Namaku Lea Maureen Zafira. Panggilanku Lea. Aku Berumur 9 Tahun. Aku Bersekolah Di SD Green Village National School. Kelas 4 SD. Aku Adalah Anak Kedua Dari Tiga Bersaudara. Kakakku Bernama Shafirre Zafira. Dipanggil Shafirre Atau Kak Shafirre. Berumur 14 Tahun. Bersekolah Di Vilanio Junior High School. Kelas 2 SMP. Serta Adikku Bernama Florence Gia Zafira. Dipanggil Florence. Berumur 7 Tahun Di SD Mentari Elementary National School. Kelas 1 SD.Pagi Itu, Aku Ingin Bangun, Namun Tak Bisa. Tubuhku Terasa Lemas. Kak Shafirre Membangunkanku Sudah 3 Kali. Namun Tubuhku Tetap Saja Lemas.“Kak Shafirre, Badan Lea Kok Sakit Dan Lemas Ya?” Ucapku Lemas.“Mana Kakak Tahu, Lea,” Ucap Kakakku Lembut.“Kamu Tidak Usah Sekolah Aja Ya? Nanti Kakak Telpon Mom And Dad. Sekarang, Lebih Baik Kita Ke Rumah Sakit Aja Yuk?” Ajak Kakakku Lebih Lembut. Aku Hanya Mengangguk Dan Mengganti Bajuku.Sampai Di Rumah Sakit Emas Bangsa, Aku Diperiksa Oleh Dokter Yang Bernama Dr. Melia Panga. Menurut Penelitian Dokter, Aku Harus Dirawat Di Rumah Sakit. Mom And Dad Terkejut, Dan Langsung Minta Cuti Dan Segera Menuju Rumah Sakit.“Sus, Kamar Lea Maureen Zafira Dimana Ya?” Tanya Mom.“Di Kamar Nomor 413 Bu,” Balas Sang Suster.“Baiklah Sus,” Kata Mom Dan Langsung Mengajak Dad Ke Kamar Tempat Aku Dirawat.“Lea? Kamu Tidak Apa Apa?” Tanya Mom Khawatir.“Aku Nggak Apa Apa Kok Mom,” Balasku Menenangkan Mom And Dad.“Kak Shafirre, Tanya Dokter Dong, Apa Penyakitku,” Pintaku.“Baiklah Lea,” Balas Kakakku Lembut. Kakakku Yang Ini Memang Baik.Setelah Kurang Lebih 10 Menit, Kak Shafirre Kembali Ke Kamarku.“Lea, Mom, Dad, Florence, Maafkan Kakak. Kata Dokter, Lea Terkena Kanker Otak, Dan Umurnya Tak Akan Lama,” Ucap Kak Shafire Sedih. Keluargaku Semua Sangat Sedih Dan Menangis. Saat Mereka Tak Menyadari, Aku Menulis Sebuah Surat Dan Pesan. Lalu, Aku Memberikannya Ke Keluargaku. Sedetik Kemudian, Aku Sudah Tiada. Keluargaku Menangis Sejadi Jadinya, Terutama Mom. Isi Pesanku Adalah, “Mom, Dad, Kak Shafirre Dan Florence Yang Baik, Maafkan Aku Bila Aku Punya Salah, Aku Berterimakasih Pada Kalian Semua, Inilah Pesan Terakhirku. Kalau Kalian Rindu Akan Aku, Lihatlah Bintang Paling Terang Di Angkasa, Itulah Aku. Selamat Tinggal, Dan Terimakasih…” “Lea Maureen Zafira”Semuanya Terharu Bercampur Sedih. Malamnya, Mereka Semua Melihat Ke Angkasa, Dan Melihat Sebuah Bintang Paling Terang. Aku Tersenyum Pada Mereka. Merekapun Tersenyum Kepadaku...