Kehadiran orang lain yang spesial dapat memberikan warna tersendiri bagi hidup seseorang. Namun, ada pepatah mengatakan setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Perpisahan dapat terjadi karena berbagai hal, mulai dari dipisahkan oleh jarak, dipisahkan karena orang lain, atau dipisahkan oleh maut. Perpisahan inilah yang kemudian membuat kedua insan ini merasa kehilangan. Kita sebut saja namanya Riko dan Anggi.
Hari itu Riko sedang berbaring di kamarnya sambil melamun dan tiba tiba hpnya berbunyi "preeett preeet " bunyi hp riko. Dengan penuh rasa penasan dia membuka pesan whatsaap yang masuk dan ternyata pesan tersebut hanyala pesan dari Jeri kawannya. "huft kirain ada yang mau ngajak chat " ujar Riko dalam hati. "eh nomor siapa nih?" Tanya Riko dengan membalas pesannya. "itu nomor cewek dari pada kamu galau mulu di kelas, tuh ada temannku juga jomblo, siapa tahu kalian cocok hehe". Ujar Jeri. "ok thanks bro" jawab Riko.
Riko segera menambahkan kontak yang didapat dari Jeri, Hingga Riko memberanikan diri untuk mengirim pesan ke kontak yang barusan disimpan.
"Assalamuallaikum... PING!!! " pesan riko kepada Anggi namanya.
"Walaikumsallam... iyaa, siapa? " jawab Anggi. "
" aku Riko, Anggi ya? kenalan boleh kan :) " balasan Riko.
" iya boleh " Anggi menjawabnya dengan singkat.
" cuek banget yah, jawabnya cuma iya boleh aja hehee " Riko mencoba memancing Anggi agar tidak cuek lagi kepadanya.
" kan baru kenal, masak mau sok deket langsung aja, enggk kan " jawab Anggi.
Riko langsung lemas saat membaca balesan si Anggi. tapi dia tetap semangat untuk mencoba mendekatinya. hingga akhirnya percakapan antara Riko dan Anggi pun sudah lancar dalam artian tidak ada yang cuek antara mereka. seiring berjalannya waktu Riko pun mengajak jalan Anggi ketika mereka sedang telponan.
" besok jalan yuk 😉 " ucap Riko.
" mau kemana emangnya? " tanya si Anggi.
" ya kemana kek, yang penting jalan aja heheh " jawaban Riko dengan penuh harap.
" eh masak ia cuma mau muter-muter aja, traktir makan kek 😁 " ujar Anggi.
dengan bahagianya Riko menjawab " hehe iyaiya siap, besok aku traktir bakso deh deket kampusku enak lho ".
" yaudah sampai jumpa besok ya, assalamualaikum " ucap Anggi.
" oke sip, walaikumsalam " jawab Riko.
Setelah diakhirinya percakapan tersebut Riko kebingungan dengan baju yang akan dipakai esok. " duhh, mau pakek baju yang mana yahh " ucap Riko sambil memilah-milah bajunya. Akhirnya Riko sudah memutuskan untuk memakai baju yang telah di pilihnya. Segala persiapan sudah siap, tinggal menungu waktu saja untuk mereka ketemuan. Esok haripun telah tiba.
Tepat pukul 18.30WIB riko langsung menghubungi Anggi " haloo, kamu dimana? aku jemput sekarang yah ".
" aku dirumah. Iya Rikonya hati-hati yah " jawab Anggi dengan sangat perhatiannya kepada Riko.
" iya siap bos " jawab Riko dengan sedikit membanggakan si Anggi.
Akhirnya Riko bergegas menuju rumah Anggi. Sesampainya disana, mereka sedang disibukkan dengan tujuan mereka malam itu.
" kemana nih kita? " tanya Riko.
" terserah kamu aja " jawab Anggi.
" lah kok terserah, jangan dong. mau langsung makan ga? lagi-lagi Riko bertanya.
" belum laper, ntaran aja deh habis jalan " jawab Anggi.
" oke sipp " ucap Riko sambil menghidupkan sepeda motornya.
Akhirnya Riko berinisiatif untuk mengajak Anggi ke salah satu mall di sana.
" udah nyampek. yuk turun " ujar Riko.
dan Anggi pun turun dari motor.
" ko aku malu " ucap Anggi yang menampakkan sifat pemalunya.
" kok malu sih, udah yuk masuk aja " jawab Riko sambil meneret pelan tangan Anggi.
Candaan demi candaan tak bisa dihindari. mereka berdua merasa nyambung ketika ngobrol. Setelah lumayan lama keliling mall, Riko memutuskan untuk membeli donat di gerai depan mereka berdiri saat itu.
" mbak, donatnya dua ya " ucap Riko kepada penjual donat tersebut.
" rasa apa mas? " tanya dia balik.
" kamu rasa apa gi? " riko menanyakannya kepada Anggi.
" coklat aja deh " jawab Anggi.
" coklat semua aja mbak " ujar Riko kepada penjual.
" baik mas, ditungu ya " jawabnya.
Selagi menunggu, Riko melihat ada salah satu stand yang menjual bermacam bunga disana. Dengan melihat stand bunga tersebut Riko langsung kepikiran untuk membelikannya untuk Anggi. Dengan menghindar dari penglihatan Anggi, Riko meniti-niti meninggalkan Anggi tanpa sepengetahuannya dan bergegas pergi ke stand bunga tadi.
" mbak, bunga mawarnya satu " pesan Riko.
" mawar yang mana mas? putih atau merah? tanya balik si penjual.
" putih aja deh, trus kasih tambahan lagi ya mbak yang sekiranya lebih romantis heheh " jawab si Riko dengan genitnya.
" kebetulan ini udah ada yang jadi mas, kalau yang ini mau tidak? " tanya penjual sambil menunjukkan bunga mawar yang sudah jadi di rangkai.
" boleh deh mbak, bungkus yah " ucap Riko.
Agak lama menghilang dari Anggi, ternyata Anggi dengan menenteng 2 donat tadi lagi kebingungan mencari keberadaan Riko.
Tiba-tiba Riko mengagetkannya dari belakang " hwaaaa ".
" ih Riko yah, kaget taukk " ujar Anggi dengan kesal.
" yaudah maaf deh, sebagai tanda minta maaf aku kasih ini " ucap Riko sambil mengeluarkan bunga dari belakang.
" yaampun, kamu yahh " tutur Anggi sambil senyum-senyum kepada Riko.
" ambil dong :) " ucap Riko.
Tangan Anggi pun perlahan untuk mengambil bunga tersebut sambil menatap mata Riko.
" makasih yah " ucap Anggi sambil senyum tipis gitu.
" iya sama-sama. Ehh duduk sana aja yuk sambil makan donatnya " ajak Riko.
Mereka berdua pun duduk santai di kursi dekat gerai donat tadi sambil memakan donat yang dibeli tadi. setelah habis, mereka ngobrol-ngobrol tentang apapun itu. Beberapa lama kemudian, Riko mengajak Anggi untuk pulang. Karena saat itu memang sudah agak malem sekitar pukul 22.00WIB. Bergegaslah mereka untuk pulang.
Sesampainya di rumah masing-masing. Tiba-tiba ada pesan masuk ke ponsel Riko. Ternyata pesan tersebut dari Anggi yang isinya
" makasih yah untuk hari ini ". Riko mulai senyum-senyum sendiri ketika membaca pesan tersebut.
" Sama-sama cantik :) " balas pesan Riko.
Setiap hari mereka mempertahankan hubungannya yang kian membaik. Dengan berjalannya waktu kurang lebih 4 bulan mereka jalani. Nampaknya mereka saling suka namun tidak ada kata menembak antara Riko dengan Anggi. Dari Riko sendiri merasa takut jika ditolak oleh Anggi. Sedangkan Anggi sedang menunggu Riko untuk mengungkapkan perasannya. Repot kan.
Hingga akhirnya hubungan mereka mulai renggang. Tentunya tidak sehangat ketika pertama kali kenal. Tapi, mereka masih saling chatingan. Ketika 8 bulan mereka saling kenal, Riko memutuskan untuk menembak Anggi. Namun apadaya, semuanya sudah terlambat. Anggi sudah dijodohkan oleh orang tuanya tanpa sepengetahuan Riko. Riko sangat menyesal, sangat-sangat menyesal saat itu. Hingga akhirnya Riko menghapus semua kontak serta kenangannya bersama Anggi. " berati dia bukan jodohku " ucap Riko dalam hati sambil menghapus semua kenangan bersama Anggi di handphonenya.
Disaat itulah Riko mengirim pesan terakhir ke Anggi,
"Kehilangan yang paling berat adalah kenyataan bahwa aku terlambat membahagiakanmu."
Ending yang membagongkan..
***
Note : Belajarlah memiliki sebelum kehilangan yang menjelaskan.
Jangan lupa klik tanda ♥️ yah sebagai tanda dukungan dari kalian. Thanks for reading 🤗