[Cinderella menghancurkan sepatu kaca dan menyelinap ke dalam istana]
Datanglah utusan kerajaan mengirim undangan pesta dansa untuk mencari calon pendamping bagi sang pangeran. Kedua kakak tiri Cinderella bersuka cita. Mereka ingin menjadi istri dari pangeran yang nantinya akan menjadi ratu jika pangeran menjadi raja.
Kedua kakak tiri Cinderella meminta Cinderella menyiapkan pakaian mereka. Mereka juga belajar dansa dengan bantuan seorang guru.
Cinderella tertawa melihat gerakan kedua kakaknya yang sangat kaku.
Hari pesta tiba. Cinderella juga ingin ikut. Ia ingin melihat istana yang hanya bisa ia lihat dari jauh.
"Tidak boleh. Kau jaga rumah."
Cinderella menangis dalam hati. Tiba-tiba datanglah ibu peri. Ia mengeluarkan tongkatnya dan menyulap labu menjadi kereta. Tikus menjadi pengawal.
Ibu peri lalu menyulap pakaian Cinderella yang kumuh menjadi gaun pesta yang indah. Tak lupa memberi Cinderella sepatu kaca. Tapi saat melangkah sepatu kaca itu retak dan hancur.
Apa aku kegendutan?
"Jangan kuatir. Aku akan membuat sepatu yang lain untukmu." Ibu peri mengucapkan mantra. Sepatu baru pun jadi.
"Ingat! Jam 12 malam sihirnya akan hilang." Ibu peri mengantar kepergian Cinderella. Cinderella tiba di istana.
Pangeran jatuh cinta dengan Cinderella. Ia mengajak Cinderella berdansa. Pangeran dan Cinderella berdansa semalaman. Sampai akhirnya jam berbunyi.
"Teng ... Teng ... Teng ..."
Cinderella sadar. Ia harus segera meninggalkan istana. Ia pun berlari dan berlari. Tepat di dentangan yang kedua belas, Cinderella menjadi dirinya yang dulu.
Tak ada kereta kencana, tak ada pengawal, tak ada gaun indah. Semua kemewahan yang ia rasakan telah lenyap.