Dahulu kala di kerajaan Viktoria hiduplah seorang pangeran kecil Pehemeri, ia berbeda dari ketiga kakak2 nya. Pangeran pertama Robert dia sangat kuat dan perkasa kekuatan nya sebanding dengan 100.000 gajah, sedangkan pangeran ke dua enemy ia sangat tampan wajahnya sangat mempesona hingga dapat membuat setiap orang yang melihatnya akan langsung jatuh cinta padanya, dan pangeran ke tiga Victor ia sangat pintar dan pandai dalam hal taktik dan muslihat, di bandingkan dengan ketiga kakak nya Pehemeri sangat lemah tidak sebanding dengan kakak-kakaknya. karna ia tak memiliki satupun bakat ia menjadi sangat pemalu.
Suatu ketika kerajaan Viktoria di serang. tentu saja kakak pertama nya maju ke Medan perang tanpa berdiskusi dulu dengan pangeran ketiga Viktor, Viktor sangat marah karena hal itu.
"harusnya kakak tidak melakukan ini, dia tidak tau siapa yang sedang dia lawan" seru Viktor dengan nada tinggi. pangeran ke dua enemy menenangkan nya, sedangkan pehemeri hanya menonton dari kejauhan ia tak berani ikut campur.
Keesokan harinya kerajaan Viktoria mendapatkan kabar buruk, pangeran pertama Robert terbunuh saat berperang dan musuh telah memasuki ibu kota Vitro. mendengar kabar itu para pangeran menjadi sangat terpuruk. enemy yang paras nya sangat mempesona kehilangan seri di wajahnya lagi, bahkan Viktor yang begitu hebat menjadi tak berdaya lagi pikirannya kosong.
Seketika kota Vitro sudah hancur porak-poranda menjadi kota mati, untungnya Pangeran Viktor sudah mengamankan para penduduk. hanya dengan waktu yang singkat para musuh sudah berada di depan pintu gerbang kerajaan Viktoria, para penjaga lantas langsung memberitahu kan nya pada Viktor. tapi apa? mereka tak mendapat kan jawaban yang memuaskan dari nya, Viktor terlalu terpukul atas kepergian kakaknya ia tak dapat berpikir lagi dan enemy? jangan tanyakan dia selain wajah yang rupawan dia tidak punya bakat apa pun.
salah satu penjaga berkata "bagaimana ini? apa yang harus kita lakukan? apa kita akan mati konyol seperti ini?" penjaga lain menjawab "tapi bukan kah kita masih punya satu pangeran lagi", semua pengawal menatap pehemeri dengan mata berbinar.
"aku?" pehemeri bertanya balik
"iya pangeran, sekarang hanya kaulah harapan kami" seru para penjaga
pehemeri terdiam lalu melihat kedua kakaknya dan berkata "siapkan seluruh prajurit yang tersisa kita akan berperang"
Dengan bekal pelajaran yang di berikan oleh kakak-kakak nya pehemeri menjadi kuat, ia tau cara bertarung dari kakak pertama nya dan cara berpikir dengan cermat oleh kakak ketiga nya.
Pehemeri maju di garis depan bersama para perajurit yang tersisa berjuang mati-matian berusaha untuk menang tapi apa yang di dia lakukan tetap sia-sia dia kalah, pehemeri sekarat dengan 2 tusukan di perutnya. saat matanya hampir terpejam seseorang menampar wajahnya, "Aww, itu sakit" seru pehemeri.
"hei, apa kau ingat yang aku bilang saat berperang usahakan untuk tetap terjaga. dasar bodoh"
"kakak.."
mata pehemeri melotot melihat kakak ketiga nya
"diam. berhentilah melamun, kita sedang berperang sekarang" bentak kakak ketiganya
Mereka kembali bertarung dengan sengit, cukup alot tapi pehemeri dan kakaknya mulai mendominasi dan akhirnya mereka memenangkan peperangan.
Setelah kemenangan itu pehemeri di beri gelar pahlawan kekaisaran dan di nobatkan menjadi raja selanjutnya mengantikan kakaknya, ya.. memang bukan menjadi kaisar karena pehemeri menolak nya ia hanya ingin kakaknya yang terus menjadi kaisar yang abadi.
sebulan setelah pehemeri menjabat menjadi raja dia meninggal dunia karena penyakit kronis yang di deritanya.
TAMAT
.
.
.
.
.
.
TBC🐼
.
.
.
💪🏻😄