Setelah aku berhasil menyelesaikan kasus terakhir, aku belum lagi mendapatkan kasus yang bagus banyak kasus-kasus kecil saja. Aku dan Pak Kim terkadang berputar-putar di jalanan untuk mencari kasus atau suatu kejadian yang tidak bisa dipecahkan oleh polisi, tetapi akhir-akhir ini sangat aman dan damai
---- Baca Cerpen Ditektif Yun untuk mengerti kasus yang dipecahkan sebelumnya-------
Aku tidak membenci kedamaian, hanya saja terasa sepi dan kurang menantang. Pak Kim akhirnya diperbantukan di kota lain karena kota ini tidak banyak kejadian yang susah untuk dipecahkan.
Semenjak aku bisa mengungkapkan dalang dibalik pembunuhan siswi pada kasus sebelumnya, Pak Kim sudah mulai mengakuiku bahwa aku sudah berkompeten dalam bidang detektif.
Menurutku sebenarnya itu semua hanyalah sebuah kebetulan. Dan juga karena aku jago bela diri, sehingga aku bisa meringkus semua pelaku.
Karena di kantor sepi dan tidak ada permintaan untuk membantu atau menyelesaikan suatu kasus. Aku memilih untuk menjernihkan pikiranku dengan pergi keluar kantor. Aku berjalan menyusuri trotoar menuju ke tempat restoran yang kecil atau bisa disebut warung untuk sekedar makan malam dan membakar sebatang rokok.
Sepanjang perjalanan aku merasa heran kenapa setiap wanita selalu menoleh ke arahku. Aku tahu, Aku berparas tampan tapi apakah aku ini yang kepedean ataukah memang suatu fakta.
Ada teman kerja wanitaku juga ikut makan di restoran kecil ini. Tiba-tiba dia menarik kursi yang ada di depanku. Aku berpikir Apakah tidak ada tempat lain selain dimejaku.
"Yun, Apakah aku boleh menemanimu makan malam, Aku tidak suka makan sendirian." sahut Yuna
"Tidak apa-apa silahkan, Selama engkau suka" sahutku dengan kepala tertunduk fokus memakan makananku. Aku segera bergegas untuk menghabiskan makananku, karena aku adalah tipe orang yang grogi apabila didekati wanita.
"Setelah kau berhasil memecahkan kasus itu apakah kamu masih sibuk?" tanya yuna sambil menatapku
"Tidak, aku tidak sibuk, bahkan si tua Kim juga diperbantukan untuk memecahkan kasus di kota lain" jawabku dengan semakin mempercepat makanku.
"Apakah kau bisa menemaniku pergi besok" jawab yuna menatapku penuh hasrat
Yuna terus menatapku dan aku bingung harus menjawab apa. Untung saja makanan pesanan Yuna datang dan aku harus segera bergegas pergi.
" Maaf nona yuna aku lupa bahwa dompetku, dompetku tertinggal di kantor, Aku harus buru-buru pergi" aku menjawab dengan grogi dan segera menuju ke bapak pemilik restoran.
Aku lupa bahwa tadi aku beralasan kepada Yuna bahwa aku lupa membawa dompet, tetapi aku malah mengeluarkan dompetku dan membayar makananku serta makanan pesanan Yuna.
Karena aku malu aku segera berlari sambil menyalakan sebatang rokok untuk menenangkan hatiku. Saat aku berlari aku tidak sengaja menabrak seorang wanita hingga membuatnya terjatuh.
"Maaf Nona Aku tidak memperhatikanmu ada di depanku Tolong maafkan aku, Apakah engkau terluka." jawabku dengan wajah kesal karena urusanku makin runyam
"Tidak apa-apa tidak usah memikirkanku" Jawab nona misterius dan melanjutkan perjalanannya tanpa sepatah katapun lagi
dalam hatiku Apakah dia tidak merasa kesakitan tubuhnya kecil menabrak seorang yang bertubuh keras dan kekar. lantas aku berjalan dan merasa menginjak sesuatu. Ternyata itu adalah handphone.
Aku segera mengejar nona tersebut hingga sampai di perempatan jalan. Namun sayang, sebelum aku menyebrang, lampu sudah berubah merah dan Aku kehilangan jejak Nona itu.
Akhirnya aku kembali ke apartemenku dan membawa ponsel tersebut, berharap Si Nona itu akan mengambilnya kembali. Benar saja handphone tersebut berdering. Ku jawab dan terdengar suara laki-laki dengan suara berat mengancamku agar segera mengembalikan benda yang diinginkannya. Karena Aku tidak tahu apa yang di maksud aku mengatakan yang sebenarnya bahwa aku menemukan handphone ini di jalan.
Karena aku tidak tahu apa-apa, aku tidak menjawab sepatah kata pun dan dia berkata akan menuju ke lokasi ku menggunakan HP tersebut untuk melacak Ku. Mendengar ucapan dari orang tersebut akhirnya aku memutuskan untuk bersiap-siap dan memasang sebuah jebakan, jika mereka ternyata benar ingin menangkap ku, aku sudah bersiap-siap.
Karena capek menunggu akupun ketiduran. saat jam menunjukkan pukul 1 malam tiba-tiba ada suara orang mendobrak pintu apartemenku. Lantas jebakan yang ku persiapkan berhasil mengenai 2 orang. Mereka langsung pingsan karena jebakan yang kupersiapkan mengenai harta terbesar laki2 mereka. Aku melihat masih tersisa 3 orang laki dan 2 diantaranya membawa pisau.
Aku melihat mereka dan seketika otakku berpikir bagaimana cara mengalahkan mereka. Mari kita sebut mereka sebagai penjahat 1, penjahat 2, dan penjahat 3. penjahat 1 dan penjahat 3 membawa pisau. Sedangkan penjahat 2 Membawa tongkat bisbol.
penjahat 1 dan benda 2 segera maju terlebih dahulu. karena Penjahat 1 membawa pisau, aku segera maju untuk untuk keluar dari jangkauan serangannya. badanku langsung kuputar agar berada disampingnya, segera kurebut pisaunya dan kutancapkan di punggungnya. tak lupa aku pukul belakang lehernya agar pingsan.
lanjut penjahat 2 memukulku dengan Mengayunkan tongkat bisbol nya, tapi ku tahan dengan lengan tangan kananku. dia kaget dan lantas ku pegang tangan kirinya, lalu kupatahkan dan kurebut tongkat bisbolnya.
dengan mudah ku ayunkan saja tongkat bisbol yg kupegang ke arah harta penjahat ketiga. aku ayunkan tongkat bisbol itu sambil menghindari ayunan pisau penjahat ke 3. seketika dia tergelepar, lalu kuinjak kepalanya dan kutanya secara perlahan.
" Kenapa kalian repot-repot kemari" Tanyaku dengan wajah kesal dan dan mulai kuletakkan sepatu pantofel ku ke mukanya.
" Maafkan Aku, aku hanya menjalankan perintah dari bosku" dia menjawab dengan menahan rasa sakitnya
" Apakah kau tahu Biaya untuk memperbaiki apartemenku, dan juga kau telah mengotori kemeja putih ku ini dengan darah kalian" sahutku dengan wajah kejam.
" maafkan kami Tuan kami tidak tahu apa-apa" jawabnya sambil merintih kesakitan
" Aku ingin tahu, apa yang sebenarnya Tuan Kalian cari" Tanyaku kepada si penjahat
" kami juga tidak tahu apa yang dicari Tuan kami" jawab si penjahat
lantas kutendang wajahnya agar pingsan dan mulai kugeledah satu persatu penjahat untuk mencari dompet mereka. lantas aku berkata kepada mereka semua yang pingsan bahwa ini adalah biaya untuk memperbaiki rumahku dan laundry bajuku.
Sekarang saatnya untuk mencari tahu siapa wanita ini karena telah merepotkan ku. Dan ku beritahu Pak Kim tentang yang terjadi hari ini. Beliau berkata akan segera kembali dan jangan lupa untuk mengabari dia, jika terjadi sesuatu.
keesokan harinya aku mulai mencari Siapa wanita ini dengan memanfaatkan kenalan ku seorang informan dan rekanku di kepolisian. Untung saja di HP salah satu pelaku terdapat foto wanita itu.
karena proses pencarian ini cukup lama aku harus menunggu 2 hari terlebih dahulu. saat aku sedang tiduran di rumah karena ini hari libur, tiba-tiba hp-ku berdering dan mengabarkan bahwa rekanku seorang polisi menemukan informasi tentang wanita tersebut.
tak lama aku segera menuju ke lokasi yang diberitahukan oleh temanku. tiba-tiba hp-ku berdering kembali ternyata itu telepon dari informan ku yang telah kusewa sebelumnya. dia mengatakan bahwa wanita itu adalah seorang kupu-kupu malam yang sering terlihat di salah satu klub malam.
karena aku sudah berada di depan rumah wanita yang kucari-cari, lantas kuketuk pintunya tetapi yang membuka pintu tersebut hanyalah seorang wanita tua.
" Apakah benar ini rumah dari Sun-mi?" tanya aku dengan perlahan
" benar tapi aku sudah tidak menganggapnya lagi sebagai seorang anak, dia tidak pernah bertemu lagi denganku, kecuali meninggalkan Amplop yang berisi uang setiap bulannya" jawab wanita tua itu dengan penuh rasa kesal
" Apakah Nyonya tahu sekarang di mana lokasinya ataupun tempat kerjanya" Tanyaku kepada wanita tua itu dengan sopan
" Aku tidak tahu apa pekerjaannya, tetapi yang kutahu dia sering sekali mengunjungi Saudara sepupunya." wanita itu dengan marah-marah
lantas wanita tua itu memberiku alamat dan ku putuskan untuk menuju ke alamat tersebut. Sesampainya di sana aku bertemu dengan seorang laki-laki yang menurutku itu adalah saudara sepupunya.
" maaf tuan aku mengganggumu, Apakah kau kenal dengan Sun-mi?" Tanyaku dengan tegas
" Kenapa kau mencarinya, ada perlu apa kau dengannya?" jawabnya dengan membusungkan badan
" Aku hanya ingin membayar hutang kepadanya sebesar 1000 dolar" jawabku dengan menipunya, agar dia terpancing dan menunjukkan lokasi Sun-mi sekarang.
" Baiklah kalau begitu Kau hanya perlu menuju ke klub malam yang ada di pinggiran kota ini, sekarang kau cepat pergi lah karena aku juga tidak ingin memiliki urusan lagi dengan Sun-mi" jawab pria itu dan pergi meninggalkanku
aku bergegas menuju klub malam yang ditunjukkan sepupu Sun-mi. aku menunggunya berjam-jam hingga melihatnya. secara perlahan kuhampiri Dia Dan kurangkul Dia. kurangkul dia agar Sun-mi tidak bisa kabur Meskipun aku membenci melakukan hal ini. kutahan perasaan gugup ku demi menyelesaikan tugas ini.
" apa-apaan kau ini, seenaknya memelukku lepaskan!!!!" teriak Sun-mi kepadaku
" kau ingat aku Nona? kau menyebabkan kerugian kepadaku" sahutku sambil menyeret nya keluar klub malam
" Apa yang kau curi dari Bos mafia, sehingga dia mengutus anak buahnya untuk menangkapku" Tanyaku kepada dia dengan wajah kesal
" aku juga tidak tahu, Setelah aku melayaninya aku segera bergegas pergi" jawab dia sambil memalingkan muka
" Baiklah kalau begitu aku akan membawamu kepadanya, agar aku tidak terjerat ke dalam masalahmu" sahutku dan menyeretnya ke dalam mobil sedan Hitamku yang sudah lunas kucicil.
" Tolong jangan bawa aku kepadanya, aku telah mencuri data-data pengusaha yang telah dibunuhnya" jawabnya sambil memohon kepadaku untuk dilepaskan
" Kenapa kau lakukan itu?" tanya aku pada wanita itu
" aku terpaksa melakukannya untuk mendapatkan uang dari lawan bisnisnya" jawab Sun-mi
" kapan kau serahkan data-data itu, kepada siapa kau serahkan" tanya aku dengan tegas dan lantang.
" tadi pagi kepada Bos Ilsuk" jawab Sun-mi
" kau tidak tahu kamu membahayakan dirimu sendiri dan ibumu, mungkin besok Bos mafia itu sudah berada di penjara" jawab ku dengan santai
karena aku sudah mulai mengerti dan aku lanjutkan dengan bertanya kepada Sun-mi. kuputuskan untuk membawanya ke apartemenku untuk menjaganya agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. tidak lupa aku juga menjemput ibunya di rumah. meskipun sedikit rumit dan susah untuk membujuknya akhirnya dia pun mau.
benar saja besoknya bos mafia sudah ditangkap oleh polisi dan dijebloskan ke dalam penjara dengan hukuman pembunuhan serta perdagangan narkotika. Aku tahu ini akan menjadi rumit tetapi aku bertanggung jawab juga untuk melindunginya karena sudah terseret ke dalam kasus ini.
sekarang aku harus melindungi dua orang, serta rekan kepercayaanku juga sedang keluar kota untuk menyelesaikan kasus. dalam hatiku benar-benar kesal selain aku harus memasukkan Sun-mi ke penjara. aku juga harus menangkap Bos Ilsuk sembari melindungi Sun-mi dari kejaran Dua bos mafia besar.
Apakah detektif Yun ahli Judo nasional, yang terkenal memiliki badan kuat dan dijuluki si tembok besi bisa meringkus kedua penjahat?
kita saksikan lanjutannya di episode berikutnya.