Mungkin disaat orang yang kita cintai dalam diam ternyata juga mencintai kita akan menjadi hal paling membahagiakan dalam hidup ini.
Namun, sayangnya tak semua kehidupan akan seindah itu bahkan yang terkadang sering dialami memcintai seseorang dalam diam yang berakhir dengan kesedihan dan rasa sakit karna tak bisa bersama.
Tapi bukankah kita pernah mendengar jika kau jatuh cinta maka kau harus siap bahagia dan terluka, karna tak ada hidup yang selalu indah dan selalu ada luka dalam hidup.
Banyak kisah yang ku tulis dimana ada seorang gadis yang dihina, caci maki, dibenci bahkan dianggap bagaikan sampah oleh seorang pria yang dikemudian hari si pria malah balik mencintai dan menyukainya.
Si gadis pun menerima karna memang ada rasa cinta kepada si pria dan bisa ditebak hidup mereka akhirnya bahagia, diawali kisah dengan benci jadi cinta berakhir bahagia dan penuh suka cita.
Namun sayangnya itu adalah fiktif belaka, haluan dalam pikiran ini dan kebanyakan kisah memang seperti itu tetapi berbeda dengan kisah nyatanya kisah yang aku jalani.
Akhirnya aku hanya bisa terdiam karna rasa benci rasa tak suka tetap sama dan tak berubah menjadi rasa cinta, bahkan akhir dari kisahku hanya luka dan kesedihan ketika melihat dirimu dan dirinya bahagia bersama.
Dan mulai saat itu aku tak berhak dan pantas lagi untuk menaruh rasa cinta, mengagumimu dalam diam karna itukan akan semakin membuat aku terluka bahkan mungkin gila.
Tapi aku kembali menyadari lebih baik aku mencoba mengikhlaskanmu, mungkin sulit tapi itulah nyatanya yang harus dilakukan menangisi dan tetap menggilaimu itu namanya bodoh.
Aku seorang wanita perempuan dan seharusnya tak ada kata lemah yang harus aku tunjukan, aku hanya berusa tetap tersenyum di balik rasa lelah, luka dan sakit ini aku juga merasa aku sosok yang kuat meski hampir mati rasanya untuk mencoba mengikhlaskanmu.
Bukankah sangat menyakitkan rasanya ketika orang yang kita cintai tidak mencintai kita dan akhirnya kita melihat dia bahagia bersama perempuan lain.
Dikisahku aku pernah egois mengatakan " aku berjuang dengan pendidikanku dan gelar yang akan aku dapatkan demi menjadi idamanmu, namun nyatanya kau memilih dia yang hanya tamatan SMK ".
Ada banya respon yang aku terima ada yang baik dan buruk, buruknya begini " kau tak perlu merendahkan seseorang dari pendidikannya hanya karna kau tidak dipilih bahkan pendidikan dan gelarmu itu tidak menjadikanmu idaman ".
Andai kalian tau dan berada diposisiku mungkin kalian akan merasakan betapa sakitnya ada di posisiku, aku berjuang untuknya demi menjadi idamannya namun dia memilih perempuan lain ditengah perjuangan pendidikanku.
Apakah rasanya tidak perih ? tidak terluka ? apakah tidak menyakitkan ?.
Jika kalian perempuan aku harap kalian bisa mengerti posisiku itu, tapi aku juga tak ingin berdebat dan merendahkan seseorang ini hanya rasa egois dan hati yang terluka dari seorang perempuan yang tersakiti oleh harapannya sendiri.