Nina Karenina adalah anak kelas 4 SD yang baru saja pindah dari kota asalnya Jepara ke kota Lembang, Bandung. Ia terpaksa ikut serta dengan orang tua yang baru saja di pindah tugaskan ke kota tersebut. Maklumlah, berprofesi sebagai Jaksa tentu tak bisa diperkirakan akan di pekerjakan di mana.
Nina anak tunggal, termasuk sulit baginya untuk bergaul. Apalagi kini ia adalah anak baru, butuh adaptasi yang lama baginya untukmemulai semuanya dari awal.
Saat tinggal di Jepara ia memiliki teman akrab bernama Heny. Mereka berteman, kemudian kadang bertengkar. Sesuai khas, karakter anak anak pada umumnya. Namun, saat Nina mengatakan akan pindah mengikuti orang tuanya.
Heny adalah satu satunya teman yang paling sedih. Sebab akan merasa kehilangan teman akrab yang selalu ada dan menemani mereka bik saat bermain atau pun belajar.
Heny anak pengrajin kayu khas Jepara. Tak sekali kakeknya membuatkannya mainan dari bahan tersebut. Itupun sering Heny dan Nina mainkan berdua. Maka saat Heny mengetahui jika Nina akan pindah, ia segera meminta kakeknya membuatkan boneka kayu untuk sahabatnya tersebut.
Ayah Nina Jaksa, sedangkan ibunya pun seorang wanita yang bekerja, pun sering di luar rumah. Hingga kerap kali Nina merasa kesepian. Berada di tempat baru dan asing , membuatnya hanya banyak menghabiskan waktunya
di dalam kamar. Kadang bermain hingga tertidur, yang kadang walaui di siang hari ia tetap merasa suasana kamarnya tetap ramai. Bagai terdiri dari beberapa
orang.
Nina terbangun dari tidurnya pada pukul 13 malam, ia mendapati suara orang sedang mengobrol tak jelas, kadang hardikan, kadang juga bantaha, Kadang teriakan, hingga hal itu bagai nyata dan dekat runggunya tangkap. Nina terkesiap, berlonjak penasaran mencari sumber suara. Ia mendekat ke arah jendela kamarnya, tetapi tidaj dari sana.
Suara itu makin terembuat Nina bdengar jelas dan makin nyata,. Namun yang membuat Nina bingung adalah dari kotak boneka kayu yang di berikan Heny padanya. Ia dekatkan tubuhnya di kotak boneka tersebut, maka merindinglah bulu kuduk Nina, sebab sungguh ia bisa mendengar boneka bicara. Larilah ia pontang panting menuju kamar Mirah ART rumah mereka, karena ketakutan.
TAMAT