Sore hari pukul empat sore ketika aku baru pulang dari sekolah SMA.Aku yang biasa-biasa saja bersama teman-temanku Melissa yang satu-satunya wanita,Erik yang kurus tapi tinggi,Aldo yang agak sedikit gemuk,dan Tio yang lumayan keren kami semua berjalan kaki untuk pulang.
Di jalan menuju sekolah yang selalu kami lalui terdapat rumah tua yang sudah lama kosong.Katanya disana sering ada penampakan setan.Kami kadang membicarakan tentang rumah itu saat pulang.
Diperjalanan Aldo menceritakan tentang rumah kosong yang sebentar lagi akan kami lewati.Dia bilang dia kemarin melihat seseorang masuk kedalam rumah itu dan menguburkan sesuatu di samping rumah itu.Tapi dia tidak berani melihatnya karena takut dia akhirnya pulang.
Tio yang penasaran kemudian mengatakan bahwa dia ingin melihat itu.Dan mengajak kami semua ikut.Aku hanya terbawa oleh mereka tanpa mengatakan apapun.
Sesampainya di depan rumah kosong itu kami membuka pintu besi pagar rumah itu.Dan saat masuk kami melihat gundukan tanah kecil disamping rumah itu seperti yang Aldo katakan.
Kami akhirnya memutuskan untuk menggali dan melihat apa yang dikubur disana.
Mereka berempat yang menggali dan aku hanya berdiri melihat karena tidak ada ruang lagi.
Saat sudah semakin dalam tercium bau busuk dari tanah itu.Dan terus digali akhirnya terlihat kain putih yang diikat.Kami memutuskan untuk membukanya.Padahal aku belum sempat melihatnya
“Huaa...”
Mereka berteriak lalu lari keluar dari pintu besi pagar.Anehnya aku dan Erik masih ada didalam dan mereka mengunci kami dari luar.
Mereka yang diluar mengatakan kuncinya tersangkut dan menyuruh kami menggunakan jalan lain.Erik langsung berlari menuju ke belakang rumah kosong itu dan aku mengikutinya tanpa mengatakan apapun.
Saat sampai dibelakang.ada lereng tanah kecil yang harus dipanjat dan Erik langsung memanjatkan tanpa kesulitan.Saat dia sampai diatas dia langsung lari meninggalkan ku dan masuk kedalam tempat semacam garasi terbuka yang dalamnya sangat gelap.Saat dia masuk aku sudah tidak bisa melihatnya lagi dia seperti menghilang.
Aku mencoba merangkak lereng untuk mengikutinya dan saat aku melihat ke arah pijakanku sebentar.Erik ternyata kembali dan dia mengatakan.
“Bro,sini gua bantu.”Ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
Saat itu aku sudah tau dia bukanlah Erik.Karena Erik tidak pernah memanggilku dengan sebutan bro atau semacamnya dia akan langsung menggunakan nama.Aku sudah tau siapa dia sebenarnya.
Tapi aku tidak peduli dan berusaha meraih tangannya.Dia tidak mengambil telapak tanganku tapi lenganku.Dan aku berhasil naik.Kami masuk kedalam garasi besar dan gelap didepan.
Saat kami masuk kami menemukan dua persimpangan kekanan dan kekiri.Dikiri aku melihat lorong yang gelap dan dikanan juga gelap hanya saja di ujung lorong itu terlihat sedikit cahaya dan aku juga melihat bayangan seseorang disana.Aku yakin itu pasti adalah Erik yang asli.
Tapi Erik di depanku yang masih memegang lenganku dengan sangat erat.Dia mengatakan.
“Kayaknya kita harus kesini deh”Ucapnya sambil menunjuk tangannya ke lorong di kiri.
Dan saat itu aku akhirnya bicara
“Aku pengin kekanan”Dengan paksa aku bergerak kekanan.Tanpa melihat kebelakang aku terus mendorong tubuhku bergerak maju.Meski tanganku yang dia pegang terasa seperti patah dan terbakar aku tidak peduli.Aku terus maju ke kanan sampai dia melepaskan ku.Dan aku berlari kearah cahaya yang kulihat.
Dan aku akhirnya bertemu kembali dengan teman-temanku yang lainya.
Dan ini cuma mimpi.Aku gak tau apa yang akan terjadi jika aku memilih kekiri.