Deburan ombak seakan menghantam gendang telinganya hingga membuatnya terperanjat dari alam mimpi "Mama" teriaknya.Dilihatnya sekeliling kamarnya yang keseluruhannya terbuat dari bambu tersebut ,rupanya tinggal disebuah istana megah tadi hanya di mimpi. Ia melangkah mencari ibunya dan tentu Aroma ikan laut bakar dari dapur yang membuat perutnya berkoar -koar.
"Kenapa kamu malah berdiri, ayo duduk , kita makan dulu , hari ini ibu mendapat dua ikan besar hasil jaring " ujar ibunya sumringah seraya makan daging ikan dengan nasi yang bercampur jagung .Lembayung tidak menjawab, hanya tersenyum, namun tangannya mulai meraih piring dan menyendok nasi yang ada di dalam bakul .
"Ibu .."ujar lembayung menatap ke arah ibunya seraya mengunyah makanannya .Mamanya menoleh sembari mengusap mulutnya dengan jari tangan kanannya .
"Ada apa lagi ? makanlah dulu, nanti bicara ! tidak baik kalau makan sambil berbicara " ujar ibunya mengisyaratkan seraya melanjutkan suapannya .Selesai makan , lembayung membereskan dan menaruh sisa makanannya digantungan yang terbuat dari rotan .
*********************
Lembayung menghampiri ibunya yang sedang menganyam jala ikan di serambi , dilihatnya beberapa jala yang sudah di pesan orang tergantung rapi .
"Sini biar lembayung yang lanjutkan "ujar lembayung .
"Tidak apa-apa , lagi pula pekerjaannya sedikit lagi " ujar ibunya memberi isyarat sembari tersenyum.
"Lembayung , kenapa kamu tidak bilang ke ibu kalau kelas kamu ada wisata perpisahan ke Bogor ?" tanya ibunya dengan bahasa isyarat .
"Ibu tahu dari mana ? tanya lembayung .
" Ibunya Adi yang bilang saat ibu pergi beli beras , dia bilang kalau kelas 3 SMA ada wisata perpisahan sekolah ke jungleland "ujar ibu lembayung .
"Lembayung tidak mau ikut bu, aku tidak mau jauh dari ibu ... "ucapannya terhenti , ia tidak mau membebani ibunya dengan biaya wisata perpisahan sekolah tersebut , sudah bisa sekolah saja dia sudah bersyukur.
"Kalau sekiranya untuk kepentingan sekolah, ibu akan usahakan biayanya ,yang penting kamu bisa ikut kegiatan bersama guru-guru dan juga tema-temanmu " ujar ibunya lalu ia melanjutkan menyulam bagian terakhir dari jala tersebut .
Dari kejauhan seorang pemuda seumuran lembayung datang menuju rumah lembayung .Dia adalah Adi Diwangga sahabatnya lembayung dan "Awan" itulah panggilan manis dan khusus dari lembayung untuk sahabatnya tersebut .
"Assalamu'alaikum"ujar Adi seraya duduk disebelah keduanya .
"Waalaikumsalam " jawab lembayung dan ibunya .Lembayung dan ibunya menyambutnya ramah lalu bersalaman .
"Lembayung, ada titipan " seru Adi sumringah dan memberikan sebuah surat dari kepala sekolahnya kepada lembayung .
" Apa ini ? tanya lembayung heran saat sahabatnya memberikan sebuah amplop padanya .
"buka saja " suruh Adi tersenyum.
Lembayung membuka surat tersebut dan membaca surat dari kepala sekolah kalau dia diperbolehkan ikut wisata perpisahan tanpa biaya . Ibunya disebelahnya turut menunggu isi dari surat tersebut .
"Tentang apa nak ? "tanya ibunya ikut penasaran .
"Ibu , aku diperbolehkan ikut wisata ke Bogor "ujar lembayung sembari merangkul ibunya .
"Apa ? , Alhamdulillah " seru ibunya dengan bahasa isyarat sembari memeluk dan menepuk pundak anaknya tersebut .
"Tapi siapa yang telah membayar semuanya " gumam lembayung sementara biaya menebus ijazah saja dia belum bayar tapi di surat juga tertera kalau dia sudah membayar semuanya kurang lebih satu juta totalnya .
Adi merasa bahagia melihat perempuan yang dicintainya senang .Tidak sia-sia membuka celengan ayamnya demi membantu membayarkan biaya ijazah dan wisata perpisahannya lembayung .
"Tapi , tunggu ..." ujar lembayung sembari melepaskan pelukannya dari ibunya dan menoleh pada Adi .
"Awan ..kamu kan ketua panitianya, Apa kamu tahu ,siapa orang dermawan yang telah membayar biayaku semuanya ? tanya lembayung sumringah .Namun, Adi malah menggelengkan kepala merahasiakan namanya .
"Aku kira kamu tahu , Aku ingin berterimakasih padanya " ujar lembayung dengan wajah penuh harap kalau adi tahu tentang orang yang lembayung maksud .
"Alhamdulillah , aku bahagia jika melihatmu bahagia " celetuk Adi lalu ia menutup mulutnya keceplosan.
Lembayung menoleh heran ke arahnya .
"Maksudku, Aku turut senang " ujar Adi tersenyum .
" Tapi yang pasti walaupun Anonim aku yakin orang ini berhati malaikat" ujar Lembayung sembari memeluk surat tersebut .
Hujan gerimis datang seiring dengan adi yang berpamitan pulang pada lembayung dan ibunya .
*******************
"Darimana saja kamu" tanya ibunya adi yang tengah duduk diruang keluarga . Adi menoleh dan menjawab .
"Ehm..dari ... " ujar Adi ucapannya terhenti kala melihat celengan ayam plastik yang telah ia robek dan ia buang ke tong sampah kini ada di meja tepat di depan ibunya .
" dari Lembayung , sejak kapan ibu mengajari kamu berbohong ,heh ? ujar ibunya dengan wajah yang penuh kemarahan.
Adi berdiri tidak berkutik . Lalu ibunya memukulkan celengan ayam tersebut pada meja .
"Lalu kamu berikan semua uang dalam celengan ini pada dia ? bukankah Ibu sudah katakan berulang kali , jangan berteman dengan lembayung nakal anak si bisu itu, Aku akan menagih semua uang yang kamu berikan pada lembayung !" seru ibunya dengan suara yang memecah ruang hening sembari melangkah ke hadapan adi .
Namun, Adi dengan sigap bersimpuh di kaki ibunya .
"Bu, maafkan aku dan izinkan aku untuk kali terakhir menolongnya , aku merasa kasihan pada lembayung bu ,dia teman yang baik "ujar Adi . Akhirnya hati ibunya adi luluh juga.
"Sudahlah , jangan begitu sama anak kita bu, bukankah kita selalu bilang kepada masyarakat, kalau kita harus saling tolong dalam kebaikan dan membantu orang yang susah, malu kita bu telah dipilih masyarakat sebagai kepala desa tapi tidak mencontohkan yang baik dan tidak peduli pada masyarakat " ujar Ayahnya adi menimpali lalu ayahnya adi membangunkan adi yang sedang masih bersimpuh di kaki ibunya untuk berdiri .
"Ayah dan anak sama saja"gumam bu Adi dalam hati kesal.
"Ayo nak berdiri , temani ayah main catur " tuturnya .Lalu Adi pun di gandeng ayahnya menuju serambi samping rumah untuk bermain catur dengannya .
*******************
"Setahu ayah , tidak ada teman perempuan yang kamu pedulikan selain lembayung , apa karena kamu menyukainya ? ujar ayahnya sembari meletakan benteng di sudut .
Adi kaget ayahnya bisa menebak isi hatinya .
"Aku hanya berteman dengannya karena dia baik ayah dan aku membantunya karena kasihan"ujar adi dengan sedikit gugup khawatir isi hatinya yang menyukai lembayung terbongkar .
Ayahnya hanya membalas senyum dan anggukan .
***********************
"Ibu apa tidak apa-apa, jika ibu aku tinggal sendiri disini? ujar Lembayung yang telah siap-siap berangkat .
Didepan rumahnya sudah ada Adi naik motor menjemputnya .
Ibu nya tersenyum memberi isyarat kalau dia baik-baik saja dan mengizinkan anaknya pergi. Setelah lembayung dan Adu berpamitan , mereka pun pergi menuju sekolah . Disana semua guru dan murid sekelasnya telah berkumpul .
Ines yang melihat Adi membonceng lembayung seketika wajahnya berubah marah . Ia mengikuti lembayung yang berjalan menuju toilet untuk mengganti sandalnya dengan sepatu. Saat ia melangkah hendak keluar toilet langkahnya terhenti karena geng ines menghalanginya keluar.
"Kenapa sih lo ,selalu menyusahkan pacar gue , elo tinggal jalan aja susah banget " ujar ines ketus sembari mendorong tubuh lembayung ke sisi tembok .
"Nes, kan dia rumahnya di laut kejauhan lah kalau jalan kaki bisa-bisa kakinya juga cacat , cacat kayak emaknya..hahaha" timpal helen teman segeng nya Ines. Mereka yang mendengar ejekan ines di dalam toilet siswi terdiam tak bisa membantu lembayung .
Lembayung tidak terima kalau ibunya jadi bahan candaan ,dengan sigap ia menarik tangan helen lalu menamparnya.
"Plakkkk" terdengar tamparan yang lumayan keras .
Siswi yang sedang ada di toilet , berkaca dan merapikan seragam wisata tampak terkejut dengan keberanian lembayung .Karena, tidak ada yang berani melawan jika geng ines sudah membully , yang ada mereka hanya diam dan menurut .
"Aww...sakit" pekik helen sembari mengelus -elus pipinya .
"kurang ajar kamu lembayung, berani lo lawan kita " ujar Ines seraya melayangkan tangan hendak menampar wajah lembayung, namun lembayung segera menepis tangan ines lalu mencengkram erat tangannya hingga ines merasakan sakit di tangan kanannya.
"Aww " pekik Ines.
"Selama ini aku diam kala kalian menghina dan menertawakanku tapi aku tidak akan diam saat ibuku juga kau hina" ujar lembayung sembari melepaskan tangan ines dengan wajah penuh amarah .
"Minggir" ujar lembayung seraya melangkah melewati keduanya yang kesakitan .
"Huuhhhh" seru siswi-siswi yang turut benci pada kedua pembully tersebut meninggalkan mereka berdua di dalam toilet .
"Kurang ajar,awas kamu lembayung " ujar Ines kesal dan merasa di permalukan oleh lembayung di depan teman sekelasnya yang ada di toilet tadi .
********************
Cantik dan Cerdas , itulah lembayung yang mereka kenal . Sejak kejadian di toilet tadi teman seangkatannya menambah poin pribadi dari lembayung yaitu pemberani .
Di dalam bus semua siswa dan siswi sudah menempati tempat duduknya masing-masing . Adi sebagai ketua kelas sekaligus ketua osis disuruh berdiri ke depan barisan kursi teman-temannya untuk mengabsen teman-teman sekelasnya yang ikut dan tentunya semuanya ikut .
Dia melihat lembayung yang berwajah ceria sedari tadi .
"Aku akan selalu berusaha untuk terus mengukir senyum indahmu " gumam Adi tersenyum memandang lembayung dari depan . Ines yang melihat tatapan adi pada lembayung membuatnya tambah benci pada lembayung .
"Wakil ketua osis , Lembayung , kemari nak duduk di depan dengan Adi " seru bu Ana . Lembayung menurut dan duduk didepan bersama Adi disebelah kursi bu Ana .
Bu Ana memberikan tugas pada lembayung untuk memberi sambutan di acara perpisahan nanti .
"sebisanya kamu saja nak " ujar bu Ana.
Lembayung mengangguk .
Diperjalanan yang di tempuh kurang lebih 2 jam , akhirnya mereka sampai ditujuan .Begitu bus terparkir semua murid berbaris menuju pintu masuk wahana Jungleland . Wahana bermain sudah siap memeriahkan acara perpisahan mereka .
Murid-murid dipandu oleh guru menuju sebuah lokasi acara untuk perpisahan SMA Mulia Jaya.
Sementara lembayung terus menulis bahan untuk sambutannya nanti di buku kecil sembari sesekali melihat dan mengikuti jalan kelompok sekolahnya.
Saat ia tengah berjalan dan fokus pada tulisannya ,tiba-tiba ia menabrak tubuh seorang pria yang sedang berdiri dan diskusi dengan teman-teman kerjanya di dalam aula.
Begitu keduanya terjatuh , Lembayung terkejut mendapati seorang pria yang ada di bawahnya , berkaca mata hitam , tidak dia kenali ,lalu ia menoleh ke sekeliling yang melihat ke arahnya sama sekali tidak ada wajah yang ia kenali , ia pun segera bangun dan berdiri .
"Maaf , maaf , sekali lagi mohon maaf " ujar lembayung sembari membungkuk lalu bergegas melangkah keluar dari aula acara mereka dengan rasa malu yang tak terbendung ,lalu matanya mencari-cari barisan kelompoknya yang ternyata memasuki aula yang ada di sebrang.
Lembayung berlari tergopoh -gopoh menghampiri Adi .
"Kamu dari mana ? Aku daritadi mencarimu " tanya Adi menyambutnya dengan wajah khawatir .
Namun ,lembayung hanya menggelengkan kepalanya .
" jangan jauh-jauh dari kelompok nanti nyasar ! ujar Andi menghawatirkan lembayung .
Lalu ia menggandeng lembayung ke aula acara perpisahan sekolahnya .
******************
Acara selanjutnya adalah kata sambutan dari perwakilan angkatan tahun ini yaitu saudari Citra Lembayung , kepadanya dipersilahkan .
Lembayung yang baru saja duduk ,segera mencari buku diary nya " bukuku" gumamnya sembari mencari-cari ke saku dan tasnya .Perasaan bingung, capek menghampirinya ,ia pun berdiri dan berjalan ke depan untuk memberi sambutan perpisahan .
" Bapak ibu guru yang saya hormati dan seluruh teman -teman yang saya cintai , ijinkan saya mewakili teman-teman SMA untuk menyampaikan salam perpisahan. Maafkanlah kami yang selalu membuat lelah, membuat bapak ibu guru bersedih. Tetaplah menjadi guru kami yang peduli, tetaplah menyayangi kami sebagaimana selama ini yang kami rasakan "
kutipan sambutan dari lembayung. Setelah selesai ia pun kembali duduk ke tempatnya.
Ia menepuk jidatnya teringat kejadian tadi saat menabrak seseorang di aula meeting sebelah aula tempatnya .
"Kamu hendak kemana ? tanya Adi menghentikan langkahnya .
"Aku mau cari bukuku yang terjatuh tadi di aula itu " tutur lembayung menunjuk ke sebuah aula , lalu ia memasuki aula tersebut yang memang acaranya telah usai, ia menanyakan perihal bukunya serta ciri-cirinya ke tukang bersih-bersih, namun jawaban mereka tidak melihat dan tidak tahu .
"Sudahlah lagian cuma buku , bukan berlian , nanti aku belikan yang baru buat mu " ujar Adi seraya meraih tangan lembayung yang hendak mencari-cari bukunya di tumpukan sampah aula tersebut .
Lembayung melepas genggaman tangan Adi .
"Tapi bagiku buku itu lebih berarti dari pada berlian " ujar lembayung dengan nada tinggi .
Adi tidak mengira lembayung akan tersinggung akan ucapannya .
"Maafkan aku lembayung " ujar Adi .
"maafkan aku juga terbawa emosi berkata seperti itu padamu " ujar Lembayung seraya terus mencari ke setiap penjuru aula tersebut.
Setelah lelah, ia pun duduk tertunduk menyesali perbuatannya yang lalai .
Ibunya berpesan untuk menjaga foto dan semua kenang-kenangan ayahnya yang ia tempel di buku diary nya.
"nih makan, buat hilangin penat "tutur Adi mengulurkan segelas eskrim vanilla pada lembayung lalu duduk disebelahnya. Lembayung menerima eskrim dari Adi dan dia pun memakannya .
"makasih Awan ,eskrimnya enak sekali " tutur lembayung .
"bentar"ujar adi seraya mengusap eskrim yang mengenai sisi bibir lembayung dengan ibu jarinya .Sesaat Lembayung tampak terhipnotis tatapan sendu dan belaian jari pria yang ada di depannya .
"mmhh...Aku belepotan yah ?" tanya lembayung sembari tersenyum, ia baru tersadar dan memundurkan kepala mengusap bibirnya sendiri .Adi mengangguk ,mereka menjadi salah tingkah .
"Adi , Ayo kita naik kora-kora , kicir-kicir " ajak ines yang menghampiri keduanya .
"Emang kamu berani ? tanya Adi sembari menoleh pada ines .
"Beranilah , kan gue sering main ke jungleland , tiap minggu bukan pertama kali kemari kaya onoh " ujar ines sombong sembari menunjuk lembayung .
.........
...............Bersambung .