Cerita Rakyat
Menurut legenda yang dipercaya oleh masyarakat, konon di puncak Gunung Ciremai terdapat sebuah kerajaan dengan ratu. Ratu tersebut memiliki ilmu yang sakti mandraguna, sehingga sering membuat masyarakat takut. Nama ratu tersebut adalah Nini Pelet, seorang peserta dengan aliran ilmu hitam yang termasyhur di Jawa Barat.
Selain ratu yang termasyhur, di wilayah tersebut juga terdapat seorang petapa sakti bernama Ki Buyut Mangun Tapa. Kesaktian Ki Buyut Mangun Tapa juga cukup terkenal, namun, tidak seperti Nini Pelet yang beraliran ilmu hitam, ia menggunakan ilmunya untuk membantu dan menolong sesama. Menurut cerita, Ki Buyut Mangun Tapa menulis sebuah kitab yang didalamnya terdapat berbagai mantra sakti.
Kitab tersebut bernama 'Mantra Asmara.'
Kitab tempat menyimpan sejumlah ilmu yang dimiliki oleh petapa sakti itu banyak yang diinginkan oleh orang-orang, tak perlu Nini Pelet. Dengan kesaktian ilmu hitam nya, Nini Pelet akhirnya berhasil merebut Kitab Mantra Asmara yang didalamnya terdapat ajian 'Jaran Goyang.'
Jaran Goyang adalah sebuah mantra yang terkenal ampuh untuk meluluhkan hati lawan jenis. Dengan mantra tersebut, Nini Pelet bisa saja menggait sekutu untuk melakukan kejahatan. Ki Buyut Mangun Tapa sendiri menjadi resah akibat direbutnya Kitab Mantra Asmara, ia takut kitab tersebut akan bencana jika dimanfaatkan oleh orang yang salah.
Akhirnya, untuk merebut kembali Kitab Mantra Asmara, Ki Buyut Mangun Tapa mengutus seorang muridnya yang bernama Restu Singgih. Ia diperintahkan untuk mendatangi Nini Pelet dan merebut kitab sakti mandraguna yang telah hilang dan dibawa oleh jahat tersbut. dimulailah kisah perjalanan Restu Singgih menuju ke puncak Gunung Ciremai.
Kisah antara Nini Pelet dan ajian 'Jaran Goyang' ini sempat mampir lewat serial sandiwara radio pada tahun 1980-an.