Secarik kertas yang telah ku buat disana aku melukis pemandangan malam hari. Saat itu aku kembali mengingat masa kecil yang telah ku lewati sendirian:
Andaikan saja aku bisa terbang seperti kupu - kupu nan cantik itu, aku bisa menari - nari dan keliling dunia menggunakan sayap itu. Namaku Stella, gadis yang periang nan manis, aku memang gadis yang hanya bisa bermimpi dan impian yang tak bisa terwujud.
Kenapa aku suka menghayal karena menghayal bagiku itu tempat paling membuat aku selalu tenang dan nyaman. Disaat malam hari nya saat langit begitu dipenuhi oleh bintang dan bulan aku selalu menghadap ke langit sampai bulan itu benar - benar hilang.
"Andai bintang dan bulan itu bisa mewujudkan impian ku," batinnya.
Aku benar - benar gadis kecil yang begitu lugu tidak tahu apa - apa sehingga aku mencoba membeli sayap mainan di pasar, sampai - sampai aku mengira sayap itu bisa membuat kita terbang ke udara.
"ibu, apa aku bisa terbang setelah membeli sayap mainan ini...?" tanyaku.
"hahaha" ibu tertawa kepada ku dan mengatakan "ya, nanti jika kamu sudah sampai rumah kamu bisa menerbangkannya sebisa mungkin," jawab ibu berbohong.
17 tahun kemudian
Saat aku kembali lagi mengingat kenangan - kenangan lamaku itu, aku menjadi tertawa masih dengan menatap bintang dan bulan dilangit.
"kenapa aku percaya banget dengan sayap mainan, mana ada sayap mainan bisa membuat kita terbang bebas keangkasa"