Mereka memanggilku dengan berbagai macam nama, Kan, Kana, Nana, Ana , An dan lain-lainnya yang entah untuk apa.
"Pagi Kana," sapa Zana sahabatku.
"Pagi juga"
...
15:49.
Kana buru-buru membereskan barangnya dan pergi.
"Kana!!!" teriak Zana keras, dia ingin mengajak Kana pulang bersama tapi Kana selalu saja pulang buru-buru.
Kana berlari pergi dengan melambaikan tangannya.
Zana menghela napas dan tersenyum simpul.
Bipip biiip.
Bunyi jam ditangan Kanan membuat seutas senyum merekah diwajahnya.
...
"Selamat datang di dataran Huanxi"
{sistem}
Zisi qiang online.
"Dewi zizi Online!!!"
"Dewi bawa aku berpetualang!!!"
Beberapa pemain mulai mengejar Zisi, Zisi adalah perwujutan Kana didunia fana itu.
''Hufttt, untung aja punya keahlian persembunyian diri" ucap Kana bersembunyi di gang dia hampir saja berteriak.
"Shuttt"
Dia melihat keluar memastikan mereka semua pergi.
"Hufft ... Kau siapa?"tanyanya
"hnmm..." Zisi qiang menatapnya tajam.
"Owh, aku lupa" dia segera melepas dekapan mulut Zisi qiang.
"Hahh... kau yang siapa?" tanya Zisi.
"Ini,"ucapnya memberikan kartu namanya karna mereka sama-sama menyembunyikan identitas.
"Qio zoulu ... "
'Egh~ gak mungkin sih, ketos kan? Diakan dewa gamer ... '
Kana menatap tampilan Qio dari atas hingga kebawah.
'Bener, dia dewa pertarungan jarak dekat' Tampilannya yang memiliki armor tingkat dewa dan sebilah pisau biru hanya dimiliki oleh satu pemain.
"Sekarang kau siapa? identitasmu pasti cukup menakjubkan,"ucapnya menatap tampilan zisi.
"Zisi qiang ... ,'' ucapku pelan.
"Hah?!!! Zi ... si qiang?!!!" ucapnya terkejut.
"Iya," ucap Zisi kesal.
"Ratu cheater?''tanyanya, membuatnya mendapatkan pukulan keras.
Plakk.
Sistem.
Damage 43+
"Cheat, cheat!!! ini tuh keahlian tau!!!'' ucap zisi kesal.
''Hahah aku bercanda, tapi memang benar jika orang bodoh lawannya pasti dikira cheat" ucap Qio menyembuhkan lukanya.
"Kau hebat juga ... mau berpetualang bersama? Dewi nereka?" ucap Qio, dia tau Zisi qiang mendapat julukan itu yanf mengakibatkan seluruh serangannya dapat membuat orang mati seperti nyamuk.
{Sistem}
Zisi qiang dan Qio zoulu menerobos dunia kegelapan.
Zisi qiang dan Qio zoulu berhasil mengalahkan naga hitam dalam 00:36 detik.
Zisi qiang dan Qio zoulu berhasil membuka rahasia dunia.
Zisi qiang dan Qio zoulu berhasil melewati pukulan karma dunia ... naik ketingkat abadi.
"Dahlah, berhenti main saja, kita gak bisa kalahin mereka"
"Cheater berteman dengan hacker ... dunia game ini sudah tamat"
"Oiii mereka itu manusia?"
"Dunia kita kenapa bisa beda? kita sama-sama main game dihari yang sama"
...
"Hufft, aku ngantuk sekali ... " Kana merebahkan tubuhnya, rasanya begitu menyenangkan.
Bippp.
TELAH DITRANSFER KEAKUN ANDA 600000000JT.
"Akhirnya bisa makan ... " ucap Kana menekan sebuah tombol disamping kasurnya.
Tak lama kemudian datanglah seorang pelayan dengan 3 gerobak makanan.
Tanpa menunggu lama, kanan memakan semuanya dengan lahap.
...
Sekolah.
"Pagi kana ... ," sapa Zana.
"Pagi Zana"
"Tau gak?? katanya tuan muda lu kemarin bermain game dengan dewi zisi!!!" histeris Zana.
"Akhhh aku juga ingin main game kaya Zisi ... bersama tuan muda" Zana memeluk Kana dan berkhayal bermain bersama tuan muda.
"Zana aku akan melindungimu ..."
"Tuan muda ... "
Plakk.
"Sadar oy!!!" ucap Kana memukul kepala Zana.
"Iya ihhh ... " ucap Zana cemberut.
Mereka duduk berhadapan dibangku masing-masing.
"Katanya tuan muda ingin tahu gadis itu dan mencari orangnya untuk diajak kerja sama menghasilkan uang" ucap Zana serius.
"Oo" singkat Kana. Dia tidak peduli sama sekali.
"Banyak gadis yang cemburu loh"
"Hahh... kalau aku adalah zisi aku tidak akan mau, itu merepotkan" ucap Kana asal.
"Pffttt ... gadis culun yang taunya cuma baca buku gak usah SOK!!!!" seseorang menghampiri Kana dengan sombong.
Brakk.
"Gak usah sok dikelas ini, kau tuh cuma babu!!!" ucapnya dengan menghina tampilan Kana dan Zana.
"O" Kana sama sekali tidak peduli, dia hidup bahagia dengan uangnya sendiri. Orang tuanya tiada, Kakaknya mewarisi perusahaan, mereka jarang bertemu, akhirnya dia cuma menghabiskan waktu bermain game.
"Jangan sok deh!!! Kamu juga bukan siapa-siapa!!! memang dengan begitu kau bisa jadi sehebat Zisi?dan mendekati tuan muda?!!" Bentak Zana emosi.
Liara selalu mengatakan dia hebat dan kaya raya dan tidak ada yang bisa mengalahkannya, dia melakukan segala cara mendekati Lu Yan. Namun dia tetap kalah dengan Kana diperingkat sekolah.
"Kau!!!" wajah Liara terlihat merah penuh amarah.
" Kalau berani lawan aku di game dataran Huanxi!!!" tantang Liara.
"A-apa ... " Zana terlihat terkejut, karna dia tidaklah hebat dalam permainan game itu.
"Huftt ... baiklah" ucap Kana berdiri. Dia meminta pinjaman laptop siapapun, dia butuh karna tidak pernah membawa benda elektronik apapun disekolah.
"Kita tanding dilap komputer saja" ucap Liara tidak ingin pemain hebat dipinjamkan untuk Kana.
'hah... padahal lebih bagus dipinjamkan ... kaukan tidak perlu melawan Zisi, tapi aku bisa sih bikin akun baru atau yang satunya... itu tidak ada bedanya'
...
"Selamat datang didataran Huanxi"
{sistem}
Ronrong Online
Wah penyihir gila itu online dijam segini? tumben sekali!!
Laira tampak kesal, memang namanya cukup dibenci disana.
Zisi Qiang Online
Ehhh kok dewiku online????
Keheningan terjadi diruangan itu.
"Oiii Kana ... jangan bilang kau baru main?" kata liara meremehkan Kana.
"Hufftt"
"Sudahlah ... pake yang ini saja"
Zuan zizi online
Ehhh rubah kesayang Zisi setelah sekian lama online??
Ruangan itu perlahan penuh, namun tidak ada yang sadar akun awal Kana adalah zisi qiang.
''Ternyata kau babunya Zisi" remeh Liara.
"Memang kenapa kalau babunya? yang penting peringkat dia diatasmu!!!" ejek Zana.
Zuan zizi #43
Ronrong # 45
"Sialan!!! kitaa cuma peda dua peringkat!!!" Gertak liara.
"lagi pula peringkatmu diatasku karna sih jalang zisi itu!!!"
'Erghhh 😒' Kana memandang liara dengan malas menunggu dimulai pertarungan.
DUEL STAR!!!!
Hiayaaa.
syutyt
Trangg.
Ronrong menyerang dengan agresif sedangkan kana hanya menghindar dengan santai.
" Jangan menghindar terus ... lemah!!!"
"Ck"
Syuttt.
Zizi melompat keatas dan berlari zikzak.
Syutttt.
Damage 100+
WINNER!!!!
"Wahhh benar-benar mirip Zisi" ucap teman sekelas Kana. Siapa sangka kana itu Zuan zizi.
"Sialll!!!! Kau pasti curangkan!!!!" teriak Liara.
"Sudah kalah tidak mau mengaku!!!" ucap Zana mengejek dan menarik Kana pergi, karna teman-temannya mulai mendesak Kana untuk mengatakan siapa Zisi.
...
"Huh kena batunya kan tuh sih tomat busuk!!!" ucap Zana melipat kedua tangannya.
"Tapi Siapa zisi itu?" tanya Zana dengan mata penuh harap.
"Di .. di ...a .."
"Kana ..."
"!!!!"
Kana dan zana sama-sama terkejut,
" Benarkan?" tanya Lu yan, dia tau karna bermain bersama Kana cukup lama, kebiasaan seseorang tidak mungkin sama persis hanya kerna mereka guru dan murid ataupun teman dan sahabat.
"Nani!!!!!" Teriak Zana.
"Hahhahah" tawa cangung kana.
"Kenapa tidak bilang!!!!'' Ketus Zana.
" Mau kerja sama?" tanya Lu yan mengulurkan tangan
" kalau tidak?" tanya Kana.
"Terima saja!!!" ucap Zana menjabat tangan Lu yan mewakili Kana
"Ha... ha ... hahhhh... " Kana terlihat lelah dan dia...
Brak.
" Oiiii Kana!!!!!!''
....
Saat membuka mata Kana langsung bangun dan berharap itu mimpi, dia tidak mau bekerja sama itu merepotkan.
" Kau sudah bangun?" tanya Lu yan bersama Zana.
" Owhh tidak ... hidupku yang damai ... "
Brakk.
" Kana!!!!!" teriak mereka bersamaan.
Tamat