꧁ ^^^^^^ ⚠︎⚠︎⚠︎^^^^^^ ꧂
Source : Tʰᵉ ᗩᵐᵒ
Hargai selagi ada,
Bukankah aku sudah menegaskan berulang kali padamu, hargai selagi ada.
Karena tak semua perpisahan,
Bisa kamu kembalikan hanya dengan ucapan 'kembalilah',
Atau tangisan yang dipenuhi penyesalan.
Takutnya, sekuat apapun kamu meronta,
Memanggil namanya,
Kamu tak bisa lagi menemuinya.
Bagaimana jika Tuhan mengambilnya darimu?
Kemanakah kamu akan menemuinya?
Si cerewet yang selalu memarahi kecerobohanmu,
Si usil yang selalu merusak ketenanganmu,
Si lemah yang selalu membebanimu.
Kemanakah kamu akan mencarinya?
Apa kamu pernah merasa?
Apa yang dia minta selama ini?
Tak banyak, hanya sebatas ingin dianggap ada,
Hanya ingin waktumu menemaninya disaat rindu itu membuatnya gelisah.
Hanya ingin diterima,
Dan dihargai,
Semua usaha yang telah dia beri.
Bukan diabai,
Bukan dibiarkan,
Bukan bertahan ego seolah kau yang paling tahan dengan semua yang terjadi.
Atau bahkan bukan untuk dibandingi.
Dia hanyalah manusia biasa,
Yang hanya tertunduk,
Saat mendengar dengan nada tinggi dirimu merutuk,
Menggerutu, saat dia tak seperti harapanmu.
Tapi dia tak pernah menuntut apapun darimu,
Dia hanya bisa bungkam,
Saat kamu tengah naik pitam.
Dia hanya mampu menangis,
Saat kata-katamu begitu bengis.
Dia tidak membencimu,
Dia sabar dengan segala perlakuan burukmu,
Dia memaklumi,
Dia mencoba mengerti,
Dia berusaha memahami.
Kerasmu, dia balas dengan tutur kata yang halus,
Kasarmu, dia hanya mampu menekannya dengan rasa sabar,
Segala bentuk kekecewaan, keluhan, rintihan, dan cacian,
Dia berusaha selalu ada untukmu, dalam segala keadaan,
Meski saat itu keadaannya juga sedang memburuk,
Dia selalu berusaha mengutamakanmu, agar kamu tak terpuruk.
Sekarang, lihatlah dia,
Sosok yang selama ini sabar ada disampingmu,
Menjadi pembimbing, pendengar, dan penyemangatmu,
Saat seluruh dunia tak hadir untukmu,
Mungkin dia tak selalu mengerti,
Tapi sadarkah kamu?
Dia ada, dia tak meninggalkanmu.
Bayangkan, hidupmu setelahnya tanpa dia,
Tanpa pendengar yang sabar,
Tanpa penuntun yang telaten,
Tanpa sosok yang selalu memastikan bahwa kamu baik-baik saja.
Apakah semuanya akan membaik? Jika dia tiada?
Apakah kamu bisa tanpanya?
Apakah kamu akan tenang setelahnya?
Sekali lagi, lihatlah dia,
Hargai kehadirannya,
Terimalah dia, apa adanya,
Karena bagaimana buruknya kamu,
Dia masih mau menerimamu,
Dan mencoba melengkapi dengan kekurangan yang dia miliki.
Sebelum dunia mengambilnya,
Sebelum waktu dan dimensi menjadi pemisahnya,
Saat kamu masih mampu menyebut namanya,
Saat kamu masih mampu memeluk tubuhnya,
Hargai dia,
Jaga dia,
Lindungi dia,
Dia pelindungmu yang lemah,
Namun berusaha kuat untuk menjagamu.
Jadi, hargai sebelum penyesalan menghampiri.
Untuk kalian yang masih belum bisa berdamai dengan masa lalu.
Terkadang orang-orang sangat egois, mereka hanya melihat satu keindahan diantara seribu keindahan yang menetap.
Lantas, katanya mereka lebih menyukai senja,
akan tetapi apa pernah terlintas dalam pikiran mereka bahwa indahnya senja hanyalah sesaat?
Sama hal-nya dengan sebuah hubungan,
hubungan selalu berakhir tragis dengan diselimuti kisah indahnya,
dan banyak orang yang tidak ingin membuka hati ketika semua telah usai,
padahal jika ia mau membuka mata lebar-lebar, ada yang lebih indah dibandingkan senja; langit yang selalu menetap, matahari yang selalu bersinar juga gemerlap bintang yang menemani heningnya malam.
Mereka terlalu fokus pada satu titik,
tidak bisa melihat titik lain.
Mereka terlalu jatuh pada satu hati,
sehingga mereka tidak bisa melihat banyak hati yang ingin berlabuh.
Berdamai dengan masa lalu itu mudah,
hanya ada (2) dua cara, yaitu;
Mengikhlaskan segala sesuatu yang telah terjadi,
lalu memaafkan diri sendiri.
Maka, kebahagiaan akan datang secara perlahan.
Memang berkata lebih mudah dibandingkan dengan melakukannya,
tapi aku yakin dengan tekad, dan niat.
Semua akan berlalu dengan sendirinya 😌
☾︎☽︎☾︎☽︎ ^ ☹︎☹︎☹︎ @ᵐᵒ