Nama ku Putri Salju usiaku saat ini 18 tahun, dan hari ini Ayah ku menikah untuk yang kedua kalinya setelah Ibu ku meninggal 2 tahun yang lalu karena penyakit yang tidak dapat di sembuhkan.
Saat berperang, Ayah ku menemukan seorang tawanan dari kerajaan musuh, lalu Ayah ku pun membawa nya pulang ke istana, siapa sangka ternyata Ayah ku jatuh cinta pada tawanan itu lalu menikahi nya, menjadikan nya ratu atas kerajaan kami.
Di malam pernikahan mereka, ratu baru itu membunuh Ayah ku, lalu langsung menguasai kerajaan kami, tidak hanya itu dia juga mengurung ku di dalam kamar ku sendiri.
Tapi tidak semudah itu mengurung ku, tidak ada yang tau bahwa aku memiliki jalan rahasia di kamar ku, yang diam2 aku buat untuk bisa berjalan-jalan pada malam hari tanpa ada yang mengetahui.
Sebelum Ibu ku meninggal dia memberikan sebuah jubah kepada ku, jubah yang bisa membuat ku menjadi tembus pandang, tapi dia mengatakan kepada ku agar tidak memberitahu kepada siapapun tentang hal ini.
Seminggu berlalu semenjak Ayah ku meninggal, aku sudah menjalankan semua rencana ku, untuk membunuh ratu yang mengkhianati Ayah ku, juga kerajaan kami.
Membeli secara diam2 beberapa apel, dan tentu saja membeli racun yang sangat mematikan, bahkan tidak ada penawar nya.
Dalam waktu 15 menit siapa pun yang meminum racun ini walaupun hanya setetes saja akan mati.
Ratu itu sangat menyukai apel semenjak dia datang ke istana ini, dengan jubah yang diberikan oleh Ibuku semua rencana ku akan terlaksana dengan mudah.
Saat hendak makan malam dengan mengenakan jubah yang diberikan Ibuku, aku sudah keluar dari kamar ku lalu pergi ke tempat para koki, aku diam2 menukar semua buah apel yang akan di berikan kepada ratu, setelah semua makanan diantarkan kepada ratu, beberapa saat kemudian para pelayan juga para pengawal panik, karena sang ratu keracunan.
Mereka memanggil dokter yang terhebat di kerajaan ini, tapi itu semua sia2 karena tidak ada penangkal untuk racun yang ku berikan.
Tidak lama kemudian sang ratu telah meninggal dunia, aku langsung dibebaskan dari kamar ku, lalu keesokan hari nya aku di nobat kan menjadi penerus tahta atas kerajaan kami.
Tidak ada yang tahu siapa dalang di balik semua kejadian yang menimpa ratu.
"Biarlah itu menjadi rahasia ku saja" Gumam ku dalam hati saat acara penobatan ku menjadi ratu berlangsung.
Tamat