Uhuk ....uhuk,suara batuk emak membangunkanku
Tepatnya aku yang tidak bisa tidur,perutku terasa perih keroncongan.
Badanku terasa panas dingin,kepalaku mulai berputar dan ....hoek
"Ais,...kutoleh emak sudah berdiri disampingku.
"Ah..lemas sekali badanku gemetaran,emak membawakan air hangat dari termos usang.
" Minumlah nak,...kata emak sambil mengulurkan gelas ditangannya.
" Ais ke warung ngutang beras boleh gak mak?
Emak hanya mengangguk tanda setuju.
bergegas aku ke warung uda Nasir,untuk pinjam beras dan obat buatku juga untuk batuk Emak.
Ku langkahkan kaki menuju rumah Dewi yang hanya beberapa langkah dari warung.
Aku berniat minta sedikit nasi untuk mengisi perutku.
Tok..
Tok..
Tok...
Ku ketuk pintu rumah Dewi seraya ku panggil namanya.
" Wi ..Dewi ..ini Aisyah ....
pintu terbuka dan terlihat wajah manis sahabatku ...
Ku beranikan mulutku untuk bicara...
mata ku menyusuri tiap sudut ruangan, ... .sepi.
"Wi ...punya nasi gak ...mm...minta sedikit boleh?
"Masuk, Syah ..cepat mumpung Ibu ku gak ada !
ditariknya tanganku.
" Duduklah ...sebentar ya, ...dibungkusnya sepiring nasi dan sepotong tahu goreng ,ditaruh di plastik.
" Nih ...lekas pulang,sebelum Ibu ku datang.
" Iya ...iya Wi ,makasih ya ,aku banyak hutang budi pada mu.
" Heh ...apaansi ,sergah nya .
cepetan weee...
Aku berlari,dalam hati aku berjanji sesuatu saat pasti ku balas semua kebaikanmu.
"Emak ....makan dulu ya,tadi Aisyah di beri nasi sama Dewi, sudah itu baru minum obat .
Emak menatapku sambil tersenyum ,tapi matanya berembun.
"Aisyah ...maafin emak ya neng,emak belum bisa bahagiain kamu nak.
"Emak,aisyah bahagia kog,ada emak ,dewi dan Allah
yang selalu menemani dan menjaga.
" Aisyah gak kekurangan apapun .
Ku peluk tubuh ringkih emak yang kian hari makin kurus.
didera penyakit lama yang sering kambuh.
Sejak Bapak meninggal ,kami hidup berdua.
Tinggal di gubuk reyot ditepi bantaran sungai .
Setiap kali hujan tiba rumah kami pasti selalu kebanjiran.
Tak ada yang perlu ku cemaskan ,selain keselamatan kami,sebab tak ada perabotan mewah di sana.
Selain kasur tipis dan sebuah kursi yang sudah mulai lapuk dimakan rayap.
Sehari- hari kerjaan ku menjajakan kue basah jajanan pasar buatan emak.
Sejak dua hari lalu ,batuk emak kambuh lagi dan tidak membuat kue.
Seperti nya musim penghujan segera tiba..
cuaca di Jakarta,akhir- akhir ini sedang dalam mode merajuk.
Kadang panas cetar ,kadang mendadak hujan turun di tengah terik matahari.
Gemas,...dibuatnya, ku bawa payung untuk ku ojek kan pada yang membutuhkan.
Sekilas teringat kata " Langit, ...bisakah kau turunkan hujan "?
Ahh ..aku berharap hujan turun dan aku bisa menyewakan payung untuk sekedar punya uang buat beli obat dan sedikit makanan untuk kami berdua ....
Hujan deras meluncur dari langit,seperti tercurah menjawab harapanku.
Ku tawar kan payung usang ku pada kaka ,abang ,ibu bapak yang membutuhkan.
Tapi sekian lama ku berdiri ditengah hujan,tak satupun yang mau menggunakan jasa ku .
Mungkin melihat payungku yang robek sana sini.
" Dik sini,....lambai tangan seorang kaka cantik,menyuruhku untuk mendekat.
"Kak...payung kak,.....tawar ku.
"Masuklah ,tunggu hujan agak reda baru kamu antar kaka ya.
"Ini kakak ada baju ganti lah ,kulihat kamu kedinginan nanti sakit.
"Di dalam sana ada toilet,seraya di ulurkan pakaian gamis nan cantik dan kerudung yang serasi.
"Wah ...pas ya ternyata,kamu manis sekali,
duduklah temani kakak makan ya.
"O iya nama ku Syafira ,kusambut tangan halus kak Syafira.
"Aku Aisyah kak, ..terang ku.
terimakasih kakak baik sekali.
Kak Syafira membalas dengan senyum.
🌷🌷🌷
Lahap ku makan nasi dan ayam goreng tepung yang renyah sampai kandas.
tak lupa ku sisih kan sepotong untuk emak nanti.
" Pelan - pelan Aisyah nanti kamu tersedak, ingat kak Syafira.
ku henti kan makan karena mata ku berkaca kaca.
" Loh .....kenapa kamu nangis? apa kata - kata kakak membuatmu sedih?
"Tidak kak,geleng ku ,aku teringat emak di rumah ,apa sudah makan apa belum.
tadi Aisyah pamit pergi sebentar ...
dan tidak ada apa - apa di rumah.
"Ooohh ....kalau begitu kita beli di bawa pulang buat emak mu ya...
" Jangan kak ,ini sudah lebih dari cukup ,Aisyah sisain buat emak ...kataku malu- malu.
" Kamu anak baik Aisyah ,pasti emak bangga pada mu.
Ini alamat kakak ,kalau kamu butuh apa- apa kamu dan emak boleh datang ke rumah.
di sodor kan sebuah kartu nama dan beberapa lembar seratusan .
Ku tolak halus ,karena aku belum mengantar ka Syafira.
" Ayuk lah Aisyah ,buat beli apa saja yang kamu mau
memang tak seberapa ,tapi terimalah kaka ikhlas loh.
Aku menunduk menghapus air mata yang kian menderas.
" Aku ingin beli obat buat emak kak,..sahut ku.
"Kalau gitu lekas lah beli dan segera pulang.
" Tapi kak,katanya tadi minta diantar? tanya ku.
" Kakak sudah di jemput kog,..tuh telunjuknya mengarah ke meja di seberang kami dan di angguk in oleh seorang pemuda tampan.
"Baik lah kak ,Aisyah pamit dulu ya,sekali lagi banyak - banyak terimakasih....tangkup tanganku.
Allah selalu memberkahi hidup kakak...
" Aamiin jawab kak Syafira.
"Emak ...
" Emak ...panggilku berkali sambil berlarian ke arah rumah.
Gubuk reot ku penuh dengan tetangga ..
"Ada apa ini ? Deg ...hati ku terasa sakit dan sesak .
Kulihat ada Dewi dan ibunya,Dewi terisak dan memelukku ,....sabar ya Aisyah ,ucap nya lirih.
Bu Ainun,mengelus kepala ku dan mengabarkan bahwa emak sudah tiada...
😥😭
Lutut ku terasa lemas ,tangan ku gemetaran ,obat yang ku beli dari apotik jatuh berhamburan.
aku terduduk diam ,hanya air mata yang mengalir di sela pipi ku.
" Ya Allah ...tangis ku pecah dada ku membuncah
apa arti kebahagiaan sesaat tadi?
kalau aku harus kehilangan emak untuk selamanya.
ratap ku kian pilu ....
" Emak ....jangan pergi ,aku sendiri sama siapa? rintihku.
Ku berlari menghambur dan memeluk tubuh kaku emak.
Ku tumpahkan semua kesedihanku ,.
"INNALILLAHI WAINNAILLAIHI
RAJIUUN"
Sebuah suara yang tadi bersama ku ,kutoleh dan benar itu kak Syafira..
"Sabar Aisyah ,sabar dan kuat ya...
tangis ku makin menjadi,antara ingin menyalahkan dia dan kaget kak Syafira bisa tahu rumah ku.
Mulut ku bisu....isak tangis ku masih tersisa.
"Maafkan Aisyah mak,disaat sakaratul maut,Aisyah tidak ada di sisi emak...
Pergilah dengan tenang ,semoga dilapangkan jalanmu menuju Surga NYA.
Di ampunkan semua dosa ,salah dan khilaf semasa hidup.
Setelah semua urusan selesai,di bantu pak RT dan warga ,pemakaman emak pun dilaksanakan.
"" Di gundukan tanah merah
kutaburkan wewangian bunga
kulantunkan doa - doa
tersemat namamu ...
emak tersayang
semoga damai disana
selamat jalan ,selamat berpisah
nanti kan aku di pintu surga
agar kita dapat kembali bersama
aamiin yaa Rabb ..
PS:.. ..teruntuk emak di surga.
picture hanyalah pemanis .