Malam itu,hujan turun rintik rintik.Desiran angin berhembus kencang menerbangkan hawa dingin yang terasa menusuk hingga ke tulang belulang.
Aku melirik kearah jam bundar yang tergantung manis di dinding kamar kost,waktu sudah menunjukan pukul 21.00 tapi teman satu kamarku belum juga pulang kerja.Aku sedikit khawatir karena dia orang baru disini,dia belum paham betul seluk beluk tempat ini.Aku takut dia nyasar dan terdampar di suatu tempat yang asing.
Aku membiarkan tv kecilku menyala untuk mengusir rasa sepiku.Seorang diri dikamar kost saat malam Minggu benar benar membuatku sedikit stres.Tidak biasanya Dian pulang telat,dia juga seorang jomblowati sepertiku jadi tidak mungkin dia sedang pergi berkencan.
Tok...Tok...Tok...Suara pintu diketok.Aku bangkit dari pembaringan untuk membuka pintu.
"Dian,"aku sedikit syok karena wajah temanku saat itu terlihat pucat.Rambut panjangnya acak acakan,dres merah yang dikenakannya juga robek disana sini.
"Cika,tolong aku,"Dian menangis sesenggukan.
"Tolong?Apa maksudmu?"Tanyaku kebingungan.
Samar samar telingaku mendengar sebuah acara berita di televisi.Telah ditemukan mayat seorang perempuan bergaun merah tanpa identitas dipinggir kali,aku langsung menoleh kearah televisi.
Nampak adegan empat orang pria menggotong tandu berisi mayat itu,bola mataku menangkap gelang yang melingkar ditangan mayat itu.Gelangnya sama persis dengan gelang milik Dian,aku paham karena aku yang membelikannya sebagai hadiah ulangtahunnya beberapa waktu lalu.
Sekujur tubuhku merinding,keringat dingin sebesar biji jengkol mengucur deras dari pori pori kulit tubuhku.Meskipun takut,aku memaksakan diri untuk menoleh kearah Dian.
"Semoga dugaan ku salah,"ucapku dalam hati.
Aku memperhatikan Dian mulai dari ujung rambut,turun ke area perut dan turun lagi ke kaki.
Jederrrrr,,,,
Kedua kaki Dian tidak menapak ke lantai alias ngambang,tubuhku gemetar hebat.
"Cika,tolong aku,"Dian mengacungkan tangannya ke arah televisi.
"Mayat itu,,,itu kamu?"Tanyaku terbata bata.Dian menjawab pertanyaan ku dengan anggukan.Seketika aku jatuh pingsan dan tak ingat apa apa lagi.