ini adalah kisahku, kisah nyataku tapi sudah masa lalu jadi maaf kalo aku sedikit lupa, ya karna memang masa lalu hanya lah untuk pembelajaran untuk masa depan
halooo namaku silvia sekarang aku baru saja menduduki julukan mahasiswa, dan ini adalah ceritaku saat aku masih duduk di bangku kelas 3 sekolah menengah pertama
dia, dia adalah seseorang yang mengisi hatiku untuk pertama kalinya, orang yang membuatku merasakan apa itu sebuah hubungan. dia adik kelasku namanya putra dulu aku mengenalnya saat dia masih menduduki bangku kelas 2 sekolah menengah pertama.
pada saat itu kita tidak sengaja bertemu saat ada kegiatan antar sekolah dan kebetulan aku mewakili sekolahku dan dia juga mewakili sekolahnya, aku tau dia menatap ku lama sangatt lama, tetapi dia tidak berani untuk menyapa ku dan aku juga tidak berani untuk menyapanya, ketika kegiatan itu akan selesai dia memanggilku
" heiii. " panggil nya.
aku hanya menunjuk ke arah diriku dan dia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban
" kenapa. " tanyaku
" namamu siapa. " tanya ya menatapku
" silvia, dan siapa namamu " jawabku serta tanyaku
" putra. " jawabnya dan kita berjabat tangan
tak berselang lama aku mendengar notif dari handphone ku dan ternyata itu darinya, kita berkenalan dari aplikasi instagram, kira kira begini obrolan kita.
" kamu skolah dimana." tanyanya
" aku di SMP cakrawala, kamu dimana. " tanyaku balik
" aku di SMP rajawali, eh bukannya itu deket ya, ko aku ga pernah ketemu kamu. " tanyanya dan kebetulan dia orang yang lumayan asyiik
" haha aku anaknya jarang keluar makannya kita tidak pernah bertemu. " jawabku.
dan masih banyak lagi obrolan kita, beberapa hari kemudian dia mengungkap kan perasannya kepadaku, dan pada waktu itu aku senang teramat senang karena ini adalah hubungan pertamaku aku sangat sangat menjaganya, menjaga perasannya, aku gatau ini berlebihan atau kah tidak, jika aku menyukai nya maka akan tetap aku lanjutkan
selama 3 bulan hubungan kita baik baik saja, tetapi memang kita tidak pernah bertemu ya karena selain aku strict parents, masing masing dari kita juga mempunyai kesibukan masing masing, saat memasuki bulan ke 4 kita menjalin hubungan dia mengakhiri hubungan dengan sepihak, dan disinilah awal kebodohan ku dimulai. sampai sampai aku memohon kepadanya untuk tetap melanjutkan hubungan ini . kita kira begini kalimat yang aku ingat
" jangan tinggalkan aku, aku akan memberikan semua apa yang kamu inginkan asalkan kamu jangan meninggalkan ku. " satu kalimat yang paling aku ingat , dia masih bersamaku tetapi dia juga menjalin kasih bersama orang lain di belakangku, mengapa aku memiliki pemikiran yang seperti itu? karena sesaat dia meminta untuk mengakhiri hubungan kita lagi, dua hari kemudian dia memiliki pacar baru yang ternyata adalah teman dari sahabatku.
tak berselang lama aku mendapat kabar bahwa dia mengakhiri hubungan nya dengan teman sahabarku tetapi dia menjalin hubungan lagi bersama adik kelasnya yang ternyata adalah anak dari teman mamaku, entah kebetulan atau kah tidak tetapi memang begitulah kenyataannya.
dan dia mengakhiri hubungan nya lagi akhirnya dia kembali kepadaku, disini aku sangat senang karna aku benar benar masih menyanyangi entah sudah berapa kali aku menangisinya, aku merasa dulu aku sangat bodoh sangat sangat bodoh. kita menjalin hubungan selama 6 bulan dan disana dia kembali mengakhiri nya dan aku menerimanya ya karna aku pikir percuma untuk menahannya tetapi hatinya bukan untuk kita.
saat memasuki kelas 2 sekolah menengah atas aku kembali menjalin hubungan dengannya, aku ingat 4 kali aku menjalin hubungan dengannya dan selalu dia yang mengakhiri nya dan selalu aku yang memaafkannya.
aku sadar aku bodoh aku selalu menerimanya dan aku juga berpikir bahwa dia tak punya malu, tapi kita saling membutuhkan, dia membutuhkan aku yang selalu menjadi penenangnya dan dia akan selalu menjadi orang yang aku sayangi dan tak ku lupakan. aku masih mengingatnya sangat sangat mengingatnya karena aku sulit untuk melupakannya
sebenarnya aku berniat untuk melupakannya tetapi aku tidak bisa, aku juga tidak mempunyai kekuatan untuk menolak ya, aku akui aku memang manusia tebodoh
terimakasih sudah membaca sedikit ceritaku. see youuu:)