7 Tahun sudah berlalu, aku dan Zayn tidak pernah bertemu...
Aku sedang menjalani pendekatan dengan anak dari sahabat kedua orang tuaku, ini sudah hari ke 5 kami bertemu...
“Tetap tidak ada rasa ya” tanya Jeremy
“Apa yang salah dari kita ya?” tanyaku
Kami pun saling memandang, kemudian berkata..
“TERJEBAK DIMASA LALU... ” Ucap kami berbarengan, dan kemudian tertawa .
Dari kejauhan, tampak seorang pria sedang menggeram kesal menahan sesuatu tanpa tau apa yang dua orang itu katakan.
Hari ke 6, hari ke 7, hari ke 8 , hari ke 9 kami lalui dengan bertemu intens berharap akan ada perasaan yang muncul tiba-tiba... Namun nyatanya tak pernah ada.
“Hai? Capek ya” candaku pada Jeremy, diapun tertawa
Tiba tiba seorang wanita datang dengan tangis yang menderai, memeluk Jeremy dengan erat.
“Ada apa Lydia?”tanya Jeremy lembut sembari mengelus punggung wanita itu.
Dan ada kejadian yang begitu mengejutkan lagi terjadi
Bugh! Sebuah pukulan mendarat hingga membuat Jeremy tersungkur.
Disaat Lydia mendekati Jeremy untuk membantunya, maka aku bertugas untuk menahan amarah pria yang memukul Jeremy dengan emosi.
“Berani-beraninya kamu menghianati Ziraku!?” geramnya sangat emosi.
“Zayn, tahan amarahmu dulu semuanya bisa Dibicarakan”ucapku menangkan.
“Aku melepasmu untuk membuat mu dicintai orang baru dengan hati yang tulus, bukan nya malah membuat mu terluka dengan berhianat”
“Zayn... ”lirihku
“Heay, jangan menangis” ucap Zayn melembut sembari menghapus air mata yang mulai mengalir.
“Huft! Sepertinya kita berempat harus bicara” ucap Jeremy.
Setelah menjelaskan segalanya, kini kamipun membuat keputusan akhir yaitu kembali kepada cinta kami masing-masing.
“Aku akan menyelesaikan masalah ayahku dulu, baru aku akan menikahimu” janji Zayn ketika kami akan berpisah untuk yang kedua kali, namun kali ini Zayn tidak melepaskan ku.
Beberapa bulan berlalu, Zayn menepati janjinya. Kami pun sudah menyiapkan segala keperluan pernikahan, termasuk undangan.
Saat ini aku sedang membagi undangan pernikahan bersama dengan Zayn.
Dan Akhirnya aku memberikan undangan pernikahan padanya, dia yang hampir saja menjadi pelarian dari pedihnya masa lalu yang terlihat akan membuat masa depan suram...
Dia yang sudah bersiap melakukan kontrak pernikahan konyol dengan ku akibat perjodohan orang tua, dialah Jeremy.
Untung saja, aku dan Jeremy masih waras untuk tidak jadi melancarkan rencana nikah kontrak dan lebih memilih menunggu waktu yang tepat untuk mengambil langkah selanjutnya.
Membiarkan takdir bermain dengan kemauan nya, dan pada akhirnya penantian kami dibayar dengan kehadiran kekasih yang kami cintai.
Aku dengan Zayn, Jeremy dengan Lydia.
END.
(Pembahasan cerpen bersambung dari Day24 - Day29)