Kata orang-orang, menyukai mu adalah suatu kesalahan. Kenapa? aku mencoba mencari tahu alasan kenapa semua orang berkata mencintaimu sama saja seperti aku menyakiti diriku sendiri secara perlahan-lahan.
Aku tidak mengerti dengan semua ucapan yang mereka lontarkan padaku, memangnya apa salahnya mencintaimu yang telah memberikan ku kebahagiaan setiap hari nya?
kata mereka semua, dengan mencintai kamu aku akan mati secara perlahan karena perasaan ini. Aku tidak setuju, memangnya kenapa aku bisa mati hanya karena mencintai kamu?
Lalu seseorang menepuk pundak ku dan berkata "Kalian berbeda, sekalipun kamu sangat mencintainya dia mungkin tidak akan membalas perasaanmu. dia hanya cobaan yang diberikan tuhan untuk mu, bukan jodoh mu yang sudah tuhan persiapkan"
dalam hati aku berfikir, tahu darimana dia, kalau kamu bukanlah jodohku? dia bukan tuhan yang mengatur jodohku, tahu apa dia?
dia memangnya tahu kalau selama ini kita sudah membuat banyak kenangan bersama? lalu ada orang lain yang kembali menegur ku
"Kamu sudah pergi terlalu jauh, kembali lah. Dia akan bahagia bersama jodohnya yang pastinya bukan kamu"
Aku marah sungguh.
saat mengerti semua ucapan mereka, aku dan kamu berbeda.
Setiap hari aku sempatkan diriku memasuki sebuah bangunan yang di beri nama 'Masjid' tempat dimana aku melakukan shalat bersama teman-teman ku yang lain.
sedangkan kamu, setiap minggu kamu akan pergi memasuki bangunan bernama 'gereja' dan berdoa di sana.
ya mereka semua benar, orang-orang yang selama ini selalu aku anggap sok tahu memang benar
aku sudah berjalan kearah mu terlalu jauh, sangat jauh sampai aku sendiri sulit untuk berbalik badan dan kembali ke jalan ku.
saat aku berusaha berbalik, kamu dengan lembutnya berkata "Anayya, boleh kamu tanyakan pada tuhanmu saat sedang berdoa nanti? tolong tanyakan padanya, apa boleh aku yang bukan umat nya mencintai salah satu hamba nya?"
sungguh, saat itu aku merasa ingin sekali menangis kencang layaknya bayi yang baru lahir ke dunia ini.
kenapa kamu bisa sekali membuat pertahanan ku rubuh dengan pertanyaan yang keluar kelewat lembut dari mulut mu itu?
lalu aku yang sudah merasa muak membalas "Aku tidak tahu, tapi jauh lebih baik kamu buang perasaan itu. Aku takut gereja mu akan membenci masjid ku"
Kamu membalas dengan lembut di tambah pancaran sendu yang kamu berikan padaku lewat mata bulat mu "Bagaimana caranya? membuang perasaan ini, bagaimana caranya Anayya? apa aku harus mencari sebuah tempat sampah khusus perasaan yang tak terbalas?"
"Jangan tatap aku seperti itu, aku merasa seperti seorang pendosa besar yang membuat mata bulat itu berlinang air mata" Ujar ku di selipi dengan isakan menahan tangisan
"Aku selalu berdoa di gereja dengan baik, aku selalu berdoa di sana dengan rajin agar dia bisa menerima dan membiarkan aku bersama dengan kamu, tapi tampaknya dia tetap tidak ingin membiarkan aku bersama kamu. kenapa rasanya tidak adil sekali ya?" Tanya Jungkook yang kini sudah tampak lemas tidak tahu mau berbicara apa.
"Jadi kita berakhir seperti ini ya? jadi nanti aku harus melihat kamu hidup bersama orang lain selain aku ya? kenapa perasaan ini tidak rela sekali rasanya? kamu tahu kenapa? membayangkan saat kamu di peluk orang lain, di gandeng orang lain, dan melakukan segala nya dengan orang lain, rasanya tidak rela sekali"
Aku tidak bisa melakukan apapun, sungguh kalau boleh aku ingin sekali menarik Jungkook dan memeluknya erat dan mengatakan aku juga tidak rela jika nantinya ia akan bersama wanita pilihannya yang lain.
aku sungguh tidak sanggup membayangkan Jungkook berlari dan memeluk wanita lain, membelikan sebuah boneka besar untuk wanita lain, menggoda wanita lain sampai pipinya memerah, bahkan aku tidak siap membayangkan Jungkook memiliki wanita lain selain ku.
tapi apa daya? ada banyak sekali yang menentang hubungan ini, rasa-rasanya mereka semua berfikir untuk membiarkan kami berdua terluka dibanding lebih banyak orang lagi yang terluka karena kami berdua.
Jungkook, meski hubungan ini tidak berjalan baik aku harap kamu akan selalu mengingat ku sebagai gadis yang selalu memeluk kamu saat kamu menangis, bahwa aku adalah gadis pertama yang membuat kamu menangis ketakutan, dan fakta bahwa aku adalah gadis pertama yang mengukir kisah cinta bersama mu.
meski hubungan ini tidak berjalan dengan baik, satu hal yang harus kamu tahu, Kamu adalah yang terbaik, itu sudah tertulis dengan tinta permanen di hatiku.
End