Malam hari,disebuah restoran cepat saji.Mia mengadakan pertemuan rahasia dengan Ellen sahabat dekatnya.Mia diminta menggantikan Ellen untuk menikah dengan seorang CEO tampan yang memiliki sikap dingin dan lumpuh.
Mia menyetujui permintaan Ellen dengan satu syarat,Ellen harus memberinya uang sebesar limapuluh juta rupiah.Orangtua Mia baru saja meninggal dunia,mereka meninggalkan hutang sebesar seratus juta rupiah dan Mia lah yang harus bertanggung jawab untuk melunasinya.
"Jadi,kamu sudah menyiapkan uangnya?"Tanya Mia.
"Sudah,seratus juta rupiah ces seperti yang kamu minta,"sahut Ellen.
"Bagus,jadi kapan dan dimana pernikahan itu akan dilaksanakan?"Tanya Mia lagi.
"Hotel Havana,dua hari lagi.Kamu tenang saja,aku akan menyuruh orang untuk memasukan obat tidur kedalam minuman pria itu.Jadi,kamu punya kesempatan untuk kabur sebelum dia memaksamu untuk melakukan malam pertama."Jelas Ellen panjang lebar.
"Sepertinya semua akan aman dan berjalan sesuai dengan rencana kita"Mia tersenyum simpul.
"Tentu saja.Yang penting,kamu jangan membuka tutup kepalamu sebelum kalian masuk kedalam kamar dan pria itu meminum minuman yang sudah kita persiapkan.Mengerti?"Ellen memperingatkan.Mia menjawab dengan anggukan dan tatapan mata tajam.
Ellen menaruh sebuah tas diatas meja,dengan cepat Mia menarik tas itu dan memeluknya kuat kuat.Tanpa makan dan minum terlebih dahulu Mia langsung pergi meninggalkan Ellen sendirian di restoran cepat saji itu.
*
*
*
Dua hari kemudian...
Pagi hari,hotel Havana.Mia resmi dinikahi oleh CEO lumpuh bernama Martin.Benar kata Ellen sahabatnya,Martin adalah seorang pria yang memiliki wajah tampan.Jika saja pria itu tidak lumpuh,Ellen pasti tidak akan menolak untuk menikah denganya.
Usai bertukar cincin,Martin ingin membuka penutup kepala yang dipakai oleh Mia.Sesuai dengan kebiasaan,setelah resmi menikah akan saling berciuman didepan para tamu undangan.
"Jangan,"Ucap Mia.
"Kenapa memangnya?"Tanya Martin penasaran.
"Aku malu,aku juga tidak suka berciuman didepan umum."Mia berbohong.
"Oh,kamu suka melakukanya ditempat yang lebih tertutup ya?Dasar gadis nakal"Martin melempar senyum sinis kepada Mia.
Pesta pernikahan selesai,para tamu undangan pergi.Mia dan Martin menuju kamar pengantin diantar oleh dua pengawal pribadi Martin dan satu petugas Hotel.
Jantung Mia berdegup kencang,dia merasa sedikit gugup dan juga takut.Bagaimana kalau rencana Ellen yang sudah diatur untuknya gagal?Mia tak hanya akan dimaki oleh Martin,tapi juga akan dikuliti oleh dua pengawal pribadi bertubuh tinggi besar itu.
Sesampainya dikamar Hotel,Martin langsung menutup dan mengunci pintu.Sementara petugas Hotel pergi,dua pengawal Margin tetap berjaga diluar pintu.
Mia melirik kearah gelas berisi minuman yang tergeletak diatas meja.Langsung aja,dia menawari Martin untuk minum.
"Minumlah,aku sengaja menyiapkan ini untukmu."Mia menyodorkan gelas minuman itu pada Martin.
"Minuman apa itu?"Martin menatap curiga.
"Ini minuman kesehatan,tenang saja aku tidak akan berani meracuni suamiku sendiri"Mia mencoba untuk menghilangkan kecurigaan Martin.
Martin langsung meminum minuman itu sampai habis.Mia tersenyum puas dan menarik nafas lega.Tinggal menunggu beberapa menit saja obat tidur itu akan bereaksi dan Mia bisa pergi melarikan diri.
Satu menit,lima menit,sepuluh menit kemudian.Tubuh Martin mulai mengeluarkan reaksi yang sedikit aneh.Dia terlihat seperti sedang kepanasan dan merasa tidak nyaman.Tidak hanya itu,Martin juga mulai melepaskan pakaiannya satu demi satu.
"Sial,apa Ellen sudah menipuku?Obat itu sudah pasti bukan obat tidur,tapi obat penambah gairah"Celoteh Mia lirih.
Martin mengayuh kursi rodanya mendekati Mia,Mia mulai panik dan bingung harus berbuat apa.Tak lama,Martin menarik paksa lengan Mia hingga jatuh diatas pangkuannya.
"Cepat buka penutup kepala dan gaun pengantin mu yang berat itu."Pinta Martin.
"Tidak,tidak mau!"Mia menolak dengan tegas.
"Kalau kamu tidak mau,biar aku saja yang membukanya,"lanjut Martin.
"Tidak,jangaaaan.."Mia berteriak kencang.
Sekuat tenaga gadis itu memberontak dan mencoba lepas dari dekapan Martin,tapi hasilnya sia sia.Dengan cepat Martin bisa menguasai tubuh Mia dan mendapatkan apa yang dia inginkan yaitu keindahan malam pertama.
Bersambung...