Nama ku adalah Dewi Daneen yang berarti bidadari cantik raja pemberian orang tua ku,tapi sayang nya nama belum tentu mencerminkan kepribadian seseorang.
aku lebih suka di panggil dy oleh sahabat dan orang terdekat,walau pun tak sesuai dengan nama panjang ku tapi aku menyukai nya.
bila ada yang bertanya kenapa aku lebih suka di panggil seperti itu jawaban ku cuma satu,karena aku menyukai nya.
aku sekarang masih mengenyam pendidikan di salah satu SMA ternama di kota Y dan baru memasuki semester awal di bangku kelas tiga.
aku sudah berapa kali berpindah sekolah selama SMA karena sifat ku yang tak bisa di atur, keluarga ku sudah menyerah akan sifat ku.
mungkin karena aku anak bungsu jadi selama ini semua kemauan harus bisa terpenuhi tanpa terkecuali.apalagi semenjak ibu ku tiada papa dan abang hanya sibuk bekerja,jadi karena itu aku melampiaskan rasa sepi lewat ke bar-baran yang ku lakukan sehari-hari.
seperti saat ini aku sedang di hukum berdiri menghadap tiang bendera karena telat datang dan tak memakai atribut lengkap...sebenarnya ini sudah menjadi makanan setiap hari senin jadi guru di sekolah sudah bosan sendiri melihat ku.
"panas banget sih hari ini,kayak nya matahari musuhan banget sama gue." ocehku sambil sesekali melirik ke atas langit
"wah parah lo dy kelamaan di jemur tiap senin jadi sedeng otak lo...ckck."ujar bram yang tiba-tiba sudah berdiri di sebelah ku
"jangan nyari ribut deh,ini masih pagi gue aja gak sempet sarapan tadi mana haus lagi."omel ku melotot ke arahnya
"gak usah gitu juga tu mata ntar lepas gimana...?lagian salah sendiri hobby banget kesiangan situ anak cewek tapi badung nya kebangetan." ujar bram yang masih terus mengomeli ku,dia adalah salah satu sahabat ku
"diem gue bilang,gue tendang juga Lo...sadar diri masseee lo juga badung.jangan mentang gue cewek jadi di beda-bedain." ucap ku dengan menginjak sepatu nya
"auuhhh sakit gila...lo cewek apa cewek sih injekan Lo kek kaki gajah tau gak." ujar bram sambil merintih kesakitan
"udah lah badmood gue liat muka Lo,,,mau ke kantin aja bodo amat sama hukuman." ucapku sambil meninggalkan nya
Setelah itu sampai lah kami di kantin,dari jauh sudah terlihat sahabat geng ku yang lain di pojok kantin.di saat aku mendudukkan diri di kursi panjang bel istirahat pun berbunyi.
"alhamdulilah pas banget bel hehehe...Rey minta es Lo ya haus banget." ujar ku sambil menyerobot minuman nya sampai tandas
"astaga dy kebiasaan banget.minta tpi di abisin sekalian aja sama gelas nya Lo telen." ujar tomy menyela
"biarin aja gpp kok lagian dia haus." ujar rey membela ku dan itu membuat sahabat ku yang lain jengah
"uwuwww tambah love deh sama rey jadi pengen cium...tapi boong wkwkwk." ujar ku sambil memonyongkan bibir seolah-olah ingin mencium
"Lo mau selalu aja belain dy pantes aja nih anak ngelunjak sama kita." ujar bram misuh-misuh
Perdebatan kami pun berlanjut dengan Rey yang selalu menjadi penengah di antara kami ber empat,tapi walau pun begitu kami selalu bersama walau suka duka dari mereka juga aku mendapat keluarga baru.
karena di saat papa dan abang sibuk mereka bertiga lah yang di tugas kan menjaga ku,karena mereka pun sudah di anggap anak oleh papa ku.
tapi aku juga tetap punya teman perempuan tapi hanya satu,karena cuma dia yang tahan akan sifat ku yang nyeleneh.
tanpa terasa bel pulang sekolah pun berbunyi aku segera berkemas agar segera pulang.
"yok cla kita pulang,mau gue anter gak...?" ujar ku pada Clara sahabat ku
"gak makasih.cukup sekali gue ikut pulang bareng Lo gak lagi-lagi kapok." ujar nya sambil bergidik ngeri
"elah lebay emang kenapa...!" tanya ku seolah tak tau maksud dari ucapan nya
"gak usah pura-pura polos deh,gue cubit juga nih usus lo lagian kenapa gue bisa tahan sama Lo sih padahal anak cewek lain gak berani deket sama Lo." ucap nya yang terlihat frustasi dan itu membuat ku tertawa
"wkwkwk lagian wajar aja Lo betah gue kan anak Soleha dan Baek hati." ucap ku sambil memainkan alis ku menampilkan smirk
"tobat dah hidup Lo terlalu pede sumpah dy...dah gue pulang duluan ya tuh taksi online gue dah datang."
"oke Lo hati-hati di jalan ya cla." sambil melambaikan tangan
•
•
•
•
Kebetulan hari ini aku dan geng ku akan mengikuti balapan rutin yang di adakan sebulan sekali oleh salah satu teman dari sekolah sebelah.
seperti biasa aku pun akan ikut dalam balapan ini,bukan karena mengincar hadiah nya tapi lebih pada kebebasan saat berkendara dengan kecepatan penuh.
aku merasa angin mengajakku untuk terus bahagia dengan caraku sendiri.agar bebas meng ekspresi kan diri sendiri.
"inget dy kamu tetap harus hati-hati...hadiah gak perlu di kejar karna harta keluarga Lo dah banyak.tapi kalo Lo menang hadiah nya buat kita." ujar bram sambil menupuk pundak ku dengan cengiran nya
"bener tuh yang di bilang Bram wkwk." ujar tomy sambil bertos ria dengan bram
"dasar gak ada akhlak kalian berdua...sana minggir gue mau siap-siap."
Setelah itu aku pun langsung bersiap menancap gas, perlombaan kali ini di ikuti sepuluh orang termasuk dengan ku.
saat di tikungan ke dua aku hampir terjatuh saat ada yang tiba-tiba menyalip,untung aku bisa mengandalikan laju kendaraan ku.
dan di saat putaran terakhir aku pun langsung menambah laju gas kendaraan dan akhir nya bisa menjadi juara pertama.
tapi yang mengambil hadiah lebih dulu adalah Tomy dan bram.tapi aku tak mempermasalahkan hal itu karena nanti akan di bagi rata untuk kami ber empat.
karena acara sudah selesai kami pun berpamitan dengan penyelenggara acara untuk pulang.
setelah itu kami pun berencana berkumpul di apartemen Rey tapi sebelum itu kami lebih dulu membeli makan di salah satu rumah makan sederhana,tak lupa juga mampir ke mini market untuk membeli camilan dan minuman.
setelah semua lengkap sampai lah kami di gedung apartemen rey dia memang tinggal sendiri karena orang tua nya berada di luar negeri.
"akhir nya sampe juga lelah hayati gue." ujar ku langsung bersandar di sofa panjang
"lebay lo padahal mana ada sibuk nya dari tadi,yang ada cuma bawa badan sama motor aja.yang sibuk nenteng kresek kita." ujar bram sambil ikutan bersandar di sofa
"udah stop dulu kalian gelud nya,ambil nafas dulu kenapa sih...bosen gue denger kalian debat." ujar tomy
Rey pun keluar dari kamar setelah berganti baju dengan celana pendek dan kaos putih yang melekat di tubuh nya.
itu membuat ku suka traveling kemana-mana karena tidak bisa ku pungkiri dari mereka bertiga tubuh Rey lah yang paling hot menurut ku
(astaga mulai dah otak nya😪😥)
aku pun berdiri dan langsung mendekati Rey. "liat tuh si bram masak nyari ribut mulu sama gue." adu ku pada nya
"mulai nyari pembelaan pawang cemen banget." ujar bram meremehkan ku sambil menjulurkan lidah
"wahh nyari gara-gara bener ya Lo sini gelud kitaaa." ujar ku sambil berlari kearah nya dan langsung menimpa tubuh nya memukul dengan bantal
"terus aja lo ngatain gue di kasih ati minta jantung,gue bejek Lo sampe pingsan."
"whaa ampun dy ampun gak lagi,sesek gue di timpain gini serasa ketindihan hantu." ujar bram tapi masih sempat mengejek ku
"wkwk terusin dy siksa si bram sampe lemes." ujar tomy yang menonton aksi kami
aku pun terpaku mendengar ucapan Tomy. " ehh..ehh tunggu dulu kok gue salfok sama omongan Lo ya, maksudnya apaan tuh lemes emang gue sama Bram ngapain gilaa." ujar ku sambil melotot dan melempar kan bantal itu padanya.
"lah salah nya dimana,dari pada gue bilang sampe mati kan kasian lo gak ada samsak lagi nanti." ujar tomy kalem setelah mendapat ciuman dari bantal
"heh gila lo doain gue mati hah..." ujar bram yang tiba-tiba berdiri ingin menonjok Tomy
Rey yang sudah jengah dengan keributan yang di perbuat oleh mereka segera memisahkan. " udah stop jangan di terusin lagi atau kalian gue hukum satu-satu." ujar nya sambil memandang tajam mereka bertiga
"ampun rey aku gak salah.mereka yang salah." ucap ku yang langsung membujuk dengan bergelayut di lengan nya
di saat Bram ingin menyela lagi Rey pun mengangkat tangan nya dan itu membuat nya takut.karena di antara kami semua rey paling menakutkan di saat sudah marah.
"sekarang waktu nya makan.setelah itu istirahat,besok kita harus sekolah." ujar nya
setelah itu kami semua menikmati makanan dengan khidmat tak ada satu pun yg bersuara, selesai makan kami pun berkumpul di ruang tengah untuk menonton sebentar.
tak lupa aku pun mengabarkan pada orang rumah bahwa malam ini tak pulang karena akan menginap di apartemen Rey bersama yang lain.aku juga menyempatkan diri untuk Videocall sebentar dengan Abang ku agar dia tau bahwa aku baik-baik saja.
BERSAMBUNG 🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️