Ini cerita yang sedang terjadi pada kaum millenial, dimana zaman sudah sangat canggih untuk yang jauh terasa dekat hanya dengan melalui media komunikasi saja.
namaku Andika, usia ku saat ini sudah 22tahun.
sehari-hari ku hanya berteman kan sebuah gadget, aku bisa seharian dalam kamar dengan ditemani gadget. Bukan berarti aku orang yang malas tetapi hanya merasa dunia luar tidak begitu menyenangkan seperti di media sosial, aku mempunyai banyak teman tetapi hanya di media sosial saja dan sering kali bermain games online.
Namun suatu ketika, tiba-tiba semua kehidupan ku berubah setelah mengenal dia di sosial media.
ini seorang perempuan, namanya Rania umurnya masih 20 tahun tetapi dia suka bermain sosial media dan dari sini lah cerita aku dan dia berawal.
Awalnya kami hanya say hello aja, itu aku lakukan pada semua orang yang bermain sosial media dan mengajak berkenalan terus ngobrol-ngobrol bareng, saling cerita kehidupan didunia nyata, dan bermain games bersama. Aku merasa nyaman bersama Rania dan memutuskan untuk menyatakan cinta padanya pada malam itu.
"Ran?" sapa ku di sosial media
"Iya, ada apa dik?" Jawab Rania
"Saat mengenalmu aku merasa nyaman dan setiap detik entah mengapa aku selalu memikirkan mu, mau kah kamu menjadi pacarku?" Tanya Andika.
Dan Rania pun menjawab dengan cepat. "Iya"
Dan aku pun merasa senang, Akhirnya punya pacar juga walaupun hanya melalui media sosial saja tetapi aku dan Rania menghabiskan waktu bersama setiap harinya tanpa merasa bosan karena terdapat celengan rindu dihati kami.
Saat kami sedang merasa kasmaran dan jatuh kedalam indahnya cinta sosial media, Tiba-tiba Rania pun menghilang tanpa kabar dan aku berusaha untuk menanyakan kabarnya tapi tak ada jawaban perasaanku mulai bercampur aduk khawatir tetapi tak bisa berbuat apa-apa.
Kemana hilangnya Rania?
Mengapa Rania tidak seperti biasannya?
apakah Rania sudah bosan?
pertanyaan itu terus bergumam dihatiku, aku tidak tahu mengapa Pacar Online bisa terasa sampai kehati dan sakitnya juga terasa nyata.
setelah seminggu tak ada kabarnya juga, tapi aku terus menunggu kabarnya dan sampailah pada sebulan akhirnya Rania menghubungiku kembali.
Tapi kali ini Rania hanya berbicara untuk bisa bertemu dan hanya memberikan sebuah alamat.
Dengan tekad yang kuat dan perasaan yang nyata aku memutuskan untuk menemui nya walaupun jarak rumah nya sangatlah jauh sampai harus berpindah pulau alias beda provinsi.
aku tak terlalu mengenal nya karena hanya berkenalan lewat sosial media aja tetapi aku yakin padanya jadi aku tetap terbang menemuinya.
dan betapa sedihnya saat bertemu dengannya yang terbaring di ranjang rumah sakit dan sedang dalam keadaan sakit parah, aku melihat rambutnya yang rontok dibantalnya dengan banyaknya.
Lalu aku berbicara padanya untuk memberikan dukungan agar ada rasa semangat untuk sembuh kembali dan tetap menunggu kesembuhan nya berharap, Rania akan terus menghabiskan waktu bersama ku dan tak ingin lagi merasa jauh darinya.
"Nak? kamu siapa? apa kamu temannya Rania?" tanya seorang ibu sambil memegang bahunya Andika yang sedang terduduk dikursi kunjungan.
"Bu. ini Andika temanku di sosial media." Jawab Rania yang sedikit terbata-bata.
"Sepertinya ananda datang dari daerah jauh ya?" bertanya karena penasaran dan belum tahu tentang teman Anaknya tersebut.
"Perkenalkan Bu saya Andika berasal dari Jakarta dan saya sangat menyukai Anaknya ibu jadi saya kesini untuk bertemu dan melihat Rania." Jawab Andika dengan nada lembut sambil menjelaskan.
"Apa orang tua mu tahu kamu pergi kesini?"
"orangtua ku sudah tahu Bu dan mereka hanya mengingatkan untuk pulang lebih cepat saja"
"Jika begitu marilah untuk beristirahat dirumah terlebih dahulu, biarkan Rania ditunggu oleh suster pribadi sebentar." Ucap ibunya dengan ramah.
Dan aku pun mengikuti ibunya Rania untuk beristirahat dan pulang kerumah nya Rania.
Rania terlihat bahagia dan ingin meluapkan semua rasa rindunya pada pacar online nya tersebut tetapi dia tak punya tenaga untuk itu karena badan nya terlalu lemas menahan rasa sakit akibat penyakit yang sedang dia derita saat ini.
dirumah Rania, Andika disambut keluarga nya dengan penuh kehangatan. Keluarga Rania banyak bertanya dan berbicara padanya tetapi hanya konteks santai walaupun begitu Andika terlihat tegang tetapi cukup merasa senang.
Saat malam harinya..
Andika kembali memutuskan untuk menemani Rania dan berbicara tentang hubungan mereka.
"Apakah kamu bahagia? jika iya tolong cepatlah sembuh ya, aku bahagia bisa bertemu denganmu." Tutur Andika sambil menatap mata Rania dengan senyuman nya.
"Aku bahagia, dan Aku ingin sembuh lebih cepat." Jawab Rania sambil memegang tangan Andika.
"Aku mencintaimu, Aku menyayangimu." Tutur Andika dengan mata berkaca-kaca dan tak percaya Pacar Online nya ada di depan matanya.
"Aku mempunyai perasaan yang sama terhadap mu, dan terimakasih telah menerima kekurangan ku." Jawab Rania dengan terharu.
"Sakitmu bukan kekurangan tapi kelebihan mu yang bisa kuat dalam diberi cobaan, Aku akan terus menemani mu baik sakit maupun sehat." Ucap Andika dengan mencium tangan Rania dengan lembut.
Rania hanya menangis terharu dan penuh rasa yang semakin mendorong nya untuk kembali sembuh lagi demi orang yang dia cintai. Akhirnya Rania pun tertidur dan Andika melihatnya dengan perasaan rindu yang sangat mendalam.
Keesokan harinya...
Andika memberikan suapan bubur pada Rania dan mereka terlihat romantis, tetapi Andika harus pulang dan tak bisa menemani Rania dengan lebih lama lagi dikarenakan orang tua nya meminta untuk pulang lebih cepat.
"Aku sebetulnya sangat ingin menemanimu lebih lama lagi tetapi belum bisa aku lakukan karena tuntutan dari orang tua ku, maafkan aku ya?" Ucap Andika yang terlihat sedih namun tetap fokus menyuapin Rania dengan pelan.
"Tak apa, aku akan baik-baik saja. dan segera sembuh sebentar lagi." jawab Rania dengan optimis dan tak ingin terlihat sedih di depan Andika.
"Aku berjanji akan datang lagi dan memberikan semua celengan rindu pada pertemuan berikutnya." Ucap Andika dengan senyuman.
"Aku akan menunggumu." Jawab Rania sambil mencoba untuk mengambil gelas karena ingin minum.
"Terimakasih ya sayang" Tutur Andika sambil membantu Rania untuk minum.
dan setelah semuanya selesai Andika pamit untuk pulang dan mencium kening Rania menandakan kasih sayangnya pada Rania, tak lupa semangat dan motivasi selalu dituturkan Andika untuk Rania.
"Andika terlihat baik dan punya rasa yang tulus untukmu nak." Ucap ibunya Rania pada Rania.
"Iya bu Rania juga merasakan hal yang sama tetapi lihatlah takdir akan bagaimana, dan Rania juga belum tahu keluarga nya Andika terus latar belakang keluarga mereka." Jawab Rania dengan menjelaskan dan ingin lebih banyak mengetahui tentang kehidupan Andika.
Dua bulan kemudian Rania berhasil melewati Oparasinya dengan lancar dan diberikan kemudahan akhirnya Rania sehat kembali..
Mendengar berita baik ini Andika tergerak menemui Rania dan Ingin mengajak Rania untuk kerumahnya dan memperkenalkan Rania pada keluarganya.
Rania terlihat bahagia dan kedua keluarga merasa setuju dengan hubungan yang Andika dan Rania jalani, Akhirnya mereka pun memutuskan untuk menikah muda dan keluarga memberikan dukungan yang terbaik untuk Andika dan Rania.
Jarak bukanlah suatu hambatan untuk sebuah hubungan dan hubungan hanya ada rasa sayang, Cinta yang kuat dan tekad untuk tetap saling percaya antara satu sama lain.
sekian dan terimakasih..
-TAMAT-