Maudy.. kasir indoflas.
Awal mula gue bertemu dengan Maudy ya di minimarket itu, dia selalu berdiri di sana sepanjang waktu, mungkin dia adalah kasir tercantik yang pernah gue temui sepanjang gue masuk minimarket.
Siang itu, hari sangat terik.. rasa haus yang sangat mendalam membuat gue ingin minum Boba, orang yang jual Boba paling dekat ada di gang ujung jalan dekat rumah gue.
Dengan rasa malas, namun karena rasa haus yang sangat mendalam Akhirnya gue berangkat ke penjual Boba, gue lihat kelangit, Tuhan bisakan kau turunkan hujan... hari ini sangat terik, membuat gue sangat sumuk dan haus..
Ya begitu lah ya, kira-kira ucapan gue sepanjang perjalanan. Kalian harus tahu kalau gue ini jalan kaki. Jalan kaki.. Betapa terasa terik nya gak tuh.
Tapi ya sudah lah ya, singkat cerita gue sampai di tempat penjual Boba itu, Gue mutusin buat ngadem di dalam Minimarket, eits.. kalian bingung ya..
Jadi gini rumah gue terletak di gang kecil dari pinggir jalan.. Nah di ujung jalan itu ada minimarket di depan minimarket itulah si tukang Boba jualan, masih gak ngerti lagi.. ya sudah lah ya, pokoknya itu lah..
Oke kita lanjut ya.. Gue masuk dan ngadem di dalam minimarket. Ya Allah.. betapa tercengang nya gue melihat sesosok bidadari berdiri di hadapan gue.
Dalam hati gue berkata.. kenapa bidadari ini bisa jadi kasir di indoplas ini..🤭, "Ada yang bisa di bantu mas," kalimat itu sangat terdengar jelas di telinga gue, terdengar renyah di telinga gue..
Eits sudah.. "Gak ada mba.. saya boleh ngadem kan disini." Kebayang gak sih, betapa malunya gue.
Dan yang bikin gue malu adalah ketika bidadari itu tersenyum, dan senyuman nya itu sangat manis, semanis gula yang ada di rumah gue.
Oke.. gue ulang ya, bidadari yang gue maksud adalah Maudy.. Ya Mau di apain aja tetap cantik, weleh.. gombal gak tu..
Muka tembok gue semakin tebal karena gue yang gak tahu malu, gak sengaja menjatuhkan tumpukan keranjang yang ada di pintu masuk, Akhirnya karena gue gak sanggup lagi, gue mutusin buat keluar, gue masih bisa nahan sumuk yang sangat luar biasa ini, namun gue sangat tidak sanggup melihat si cantik lihatin gue sambil senyum-senyum begitu, dari pada gue jantungan mending gue keluar aja.
Singkat cerita, gue akhirnya pulang tanpa Boba gue, ya sudah lah. mending gue menahan haus dari pada gue menahan malu.
Tenang ceritanya ga sampai di situ aja kok, Beberapa hari kemudian gue balik lagi ke minimarket itu, gue udah mutusin buat kenalan sama cewek kasir, tapi saat gue sampai disana yang gue temuin malah, Syok jantung gue lihatnya.. Sesosok yang terlihat berbeda, Ya tuhan bagaimana mungkin Bidadari gue berubah menjadi zombie.
"Ada apa mas, ada yang bisa di bantu," ha.. saat gue mendengar dia bicara, bukannya renyah dan gurih yang gue dengar namun Bas sumbang yang sudah rusak dan tidak terpakai lagi, itu yang gue dengar.
"Sorry ya gue telat," renyah nya.. gue balik badan dan ini lah bidadari gue, "Ehh mas yang waktu itu," walah dia masih ingat sama gue toh.. "Ehh mbak nya..gak ngasir lagi mba," dan dia menjawab lembut, "iya ini mau ngasir kok."
Gue melihat dia bertukar peran, dari zombie berubah menjadi bidadari yang sangat cantik.
"Mau beli apa mas, kasirnya sudah bisa beroperasi kembali," ha.. ia mba saya mau tahu nomor mbak nya, kalian kira gue berani, gak sama sekali.. itu hanya terjadi dalam lamunan gue aja.
Dan ini lah yang terjadi, "ini mbak saya beli ini aja," sebungkus kecil paling harganya lima ribuan, kalian penasaran gak sih dengan yang gue ambil, ini Lo permen karet yang rasa buah, terletak di depan bagian kasir.
Setelah gue bayar, gue pun pergi dari sana, gak sanggup jantung gue.. rasanya mau copot Bray.
Gue berdiri di depan pintu rumah gue, gue merasa harus tahu nama tu cewek, ya biar gue gak mimpi buruk lagi, dan gue pun mencoba trik yang sudah gue buat sejak dua hari belakangan ini.
Gue balik lagi ke indoplas, itu nama minimarketnya Bray, di dalam gue pergi ke tempat minuman dingin, gue intip dia dan sambil melihat dia menjadi kasir yang menurut gue dia sangat cantik, terlebih jika dia mengatakan," selamat datang.. dan jangan lupa datang lagi ya," ya kalimat itu membuat gue hafal hingga sekarang.
Gue membawa sebotol teh kotak, teh kotak tapi dalam botol, "Ehh mas nya lagi," gue kikuk banget "ia mba.. bukannya mba yang nyuruh saya datang lagi ya," ha.. terkaget dong tu kasir cantik.
"Eheheh.. saya bercanda kok, rumah saya dekat sini kok mbak, mbaknya mau mampir." Ha... hahaha, dia ketawa cuk, manis banget ketawanya.
"Baik mas, ada tambahan yang lain," Gue bilang kan "ada mba, boleh tahu nama mbak," yang ini gue beneran nanya guys, tapi kalian harus tahu dia jawab apa, "Lihat struktur nya mas," gue bingung banget, gue nanya nama, gue malah disuruh lihat struk belanjaan gue, gila gak tu.
Dan gue pun pulang, dengan rasa yang kecewa, gue nangis kenapa tu cewek cantik sombong amat.
Tapi bukan dia yang sombong, gue aja yang bego Bray, Dia suruh gue lihat struk belanjaannya, karena namanya ada disana, ya elah.. ini kenapa setiap belanja harus banget buat cek struk belanjaan yang ada, selain buat liat kita dikibulin atau gak, sama lihat nama kasir yang sedang tugas hari itu.
Saat gue lihat tu struktur belanjaan, disana gue kegirangan banget karena akhirnya gue tahu namanya, Maudy.. emang mau diapakan aja tetap cantik tu cewek.
Ya perkenalan gue gak cukup sampai disana aja, gue selalu belanja disana, walau gue cuman beli dengan harga yang dua ribuan aja, yang penting gue ketemu sama Maudy tiap hari.
Gue dan Maudy semakin kenal, dari awal gue ajak dia minum Boba di depan tokonya, hingga gue ajak dia makan bakso bakar di samping tokonya juga.
Berharap apa kalian, Hey netizen.. bukannya gue pelit atau apa ya.. rumah gue aja dalam gang Bray gue juga pengangguran.. walau gue seorang sarjana, cuman gue masih belum bisa manfaatkan sarjana gue hingga saat ini.
Tapi gue janji suatu saat nanti gue akan bawa dia ketempat yang indah dan paling romantis..
Dalam perkenalan yang sangat sederhana ini, gue pun memberanikan diri untuk menembak Maudy, dengan Boba dan bakso bakar sebagai hantaran gue..
Cuman itu yang bisa gue kasih untuk saat ini, tapi yang pasti cinta gue pada Maudy sangat tulus dan sangat besar.
"Gak perlu mewah kok, yang penting kamu setia," salut banget gue, mendengar jawaban dari Maudy, dengan memakan bakso bakarnya dan meminum Boba, itu artinya dia menerima gue sebagai pacarnya.
Maudy cewek hebat yang sanggup Nerima seorang pengangguran seperti gue, tapi dalam hati gue, suatu hari gue akan beri dia yang terbaik, gue akan ratukan dia karena gue sangat cinta dan sayang sama dia, netizen.
Udah ahh! kali ini, gue gak akan nulis hingga 2000 kata, capek gue.. yang jelas kan gue udah happy ending sama Maudy, selanjutnya jangan tanya lagi.
Dahh... sampai ketemu di karya gue selanjutnya...