semua dianggap bualan.
Hadirmu menjanjikan pada awalnya,walau akhirnya kita saling melupakan.
Mungkin kini belum saatnya, belum saatnya kurasakan cinta karena cinta tidak sekedar nyaman namun menerima satu dengan yang lainnya.
Karena tidak akan tau sampai kapan aku mencapai batas lelah. Saat terbesit pemikiran,
Yang kulakukan sia-sia
Yang diusahakan dianggap remeh
Lalu berakhir percuma.
Untukmu yang terlalu kupedulikan.
Apakah kau tau banyak sekali hal-hal yang dapat kita rasakan tanpa kita inginkan. Semua orang mengiginkan hidupnya bahagia, tetapi, takdir mengatakan hal sebaliknya. Berusaha mempercayai seseorang, tetapi kita dikecewakan.
Mementingkan hal lain daripada ego sendiri tentu saja menyiksa. Mamperdulikan perasaan orang lain tanpa memperdulikan diri sendiri. Merelakan tanpa melepaskan, mempercayai tanpa mencurigai, dan mengundang luka tanpa meminta untuk disembuhkan.
Mencintai itu hal yang wajar, apalagi, takut kehilangan. Hal yang paling mendasar disuatu hubungan. Membuat seseorang mencintai kita, itu karena cara kita sendiri. Dan mencintai seseorang, itu dengan cara kita sendiri.
Ketika kamu selingkuh, saya kecewa, marah, sedih, pasti. Tapi saya tidak mengatakan kamu salah, salah atau benar bukan hak saya untuk menghakimi,
Barangkali hal itu terjadi karena aku hanya mencoba menjadi yang terbaik, hingga lupa menjadi yang menyenangkan.
Barangkali juga, kamu belum bisa berdamai dengan kekuranganku, hingga lupa dengan beberapa lebihku.
Barangkali lagi, aku terlalu mengikat, hingga lupa mengulur tali-tali itu.
Dari tuhan, kita mendapat bagian sendiri-sendiri dalam pelajaran berharga, walaupun harga yang harus dibayar cukup mahal, dengan kehilangan.
Apakah kamu tau apa bedanya malam dengan arah hubungan kita?
TIDAK ADA.
Keduanya sama sama GELAP.
Terima kasih berkatmu aku belajar banyak hal mungkin memang sudah waktunya saya pamit undur diri.
See you diwaktu yang akan datang...