oksigen dan paru-paru (cerpen)
Pagi hari yg basah karena langit terus menitikkan hujannya, pagi di mana akan menjadi berkah kepada para siswa karena bisa menemukan alasan untuk tidak masuk sekolah.
Tapi pagi yg akan menjadi bencana bagi para bapak-bapak tukang cari rumput, karena tidak bisa lagi mencari rumput.
Di dalam sebuah ruang tamu di mana asap rokok beterbangan dan kopi yg perlahan mulai dingin, dua orang yg sedang bersantai memandangi hujan yg tak kunjung reda, satu remaja anak SMA kelas 1 dan satu lagi seorang mas mas yg mulai kelelahan dengan hidup.
"Anak sma gak boleh ngerokok" Kata si mas mas,
"Udah tua jangan nganggur terus, kerja!" Jawab si anak sma.
Mereka saling bertatapan sambil mengeluarkan jurus mamegyo sharingganya masing-masing, namun nampaknya si mas-mas akan kalah karena faktor U, dan matanya yg keseringan melihat vidio b*k*p membuat jurusnya melemah. 😂 (maka dari itu hentikan nonton film b*ru)
"Mas, manusia bernafas dengan apa? "Tanya si anak SMA, si mas mas menoleh dan dengan bangga berkata " Paru-paru" Menampakkan aura anak yg sudah lebih dulu lulus dan merasa pintar.
"Salah mas" Jawab si anak sma sambil tertawa, "kok bisa" Jawab si mas mas.
"Manusia itu bernafas dengan oksigen, paru-paru hanya alat, kalau gak ada oksigen matilah kita" Jawabnya merasa bangga, dengan menunjukkan wajah kecerdasan anak sma yg masih mempertahankan ke tajaman otaknya.
"Sok tahu lo, gak ada paru-paru oksigen gak akan masuk" Jawab si mas mas kesal
"Kalau gak ada oksigen paru-paru gak akan ada, adanya paru-paru sebab oksigen" Dengan muka mengejek si anak sma berkata sambil minum kopinya.
"Kalau gitu mana gue bedah paru-paru lo" Jawab si mas mas sambil menunjukkan pisau bedah operasi dan ruang operasi yg entah dari mana datangnya, si anak sma gak mau kalah dia langsung mengeluarkan andalannya "nah saya ambil oksigen mas" Sambil di temani satu bayangan hitam yg memegang sebuah senjata yg di ujungnya nampak seperti bulan sabit yg tajam.
Hujan terus berjatuhan tanpa henti hingga si mas mas berkata "iya gue inget oksigen emang penting, karena gue pernah nonton film upin ipin dimana di situ ada adegan upin ipin, lagi praktek di suruh melihara hewan, dan temen upin ipin si kampret, jarjit melihara belalang di tarok dalam toples tapi toplesnya gak di kasik lubang" Si mas mas mulai menjatuhkan air mata.
"Mas sedih karena belalangnya mati? " Tanya si anak sma keheranan!
"Nggak, gue nangis karena inget mantan" 😫😭😭😭
Di sini gue yakin bahwa hujan itu adalah
"1% AIR DAN 99% KENANGAN"
"Cup cup mas jangan nangis lagi" Si anak sma mencoba menenangkan si mas mas yg keliatan jelek sekali kalau nangis, udah kek anjing laut senyum.
Seketika mas mas itu berkata
"YG PERGI TAK KAN KEMBALI, YG DATANG JANGAN DI KHIANATI"
Dengan muka ala mas mas sok bijak yg ngeselin.
"Mas tahu gunung bromo? " Tanya si anak sma,
"kenapa? " Jawab si mas mas dengan muka yg bengkak habis nangis.
"Nggak, katanya di sana indah mas" Tanya si anak sma.
"Indah banget apalagi kalau kamu loncat ke kawahnya, bisa langsung liat surga" Jawab si mas mas dengan nada candaan,
"Kalau kawah ijen di bondowoso, yah..." Tanya nya sambil menghiraukan jawaban mas mas yg tadi.
"Di perbatasan! "
"Tapen ke utara yah"
"Tapen ke timur"
"Bukannya utara"
"Iya bapakmu ke utara"
Percakapan yg berlangsung lama dan menegangkan sudah seperti sidang paripurna antar anggota dewan,
"di gunung itu dingin karena makin tinggi gunung akan makin tipis oksigen" Ucap si mas mas dengan nada sok tahunya.
"Kamu pasti gak tahu tentang hal kecil itu"
Si mas mas Dengan sombongnya,
"Itu mah pelajaran sd, saya tahu juga. kalau pernah nonton upin ipin pasti tahu tentang itu" (Bab tentang upin ipin di atas)
Si mas mas mengernyitkan alisnya dan pergi masuk ke kamar dan tidur.