Namaku Aina Larasati dan Wiwid Astuti adalah sahabatku yang pengertian.ketika, ujian persahabatan kami datang disaat itulah,dia menjadi jalanku pulang menjadi orang yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
Apalah artinya punya karir bagus dan punya pasangan banyak harta,kalo sahabat sendiri dilupakan?
Wiwid dan Aku bertengkar karna perselingkuhan kekasihku didepan matanya,dia juga cerita jika kekasihku melecehkannya.
"Kamu udah cukup,Wiwid! Tega kamu fitnah Roy!"
"Aku gak fitnah Roy, dia itu cuman bermain-main sama kamu.dan kamu gak lihat dari segi penampilamnya."
"Roy itu Boss aku,dan dialah membantu aku hingga dititik puncak karirku.Kamu bisanya cemburu dengan keberhasilan atas pencapaianku."
"Kamu udah terlalu bucin pada lelaki yang salah."
"Bodoh! Jika aku dengar kamu,semua orang benar kalau kamu mau rusak karirku dan hubunganku."
"Aku gak bisa nahan kebutaan hati kamu,Aina.Semoga kamu tidak menyesalinya."
"Aku harus jaga ucapan mulutku sendiri itu jika wanita lain,Sekarang aku terpaksa bilang ini ke kamu.Mending kamu aborsi aja janin yang jelas-jelas itu kejahatan orang lain. janin itu bukan darah daging,Roy."
"Tuhan akan membuka mata dan nurani hati kamu,Aku percaya sahabatku ini kelak akan pahami perbuatan pria bejat itu."
"Cukup! Pergi sekarang! Dan gak usah anggap kita ini sahabat. bagi aku udah gak ada artinya lagi."
Wiwid yang kukenal tidak pernah menanggis kini airmata itu pecah seketika.
Runtuh sudah persahabatan kami.
***
Roy yang bukan lain adalah Bossku juga dengan jahatnya dia masukkan namaku sebagai orang menggelapkan uang perusahaannya.
Aku dituduh membuat banyak karyawan di PHK.
kini terjawab sudah doa Wiwid.
***
Sepuluh Tahun berlalu..
Aku tidak masuk penjara lebih lama karna jaminan,Wiwid.
Padahal Ekonomi Wiwid,pas-pasan.dia mau menampungku dan anak kecil itu putranya.Wiwid cerita bahwa dirinya ditalak oleh Roy karna menolak menyerahkan hak ahli waris neneknya.
Roy masih saja tak berubah.
"Dia masih pria liar,Wiwid!"
"Aku udah tahan kesabaran tapi pernikahan terpaksa itu cukup melukai hatiku."
"Karna aku,"
"Ya!"
"Maaf Aina!"
"Aku yang harus memohon ampunan sama kamu.bego banget aku,Wid!"
"Roy pasti datang lagi untuk ngambil paksa,Dyon."
***
Kami berdua minta bantuan hukum pada temanku dan dia juga dulu mantan Wiwid.
"Kok gak nelpon,Aku bisa atur jadwal buat Kalian berdua."
"Maaf ngganggu,Hilman!"
"Tidak juga kok,Firma hukum dibawah pengawasanku lumayanlah maju pesat."
"Syukurlah!"
"Dyon tidak sekolah?"
"Tidak Om,Papa ngganggu mama."
Dyon beda jauh dari Roy,mungkin karna didikkan Wiwid.
Hilman mungkin masih sayang sama Wiwid,dia yang juga membantu membersihkan nama baikku.
"Aina!"
"Iya! Sekarang kamu kerja Apa?"
"Gak ada,bantuin Wiwid jaga warung makan juga bantu urus Dyon."
"Kamu kesusahan karna orang itu,Aku gak nyangka pria sejahat itu pernah punya hubungan sama kamu.Wiwid cerita semuanya."
"Ah! itu masa lalu paling buruk dalam hidupku,Hilman."
"Aku boleh tanya sesuatu andai ada pria yang meminta kamu jadi isteri mau gak?"
"Gak mau!"
"Kenapa?"
"Aku mantan narapidana dan gak punya pekerjaan,numpang hidup sama sahabat sendiri."
"Andai ada yang mau,kamu masih tetap menolak."
"Ya! Aku takut jatuhkan hati lagi pada pria,Hilman.takut lupa diri lagi dan buta lagi karna bucin."
"Pantas Wiwid maksa aku, untuk akhiri masa jomblo aku sama sahabatnya sendiri.setahu aku sahabat dia itu kamu seorang,Aina."
Aku gak mau ge'er dulu. Mana mungkin Hilman putus sama Wiwid karna perasaan terlarang terhadapku.
Wiwid tak marah sama sekali
lebih baik jujur daripada berdusta.
***
Setelah permasalahan rumah tangga Wiwid ditangani oleh Hilman.
Kuasa Hukum Roy mundur dari pengadilan dikarnakan tidak mudah melawan Hilman.
Hak asuh mutlak dan Roy harus jaga jarak selama Sepuluh Bulan sampai Dyon Dewasa. Roy tak berdaya dan mau menerima kekalahannya.
Aku dan Wiwid mengunakan harta warisan mendiang Nenek Roy dengan sebaik mungkin.
Kita berdua membangun usaha UKM bersama-sama karir ini dibangun lagi.
***
Sepuluh Bulan berlalu..
Roy datang menemui pesta kelulusan Dyon,
"Papa!"
"Dyon!"
"Papa! Papa gak sibuk sama cewe lagi,bukan."
"Pinter kamu ledekkan,Papa.Cewe kamu jangan kepicut sama Papa."
"Ah,Papa! Cewe aku masih Janda,Pa!"
"Janda?"
"Ya,Setelah pisah resmi sama Papa Hilman untuk mengembalikan hak Papa."
"Papa udah banyak harta dan wanita,Papa cuman gak dapat kamu,aja."
"Papa! Aku anak kamu,Pa! Kapan aku marah dan benci sama Papa? Mama bilang Papa itu gak tahu cara pakai nurani hati papa yang baik."
"Kamu persis seperti Ibu kamu.Bangga Papa pernah tanggung jawab terpaksa sama mama,kamu itu."
"Papa sama Mama gak kepikiran kasih aku adek."
Roy ninju dada putranya tidak terlalu keras.
***
Hilman menikah lagi dan itu denganku,
setelah dipaksa dan dibawah ancaman Roy,Aku mau tak mau mengiyakannya.
Bagiku Wiwid dan Dyon harta karir hidupku yang lebih berharga mahal dari Apapun.
Wiwid dan Roy menikah lagi setelah,kami berdua pergi untuk bulan madu.
Dyon happy setelah dia akan dapat Dua adek dari Dua Papanya,walaupun sekarang,Hilman pernah menjadi ayah sambungnya dia dianggap ayah oleh Dyon.
Roy,tidak kehilangan sayang dari Putranya.
***
Dan begitulah perjalanan persahabatan kami berdua, Dua lelaki yang sama-sama pernah jadi bagian hidup kami.
Dyon bagai jembatan perdamaian kami berempat.
"Ayo,Akka! Ayo Lempar ke Kakak!"
"Gito ambil bolanya!"
Ya!
Gito dan Akka jadi tali penopang dan tiang persahabatan rumah tangga kami.
Beginilah Akhir Kisahku..Aina
***
Tamat
P.S: Thor ucapkan terima kasih sudah baca cerpen ini