Anggi teringat dengan yang terjadi tadi pada dirinya. seketika ia menelan ludahnya dengan kasar karena mengingat kejadian tadi.
"Eng...enggak Bu, in..ini tadi karena pulangnya hampir malam jadi aku lari-lari biar cepat sampai!!". jelas Anggi dengan gugup.
"kok kamunya jadi aneh sih?" tanya sang ibu dengan kening yang berkerut.
"An...aneh kenapa? ah mungkin persaan ibu aja kali. Bapak kemana Bu? tanya Anggi berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
"Oh bapak belum pulang kerja. Mungkin bentar lagi udah pulang kok". jawab sang ibu
"Kalau gitu aku mau bersih-bersih diri dulu ya Bu" Anggi pun pamit hendak membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
"yaudah!..Abis itu kamu langsung makan ya?"
"Iya Bu!!!"
" Kok kayak bau menyan gini ya?" tanya ibu Anggi heran ketika ia hendak menuju ke kamarnya.
Setelahnya Anggipun pergi ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya.
Saat hendak mandi ia meletakkan Bros yang
ditemukannya tadi di atas meja riasnya.
lalu bergegas ke kamar mandi yang berada di samping dapur rumahnya.
Setelah selesai Anggi pun kembali ke kamar untuk berganti pakaian. dan saat akan melangkahkan kakinya ke arah lemari yang berada di pojok kamarnya ia seperti melihat bayangan seseorang di belakangnya. Ketika Anggi lihat kembali dengan jelas, ia tidak menemukan apapun.
"Apa mungkin cuman perasaan aku aja kali ya? Ia, mungkin karena ketakutan yang berlebihan tadi aja kali"meskipun mengatakan hal itu, perasaan Anggi tetap tidak nyaman.
Anggipun segera berganti pakaian dan menuju meja rias untuk menyisir rambutnya.
ketika hendak meletakkan kembali sisir, Tampa sengaja tangannya mengenai Bros yang ia temukan tadi.
"Kira-kira Bros secantik ini punya siapa ya?" tanyanya heran.
"Apa aku kembalikan aja ya ?" Anggi terus memperhatikan benda itu dengan sek sama sambil berbicara seorang diri.
"Anggi kamu ga makan nak!!?" terdengar suara sang ibu yang berteriak sehingga membuat Anggi tersadar dari pemikiranya.
"Iya Bu!!!! Ini Anggi mau makan!!" jawab Anggi dengan suara yang aga di tinggikan agar sang ibu dapat mendengarnya.
Anggi pun segera meletakkan kembali Bros tersebut dan pergi keluar untuk makan malam.
Usai menyelesaikan makan malamnya. Anggi segera kembali ke kamarnya untuk tidur. karena hal yang di alaminya hari ini sungguh melelahkan.
Ketika tengah malam tiba udara di luar sangat dingin membuat orang-orang yang terlelap mengulungkan badanya dengan selimut.
Begitu juga yang di alami Anggi tubuhnya yang menggigil karena cuaca yang sangat dingin membuat ia mencari-cari selimut yang ia pakai saat hendak tidur. Namun ketika ia meraba-raba di sebelahnya Anggi sama sekali tidak menemui selimutnya sehingga membuat ia dengan terpaksa harus membuka matanya untuk melihat di mana keberadaan selimut tersebut.
Baru saja membuka matanya ia di kejutkan dengan orang yang berdiri di dekat jendelanya.
wanita itu, wanita yang ia lihat tadi di atas bukit di bawah pohon mahoni.
"Aaaaaaa!!!!!"
Anggi di kejutkan dengan wanita itu yang tiba-tiba muncul di sampingnya dengan wajahnya yang rusak dan tampak mengerikan. terlebih lagi matanya meletot sungguh sangat menakutkan untuk di lihat.
Anggi mulai Merakan gemetaran di seluruh tubuhnya. seluruh tulang sendinyapun ikut melemah. Anggi berusaha memundurkan tubuhnya agar tidak semakin dekat dengan wanita atau lebih tepatnya hantu yang ada di depannya saat ini.
"S..ssa..ya mo..mohon jangan ga..ganggu saya" ujar Anggi dengan terbata-bata kerena ketakutan yang luar biasa di alaminya saat ini.
Hantu tersebut tidak merespon sama sekali apa yang di ucapkan oleh Anggi, ia malah berjalan semakin dekat dan mencekik leher Anggi hingga membuat Anggi kesusah bernafas.
"Le..le...pas....kan sa..ya" ucap Anggi dengan nafas yang terputus-putus.
Semakin lama semakin susah Anggi bernafas. Rasanya ia sudah tidak dapat bertahan lagi.
"Hi hi hi hi.....ini balasan bagi kamu yang datang ke rumahku di saat menjelang malam. Dan mengambil barangku. hi hi hi hi hi......"
Seketika Anggi pun tau apa yang membuat hantu ini mendatanginya. karena ia berhenti di sana tepat saat Maghrib dan mengambil Bros yang ia lihat tadi.
Seharusnya ia tidak usah penasaran dengan sesuatu hal yang tidak ada kaitannya dengan dirinya. Dan tidak mengambil sesuatu yang di temukannya di tempat-tempat tak berpenghuni.
Sekarang ia tahu bahwa pohon mahoni di atas bukit itu memiliki penunggunya.
semakin lama semakin susah ia bernafas. Hantu tersebut pun semakin kuat mencekiknya hingga Anggi benar-benar tidak dapat bernafas lagi.
Barulah hantu tersebut melepaskan cekikan di leher Anggi dan menyeret kaki Anggi ke luar rumah Anggi dan membawanya ke atas bukit di bawah pohon mahoni.