Kali ini aku akan menceritakan kisah cintaku sewaktu SMA.
Selamat membaca.
Namanya Juna, ia adalah kakak kelasku, ia memiliki wajah yang tampan dan juga memiliki senyum yang manis. Pria kelahiran Januari ini memiliki hobi bermain gitar, voli dan juga renang.
Aku tidak tau kapan tepatnya aku mulai menyukai nya, tapi yang pasti dia selalu menjadi alasan ku tersenyum. Jantung ku berdegup kencang bila kami berpapasan.
Sampai tiba-tiba, Tina sahabat ku
"Jess.. kamu tau ga, ternyata Kak Juna udah punya pacar loh.. namanya Bella. Mereka udah pacaran hampir 4 tahun!". Ucap nya.
Seketika hatiku hancur berkeping-keping. Ternyata selama ini aku mencintai pria yang sudah punya pacar?
Setelah hari itu, hariku benar-benar kelam. Rasanya aku tidak punya alasan untuk tersenyum lagi. Sampai tiba-tiba, Kak Joni menyatakan perasaannya padaku.
"Jess.. aku suka sama kamu! aku udah lama suka sama kamu, kamu mau ga jadi pacarku?".
Sontak aku kaget mendengar pengakuan Kak Joni.
bagaimana mungkin aku menerima Kak Joni, sedangkan Kak Joni adalah sahabat baik dari orang yang aku cintai.
Apa yang harus aku katakan? Kak Joni adalah pria yang baik, tapi aku tidak mencintainya. Dengan lembut aku meminta maaf karena belum bisa menjawab hal itu sekarang, tapi aku meminta waktu seminggu untuk memikirkannya.
Saat aku dilema memikirkan perasaanku, tiba-tiba aku menjadi trending topik si sekolah ku. Yang mengatakan bahwa aku adalah kekasih dari Kak Joni.
Berita itupun sampai ke telinga Kak Juna, ia mengucapkan selamat untukku. Dia mengatakan tidak menyangka aku akan berpacaran dengan sahabat baiknya.
Padahal berita Kak Juna memiliki perasaan terhadap ku masih jadi topik terhangat saat itu.
Aku jadi bahan perbincangan. Kira-kira siapa kekasih ku yang sebenarnya? tanya mereka.
Aku hanya diam, dan berusaha menjauhi Kak Joni dan Kak Juna. Pikiranku kacau. Ditambah lagi Kak Joni mengumumkan bahwa aku telah menjadi kekasihnya.
Kedua kakak kelasku itupun menyadari bahwa aku menjauhi mereka.
Saat jam istirahat sekolah, aku sedang berbincang dengan temanku. Aku menanyakan bagaimana kepribadian Kak Joni kepadanya, berhubung dia adalah mantan pacar Kak Joni. Sebenarnya aku juga heran, kenapa aku menanyakan hal itu? Apa aku akan mencoba untuk menerima Kak Joni?
Lalu tiba-tiba Kak Juna datang menghampiri ku, dengan senyum khasnya ia menyapa aku dan temanku.
"Pagi adik-adik.. sapanya. "pagi Kak" balasku.
"Jessie masih marahkah? tanya nya padaku.
"Jessie ga marah kok Kak" balasku. Mendengar hal itu, ia memberi kode kepada seseorang, ternyata orang itu adalah Kak Joni.
Ternyata Kak Joni tidak berani bicara padaku, karena pikir nya aku kesal dengan topik trending yang menyebutkan bahwa aku telah resmi berpacaran dengan Kak Joni.
Aku menolak untuk membicarakan hal itu, aku mengatakan kepada Kak Joni kalau aku akan bicara dengannya mengenai hal itu pada hari yang telah ditetapkan, seperti perjanjian kami sebelumnya.
Tepat hari Jumat sepulang sekolah, disaksikan oleh Kak Juna dan temanku, aku menolak menjadi kekasih Kak Joni.
"Maaf Kak Joni, aku ga bisa jadi pacar kakak.. aku belum siap" ucapku.
Kulihat raut kecewa terukir diwajahnya, namun akupun tidak bisa membohongi perasaanku, kalau aku tidak mencintainya.
singkat cerita Kak Juna putus dari pacarnya. Dia benar-benar sedih, dan aku pun jadi penghiburnya, dan itu membuat kami semakin dekat.
Tepat pada tanggal 30 bulan Maret, kami resmi berpacaran.
Selama berpacaran, banyak sekali terdapat perbedaan yang membuat kami selalu berdebat. Ditambah lagi, ayahku tidak menyukai Kak Juna
Pada akhirnya aku memutuskan untuk berpisah secara baik-baik untuk kebaikan bersama.
Jika ditanya, jujur aku tidak bisa melupakannya.
tapi bukan berarti aku ingin kembali.
Maaf karena aku meninggalkanmu tanpa memberi tau alasan yang sebenarnya.
Aku harap kau selalu bahagia Kak Juna.