Malam yang indah diselubungi kabut tipis sehabis hujan. Aroma petrikor menguar ke udara menjadi relaksasi tersendiri bagi sebagian orang. Bulan terlihat bersinar samar samar tanpa bintang menemaninya. Langit malam ini terlihat kelabu, perpaduan yang cukup menarik dengan udara yang lembab.
Sejauh mata memandang di sebuah lapangan luas dengan hamparan rumput hijau yang masih basah setelah mendapat guyuran langit sejak sore tadi. Ditempat yang lapang dan luas itu, sebuah pohon besar tumbuh mencolok dan menjadi satu satunya tumbuhan yang menjulang tinggi disana. Dalam kelam kerlap kerlip cahaya kecil berjumlah puluhan bermunculan. Hewan ciptaan Tuhan dengan keajaiban warna kehijauan diekornya berterbangan menghampiri sosok yang sedang terlelap dibawah pohon besar yang tak diketahui namanya itu. Sosok itu, berkat penerangan makhluk bernama kunang kunang yang menghampirinya, dapat tampak kulit putihnya yang seputih salju bagai tak berdarah, rambut hitam pekat yang lebat dan berantakan serta saat perlahan mata itu terbuka kelihatan lah manik kehijauan yang bersinar seperti cahaya kunang kunang yang mengelilinginya. Laki laki itu tersenyum samar sangat samar nyaris tak terlihat. Ia mengambil nafas panjang lalu tangan kekar itu perlahan terangkat ke udara mencoba memanggil hewan cantik kecil itu hinggap ditangannya. Beberapa dari mereka hinggap dan terbang lagi dalam sesaat membuat senyum kecil terukir dibibir tipis yang merah sempurna itu. Hal itu yang hanya akan ia lakukan saat sendiri dan tak akan pernah tampak oleh siapapun. Orang orang diluaran sana selalu melihat wajah datarnya yang dingin dan seakan mampu membekukan dalam sekali tatapan. Tak peduli dengan bagaimana orang orang menganggapnya, yang ia tau hanyalah dirinya dunianya hidupnya.
Sementara di tempat yang sama, dibawah pohon yang sama pada sisi berbeda sesosok gadis juga tengah tersenyum indah pada kunang kunang yang mendatanginya. Dapat kelihatan mata gray nya memancarkan aura kesenangan yang begitu tipis nyaris terlihat datar, kulit putih kemerahannya terlihat cantik ditimpa cahaya hijau terang itu, sementara rambut jagung sebatas punggung yang ia gerai bebas tertutup oleh tudung hoodie besar yang ia kenakan.
Larut dengan kekaguman dalam diam membuat diantara mereka tak ada yang sadar bahwa berada di satu tempat yang sama dengan jarak yang begitu dekat. Namun lagi lagi kebisuan mencegah sebuah pertemuan untuk dua sosok berbeda gander itu. Hanya sama sama terdiam memandang segala keindahan semesta disekitarnya. Terdiam hingga berjam jam lalu bangkit nyaris bersamaan dan berjalan pada arah berlawanan. Masih dengan ketidak sadaran atas kehadiran satu sama lain.
☘☘☘☘☘
Dunia terlihat begitu selucu itu hingga mereka yang berada dalam satu kapsul pun tak sadar bahwa disana ada 'mereka'bukan hanya 'aku' atau 'dia'.
Sementara mereka sosok yang dipisah oleh samudra luas dan dihambat gunung tinggi serta terpisah oleh jurang curam pun dapat melihat satu sama lain saling meneriakkan kata dan berusaha mengejar satu sama lain.
Hal hal diatas dunia ini sudah diatur sedemikian rupa hingga semua bahkan kadang jauh diluar nalar kita sendiri.
Tapi percayalah, hal hal diluar nalar itu juga yang akan menemani mu hingga menua nantinya. Mengajakmu untuk berkeliling pada lorong waktu menuju satu ruas bernama masa lalu.
Malam yang indah diselubungi kabut tipis sehabis hujan. Aroma petrikor menguar ke udara menjadi relaksasi tersendiri bagi sebagian orang. Bulan terlihat bersinar samar samar tanpa bintang menemaninya. Langit malam ini terlihat kelabu, perpaduan yang cukup menarik dengan udara yang lembab.
Sejauh mata memandang di sebuah lapangan luas dengan hamparan rumput hijau yang masih basah setelah mendapat guyuran langit sejak sore tadi. Ditempat yang lapang dan luas itu, sebuah pohon besar tumbuh mencolok dan menjadi satu satunya tumbuhan yang menjulang tinggi disana. Dalam kelam kerlap kerlip cahaya kecil berjumlah puluhan bermunculan. Hewan ciptaan Tuhan dengan keajaiban warna kehijauan diekornya berterbangan menghampiri sosok yang sedang terlelap dibawah pohon besar yang tak diketahui namanya itu. Sosok itu, berkat penerangan makhluk bernama kunang kunang yang menghampirinya, dapat tampak kulit putihnya yang seputih salju bagai tak berdarah, rambut hitam pekat yang lebat dan berantakan serta saat perlahan mata itu terbuka kelihatan lah manik kehijauan yang bersinar seperti cahaya kunang kunang yang mengelilinginya. Laki laki itu tersenyum samar sangat samar nyaris tak terlihat. Ia mengambil nafas panjang lalu tangan kekar itu perlahan terangkat ke udara mencoba memanggil hewan cantik kecil itu hinggap ditangannya. Beberapa dari mereka hinggap dan terbang lagi dalam sesaat membuat senyum kecil terukir dibibir tipis yang merah sempurna itu. Hal itu yang hanya akan ia lakukan saat sendiri dan tak akan pernah tampak oleh siapapun. Orang orang diluaran sana selalu melihat wajah datarnya yang dingin dan seakan mampu membekukan dalam sekali tatapan. Tak peduli dengan bagaimana orang orang menganggapnya, yang ia tau hanyalah dirinya dunianya hidupnya.
Sementara di tempat yang sama, dibawah pohon yang sama pada sisi berbeda sesosok gadis juga tengah tersenyum indah pada kunang kunang yang mendatanginya. Dapat kelihatan mata gray nya memancarkan aura kesenangan yang begitu tipis nyaris terlihat datar, kulit putih kemerahannya terlihat cantik ditimpa cahaya hijau terang itu, sementara rambut jagung sebatas punggung yang ia gerai bebas tertutup oleh tudung hoodie besar yang ia kenakan.
Larut dengan kekaguman dalam diam membuat diantara mereka tak ada yang sadar bahwa berada di satu tempat yang sama dengan jarak yang begitu dekat. Namun lagi lagi kebisuan mencegah sebuah pertemuan untuk dua sosok berbeda gander itu. Hanya sama sama terdiam memandang segala keindahan semesta disekitarnya. Terdiam hingga berjam jam lalu bangkit nyaris bersamaan dan berjalan pada arah berlawanan. Masih dengan ketidak sadaran atas kehadiran satu sama lain.
☘☘☘☘☘
Dunia terlihat begitu selucu itu hingga mereka yang berada dalam satu kapsul pun tak sadar bahwa disana ada 'mereka'bukan hanya 'aku' atau 'dia'.
Sementara mereka sosok yang dipisah oleh samudra luas dan dihambat gunung tinggi serta terpisah oleh jurang curam pun dapat melihat satu sama lain saling meneriakkan kata dan berusaha mengejar satu sama lain.
Hal hal diatas dunia ini sudah diatur sedemikian rupa hingga semua bahkan kadang jauh diluar nalar kita sendiri.
Tapi percayalah, hal hal diluar nalar itu juga yang akan menemani mu hingga menua nantinya. Mengajakmu untuk berkeliling pada lorong waktu menuju satu ruas bernama masa lalu.