Setelah kelas berakhir, guru memintaku untuk menemuinya di ruang guru, aku pikir ia akan memarahi ku atau menceramahi ku karena aku ketahuan memandangnya sambil tersenyum alhasil guru malah menembak ku dan meminta ku untuk menjadi pacarnya.
Apa aku harus menerimanya? Atau aku harus menolaknya?
Aku memang mengaguminya, selain wajahnya yang tampan, tingginya dan postur tubuhnya yang bak atletis di balik kemeja yang ia kenakan, galak tidak menjadi masalah bagi ku justru itu menantang hati dan jiwa ku yang masih labih.
"Lin, setelah ini langsung ke ruang guru!" perintah pak Leo.
"I- iya pak." jawab ku dengan terbata bata.
Ada rasa heran tapi mao ngapain ya itu pak Leo nyuruh ke ruang guru? Apa gue ketawan curi pandang, terus senyum senyum sendiri waktu di jam pelajarannya tadi ya? Apa mao ngajakin pulang bareng? Aaaah mati dah gua 😅😅😅 udah terbang duluan dah kalo bener.
Tok tok.
Aku mengetuk pintu ruang guru yang terbuka namun anehnya ruang guru tampak sepi.
"Masuk Lin." pintanya tanpa menoleh ke arah ku, gila kan nih guru. Tau aja kalo Lin yang dateng.
"Ada apa ya, pak?" tanya ku saat susah berdiri di hadapannya.
Pak Leo bangkit dari duduknya, ia meraih tangan ku dan membawanya hingga menyentuh dadanya.
Aku terkesima tapi heran ada apa dengan pak guru yang terkenal jutek dan galak ini.
"A- ada apa ya, pak?" aku mencoba menarik tangan ku, tapi tidak bisa di tahan oleh pak Leo.
"Aku memang guru sastra mu Lin, tapi tau kah kamu, saat kau mulai mengusik hari ku di sekolah, saat kau terus memandang ku, saat kau menjadi nyamuk di hadapan ku, saat itu pula aku menyadari nama mu ada dalam hati ku. Mau kah kamu menjadi pacar ku?" pak Leo berkata dengan serius dan penuh kelembutan.
Detik itu pula aku merasa sedang berada di taman yang penuh dengan pohon rindang, begitu sejuk dan menyejukkan hati, apa benar pak guru Leo sedang meminta ku untuk menjadi pacarnya? Kenapa gak minta aku jadi istrinya aja? Kan nanggung banget kalo pacar 😅😅😅.
"Lin, diam mu akan aku anggap sebagai jawaban mu.. kau setuju untuk menjadi pacar ku." ujar pak Leo dengan sedikit senyum.
"Mana bisa begitu, pak? Aku gak mau jadi pacar bapak, aku maunya jadi istri bapak aja ups." aku langsung menutup mulut ku dengan tangan yang satunya, dasarrrr mulut ini gak bisa di rem.
Pak Leo membola dan tanpa berkata lagi, ia langsung membawa ku dalam pelukannya.
"Ok, kalo itu mau kamu. Aku akan melamar mu." ujar pak Leo.