Waktu itu aku kelas 1 SMA dan tentu saja awal mula sekolah baru semua orang berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan mencari kawan. Aku bertemu dengannya, tentu dia yang menyapa duluan karena aku adalah orang yang tak banyak bicara. Namun begitu aku dengan mudah memperoleh banyak teman karena banyak teman se SMPku masuk ke SMA itu. Tetapi dia benar-benar tak mengenal siapapun di SMA itu. Malah dikota itu pun Dia dan keluarganya baru saja pindah. Puput Ulfayeni namanya. Dia berkulit gelap, berambut panjang, dan senyumnya manis. Aku pun berteman dengannya. Namun teman-temanku yang dulu tak begitu menyukainya.
" Sarah!" Aku menoleh saat seseorang memanggilku. Dan kulihat Rini berlari kecil kearahku rambutnya yang dikuncir kuda bergoyang-goyang. Setelah dia berdiri disebelahku dia menyentuh bahuku, menarik napas dan bicara " Kau ini kok mau berteman dengan Puput sih... orang-orang banyak yang tak menyukainya..!" Sarah menatap wajah Rini. " Kenapa orang-orang tak menyukainya?". Tanyaku. Rini mengernyitkan dahinya. " Kenapa ya... kurang tau juga sih...". Ujar Rini polos. aku memutar bola mataku. " Kau ini... kau belum kenal dia, sok ngejudge pula..." ujarku sambil berjalan kembali. Rini mengiringi disebelah. " Iya sih... tapi sarah... aku pribadi memang kurang suka dengannya. Dia terlihat polos tapi seperti tidak tulus". Aku hanya diam. " Kau mau kemana sih?". tanya Rini. " Perpus nih...yuuk.." Aku menarik tangan Rini dan masuk ke perpus sekolah. aku berjalan sebentar di deretan rak buku dan mengambil buku besar tentang keindahan negara-negara didunia, lalu berjalan ke meja disudut ruangan. Rini ikut duduk tapi tak membawa buku apapun.
" Apa lagi?". Tanyaku geli melihat wajah cemas Rini. " Entahlah... entah kenapa aku pun ga suka sih kau berteman dengannya. bingung sih kenapa bisa ada perasaan seperti itu" Ujar Rini sambil nyengir. Kami tertawa. " Menurutku dia baik, kok". aku akhirnya memberikan pandanganku tentang Puput. " ah...terserahlah.. ga penting juga kita bahas dia mulu. Ceritakan tentang Haris". Ujar Rini sambil mengedipkan matanya. Itulah pertama kalinya aku diperingatkan oleh Rini.
Aku dan haris berasal dari SMP yang sama juga dan kami sangat dekat. Orang-orang menebak kami pacaran. Tetapi kami hanya berteman. Aku pun tak tau bagaimana perasaanku padanya. Aku senang kami sangat dekat. Tetapi rasanya memang hanya begitu saja. Soal perasaannya padaku.. Aku juga tak tau.
Perlu kalian tau bahwa sangat susah bagi Puput untuk menjadi temanku. Bukan karena aku hebat. Tapi karena teman kelompokku yang lama tidak menyukainya. Tapi entah mengapa mereka tak keberatan jika aku mengajak Puput setiap kami hangout. Didalam kelompokku yang lama berjumlah 6 orang. Putri, Tara, Lina, Lucy, Rini, dan aku. Kami sudah bersahabat sejak SMP, dan beruntungnya Kami pun masuk SMA yang sama lagi. Kini kemana-mana Kami jadi bertujuh. Yang aku heran temanku yang lain tak suka Puput tapi mereka menghargai semua hal yang kuceritakan tentangnya. Aku kagum dengan mereka. Setiap Ada tugas berjelompok dan ada orang diluar kami bertujuh mau ikut bergabung, mereka selalu meminta persetujuanku, jika aku setuju maka mereka pun begitu. Mungkin mereka menganggapku semacam ketua kelompok, entahlah.