Namanya adalah Senja, seorang anak laki-laki yang tengah duduk di bangku SMP kelas satu. Penampilannya sangat culun dan jauh dari kata modis. Kacamata bulat dan rambut acak-acakan selalu menghiasi dirinya setiap hari. Tapi meski begitu ia telah memiliki seorang kekasih yang mau nemerima keluguannya.
Hari weeked tiba, saat itu Senja sengaja mengajak sang kekasih makan malam sembari memberi kejutan ulang tahun untuk pacarnya itu. Semua dekorasi serta pernak pernik dan aksesoris ia persiapkan secara meriah.
Begitu acara tiba, sang kekasih terkejut dan juga senang dengan surprise yang diberikan Senja kepadanya. Namun sisi lain ...
“Jadi ini kekasihmu?” kata seorang gadis yang satu pertemanan dengan Valeria, kekasih Senja.
Gadis itu mengangguk ragu-ragu. Entahlah, mungkin karena merasa malu.
Teman gadis itu pun tertawa. “Bisa-bisanya sosok Valeria menolak cowo keren seperti Alex, hanya untuk memilih cowok culun seperti dia?” ucapnya sambil tertawa puas.
Valeria hanya diam ketika teman-teman satu gengnya menertawakan dirinya. Di sisi lain, Senja hanya diam dan menerima hinaan yang orang lain katakan kepadanya.
Acara ulang tahun itupun selesai. Valeria memutuskan untuk meninggalkan acara itu dengan wajah kecewa.
“Kenapa kamu nggak bisa mengubah sama sekali. Aku tuh malu gara-gara penampilan kamu yang...”
“Maaf,”
Senja tertunduk sejenak, lalu menatap kedua mata gadis itu dengan rasa bersalah.
“Ckck, selama ini kamu cuma bisa maaf maaf dan maaf aja,” kesal tidak bisa ia tahan. “Sudahlah, aku mau hubungan kita berakhir sampai sini saja!”
Cih, gadis itu membuang seorang Senja hanya karena penampilannya yang tidak keren.
Senja hanya bisa tersenyum dan pasrah saat Valeria memilih untuk mengakhiri hubungan mereka.
Sejak hari itu mereka berdua tidak pernah bertemu lagi. Sekalipun di sekolah ataupun ditempat yang biasa selalu menjadi tongkrongan mereka.
Tak bisa dihindari, beberapa kali Valeria diselimuti rasa kerinduan untuk bisa melihat mantan kekasihnya itu. Tapi tetap saja, ia tidak bisa melihat sosok laki-laki yang terkenal paling culun di sekolahnya itu.
Sampai suatu ketika, semua berubah seiring berjalannya waktu. Hari ke hari, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun Senja yang hilang akhirnya kembali muncul.
Anak laki-laki yang dulu selalu mengenakan kacamata bulat dengan rambut acak-acakan itu kini bertransformasi menjadi sosok paling tampan dan dikenali oleh banyak orang.
Valeria yang melihat itu langsung tertegun beberapa detik. Lalu ia berpikir. Apa itu adalah sosok Senja saat ini?
Siapa dia? Apa dia sekarang berprofesi sebagai seorang artis atau model?
Jawabannya ... Tidak!
Valeria memberanikan dirinya untuk mendekati anak laki-laki yang kini sudah menjadi pria tampan dan sangat disegani banyak orang.
“K-kamu Senja, 'kan?” tanyanya terbata-bata.
Laki-laki itu pun tersenyum. Raut wajahnya tidak menunjukkan ekspresi marah ataupun kesal saat melihat gadis yang pernah membuangnya itu.
“Kamu masih mengingatku ternyata,” ucapnya masih tetap tersenyum.
“Tentu saja aku mengingatmu! Aku tidak pernah melupakanmu selama ini,”
“Oh iya?”
Valeria mengangguk.
Dan tak lama datang seorang pria untuk menyuruhnya bersiap-siap naik keatas panggung di sebuah acara yang diadakan di pusat kota.
Senja pun mengangguk dan berjalan meninggalkan Valeria yang masih penasaran dengan sosok dirinya.
“Acara selanjutnya, mari kita sambut secara terhormat saudara Insinyur Profesor Senja Bradiwijaya sebagai penemu mobil terbang pertama kali di dunia dengan rekor usia termuda sepanjang sejarah.” kata MC yang mengisi acara tersebut.
Sontak hal itu membuat Valeria hampir sesak napas. Ia benar-benar terkejut setelah mendengar pernyataan jika Senja adalah seorang penemu mobil terbang yang kini mulai di pasarkan di negera mereka.
Selama ini ia bahkan tidak pernah mengetahui jika mantan kekasihnya adalah seseorang yang hebat. Hal itu membuat setengah hatinya merasa sakit dan dipenuhi rasa penyesalan.
Jelas, ia pasti merasa sudah membuang sebuah berlian 'kan? Hanya karena soal penampilan yang tidak rapi.
Saat itu alasan mengapa Senja tidak pernah memikirkan soal trend fasion ataupun gaya modis seperti yang dilakukan anak-anak remaja seusianya, itu dikarenakan ia sedang merancang penemuannya yang membuat dirinya tidak sempat memikirkan dirinya sendiri.
Hal itu membuatnya mendapat beasiswa di universitas ternama karena kegeniusannya. Sejak kelas satu SMP, ia sudah loncat kelas menjadi seorang mahasiswa. Dan itu mengapa jika dirinya sempat hilang tanpa ada kabar.
“Senja, ayo katakan kalau kamu masih mencintaiku sekarang!” ucapnya tanpa merasa malu.
“Kenapa kamu masih mengharapkan itu terjadi, Vale?” tanyanya yang kini dibuat bingung.
“Ya... karena aku masih mencintaimu!”
Senja tertunduk, rasanya ia seperti dejavu saat di acara ultah Valeria enam tahun yang lalu.
Beberapa detik kemudian, ia mengangkat wajahnya lantas tersenyum.
“Maaf, Val. Aku tidak lagi mencintaimu.” ucapnya yang langsung menusuk hati Valeria saat itu juga.
Tak berselang lama, datang seorang gadis cantik berpakaian dress polos dengan rambut hitam yang dibiarkan tergerai bebas.
Senja tersenyum manis seraya menggandeng tangan gadis tersebut saat melihat sosoknya mulai mendekat.
“Perkenalkan, ini dia gadis yang aku cintai saat ini.” ucap laki-laki itu sambil tersenyum kearah gadis yang ada disampingnya.
Deg!
Valeria merasa jantungnya kini sudah tidak lagi berdetak. Sungguh, itu kenyataan paling menyakitkan yang harus ia rasakan.
END~
ʚ ═══・୨୧・═══ ɞ
Penyesalan memang tidak datang diawal yaaa. Itu mengapa jangan terburu-buru mengambil keputusan. Sesuatu bisa kita ubah jika kitanya sabar hehe ^∇^
Terima kasih banyak yang sudah membaca~
janlupa baca karyaku yang lain jugaa (≡^∇^≡)