"Nih rasakan, hahaha!!!"
Dong Su, anak yang sering dibully karena miskin, hanya tinggal bersama neneknya di sebuah gubuk kecil yang terbuat dari triplek dan kardus.
20 tahun kemudian ...
Dong Su kini berusia 22 tahun dan menjadi mahasiswa universitas elite berkat beasiswa dan prestasinya. Namun, ia tidak memiliki teman di sana dan malah sering dibully oleh kumpulan mahasiswa.
Tapi, hal tersebut tidak mematahkan semangat Dong Su. Ia dengan tekun menjalani pendidikannya sampai dirinya menarik perhatian salah satu perusahaan setelah ia lulus.
Hari kelulusan ...
Dong su sudah tak sabar dan bergegas menuju aula kampus, tapi saat hendak melewati lorong, ia dihadang oleh sekelompok mahasiswa lalu di tarik ke sebuah ruangan.
Di ruangan itu, Ok Taecyeon datang yang merupakan pemimpin kelompok tadi. Dong Su memohon agar dilepaskan, sebab acara kelulusan sudah berjalan.
Taecyeon tidak menghiraukan permintaan Dong Su, dan justru memukulinya.
Bugh!
"Aku tidak suka padamu, aku benci orang sepertimu!" seru Taecyeon.
Setelah sekian pukulan dilayangka kepada Dong Su, Taecyeon dan lainnya meninggalkan ruangan itu. Hanya suara tangisan dari seorang pria yang gagal menggapai cita citanya.
"Taecyeon-ah, aku tidak akan melepaskanmu!" teriak histeris Dong Su
Dari balik jendela, muncul sosok bayangan hitam membuat Dong Su ketakutan dan menyembunyikan wajahnya. Tak lama kemudian, terdengar bisikan suara.
"Aku akan membantumu."
Ketika suara dan bayangan itu hilang, Dong Su langsung berlari meninggalkan ruangan itu.
Gang kecil
Terlihat seorang pria dengan penampilan lusuh tak karuan yang gagal dalam masa depannya. Menyimpan dendam yang amat sangat besar kepada Taecyeon.
Berselang menit, muncul berandalan menghadangnya dan memaksa untuk memberikan uang. Dong su hanya diam. Berandalan itu berniat memukulnya, tapi meraka tertegun dan menatap Dong Su ngeri, sehingga berandalan itu berlari menjauh.
Dong Su heran dan berbalik. Matanya membulat besar melihat sosok bayangan hitam tinggi besar sedang berdiri di belakangnya. Lebih kagetnya lagi, bayangan tersebut mengangkat Dong Su, sehingga ia hanya berlari di tempatnya.
"Tenanglah, aku akan membantumu," ucap bayangan itu.
"K-Kamu siapa? Aku tidak mengenalmu," kata Dong Su dipenuhi ketakutan.
"Aku hanya ingin membantumu."
Dong su tidak bisa membendung ketakutannya, sehingga ia pingsan. Berselang detik, bayangan tadi merasuki tubuh Dong Su.
Keesokan harinya, seorang warga melihat Dong Su pingsan, dan membawanya ke rumahnya.
"Siapa namamu, nak?"
Dong Su terdiam. Entah kenapa ia tidak mengingat apa pun selain dendamnya kepada Taecyeon.
"A-Aku lupa siapa namaku," kata Dong Su dengan nada pelan.
"Kamu lupa ingatan, ya? Sampai ingatanmu kembali, aku beri nama Kim Soo Hyun saja, ya?" tanya pria paruh baya itu.
Dong Su hanya mengangguk. Semenjak saat itu identitasnya berubah. Ia tinggal dan mulai bekerja sebagai kurir pengirim barang haram.
Suatu hari, saat hendak mengirim barang, Soo Hyun merasa ada sesuatu yang mengikutinya. Ia berbalik dan melihat sosok bayangan di depannya. Karena merasa takut, ia bergegas pergi. Saat tiba di rumah, ia disambut oleh pria paruh baya itu.
"Dari tadi aku liat dari jendela, ada sosok bayangan mengikutimu."
"Aku tidak tahu," jawab Soo Hyun masuk ke dalam.
Di kamar mandi, Soo Hyun memandang dirinya di cermin. "Taecyeon-ah, aku tidak akan membiarkan hidupmu bahagia, kita akan bertemu lagi."
Setelah mandi, Soo Hyun meretas jaringan untuk mencari informasi mengenai Taecyeon.
"Ternyata Taecyeon seorang CEO perusahaan yang tak jauh dari tempatku berkerja, ya?"
Terukir senyuman miring di bibirnya.
Pagi berikutnya
Taecyeon bersiap untuk pergi ke perusahaan.
Pranks!
Taecyeon tersentak kaget saat salah satu jendela rumahnya dilempari. Ia melihat sebuah kertas menyelimuti batu itu.
"Kehancuranmu dimulai sekarang."
Taecyeon marah karena perbuatan seorang amatir, tapi ia juga merasa takut.
...
Soo Hyun segera pulang ke rumah. Setelah tiba di rumah, ia membuka laptopnya. Soo Hyun meretas situs perusahaan Taecyeon dan mengutak-atik data penting milik pria itu.
"Kita lihat sampai dimana kesuksesanmu," senyum Soo Hyun.
...
Dalam waktu singkat, perusahaan Taecyeon mengalami kehancuran. Tentu saja Taecyeon marah dan membanting semua barang di kamarnya. "Hancur semua, hancur!!"
Wajahnya merah padam dengan urat leher yang sudah menegang. "Aku tidak akan melepaskan orang yang sudah berani menghancurkanku."
Terlihat seorang pria tertawa puas melihat kehancuran Taecyeon. Tak lama kemudian, Soo Hyun melihat bayangan itu lagi dibalik jendela. Ia memberanikan diri membuka jendela itu. Tapi, tidak ada seorangpun.
"Bayangan misterius itu kenapa selalu muncul? Atau apakah aku berhalusinasi?"
Soo Hyun menghampiri ayah angkatnya(orang menemukannya pingsan). "Ayah, aku selalu merasa bayangan misterius mengikutiku."
"Bukan merasa, tapi memang kamu diikuti oleh sosok bayangan misterius."
Soo Hyun merasa sedikit gemetar, sehingga ia memeluk ayahnya.
"Tidak apa apa, besok kita ke peramal untui mengusir bayangan itu."
Rumah kayu model eropa klasik
"Ada sosok bayangan di dalam tubuh Soo Hyun. Sosok hitam yang mendiami tubuhnya sejak lama," kata peramal itu.
Dengan sekuat tenaga, ia mengusir bayangan itu dari tubuh Soo Hyun, hingga akhirnya bayangan itu hilang.
Dong Su pingsan. Setelah dirinya sadar, ia teringat semua mengenai dirinya dan segera bergegas pergi.
Sudah lama ia meninggalkan rumahnya. Tapi sayang, kata warga neneknya telah meninggal karena serangan jantung saat mendengar kabar hilangnya Dong Su.
Dong Su menangis dipemakaman neneknya. Ia menyesal, membuatnya ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Saat ingin melompat dari sebuah gedung, Soo Hyun melihat sebuah bayangan misterius. Bayangan itu membuka mulutnya sangat lebar, dan muncul puluhan tangan bayangan yang ingin menggapai dirinya. Dong Su yang kaget terpeleset dan terjatuh dari lantai atas sampai dasar.
Paginya, Dong Su ditemukan tewas dalam dengan darah dimana-mana. Ia pun dibawa menggunakan kantung mayat ke RSUD.
TKP
Seorang polisi melihat sosok bayangan hitam yang mengikuti mobil itu.
End