"Eh, Yaka?" kata Han yang setengah kaget. "Iya emangnya kenapa?" tanya Yaka heran. "Udah lama ga ketemu, ga banyak berubah ya kamu." Han menatap Yaka sinis. "Hm, mungkin."
Seketika gadis sebaya dengan Han dan Yaka datang menghampiri mereka. "Sayang, ayok temenin aku shopping." Entah kenapa itu membuat Han geli hati. "Ini cewe baru kamu?" tanya Han yang masih berusaha menahan tawanya. "Masih cantikan aku loh." Tawa Han pecah, membuat seluruh penghuni Mall melihat dan pandangan mereka tertuju padanya.
"Han, dia bukan siapa siapa aku loh. Jadi jangan pikir yang aneh aneh." Yaka berusaha memberitahu yang sejujurnya namun usaha Yaka sia-sia. "Owh, kita bukan siapa siapa ya? Trus kemaren nembak aku, itu nembak buat jadi paan? Babu?" tanya gadis itu marah.
"Eh, iya ki... kita pacaran Han."
"Baru ngomong sekarang by? Tadi sebelum itu kan kamu bilang aku bukan siapa siapanya kamu?!"
"Eh itu..."
"Kita putus."
Gadis itu berjalan pulang sendiri dengan perasaan kesal. Dia tak menyangka orang yang sudah lama dia incar untuk pacaran memutuskannya dalam sehari hanya gara-gara mantan.
Sementara itu Yaka dan Han...
"Hiya hiya, pacar yang ga diakui ngambek noh." Han masih terkekeh pelan. "Puas kamu?" tanya Yaka. "Puas kamu membuat orang gamon?!" sambung Yaka.
"Kalo gamau gamon, ngapain mutusin aku?" tanya Han balik. "Punya otak gasih?" tanyanya lagi.
Yaka terdiam dan tak mampu membalas apapun yang dikatakan Han karena ya, apa yang dikatakannya memang fakta.
"Terserah kamu." Yaka mengalah dan tak mau berdebat lebih jauh. Han malah tersenyum. "Hahaha, senengnya bisa bikin mantan putus sama cewenya."
Yaka menatap Han dengan tatapan datar. "Yaudah aku pulang," kata Yaka sambil berjalan ke arah lift dan pulang. Seketika tangannya diraih oleh Han. "Gamau gamon?" tanya Han dengan wajah merah merona. "Gimana coba?" tanya Yaka penasaran. "Ayo balikan," jawab Han bersemangat. "Ayo!"
TAMAT