Hai aku sifa,aku seorang pengemar buku. buku cerita dan novel seolah dunia ku.
aku juga mendambakan seorang lelaki yang religius, humoris, lelaki yang bisa membawa ku ke arah yang lebih baik dia yang begitu menghormati dan menyayangi perempuan duh manis nya hehehe.
siang itu aku membaca buku di taman dekat dengan rumah ku.saking asik nya aku tenggelam dalam cerita buku tersebut.
aku di kejut kan dengan seseorang yang tiba-tiba menarik tangan ku, ternyata dia mantan pacar ku nama nya Viko kita sudah putus dua bulan yang lalu, dia menarik pinggang ramping ku dan melumat bibir ku.
aku berusaha meronta memukul dada nya sekuat tenaga namun nihil kekuatan ku tidak membuat nya menghentikan aksi nya.
sampai buggg... suara bogem yang mendarat di pipi Viko sehingga dia terhuyung dan jatuh ke tanah.
aku melihat dia cowok yang langsung berdiri di depan ku seolah dia menjadikan diri nya tameng untuk ku
cowok itu memakai sarung hitam dengan kaos putih polos, bulu mata yang lentik dan alis yang tebal.baru kali ini aku terpesona dengan cowok yang memakai sarung.
siapa loe? gak usah ikut campur urusan gue!.ujar Viko
aku azam, tidak seharus nya kmu berbuat seperti itu pada perempuan.tegas lelaki itu yang ku tau nama nya Azam
alah gak usah sok alim deh. tiba-tiba Viko langsung menyerang Azam dan terjadilah baku hantam
sampai Viko kembali jatuh ke tanah Dangan memar di wajah nya.
awas ya urusan kita belum selesai.ancam Viko yang langsung pergi
makasih mas sudah menolong saya.ucapku dengan menunduk malu
tidak apa mbak sebagai sesama kita harus saling tolong menolong, apalagi perbuatan tadi di tempat umum takut nya ada anak-anak yang melihat,saya juga minta maaf mbak sudah memukul pacar nya.
ujar mas Azam
ah saya yang seharus nya minta maaf mas dan dia bukan pacar saya lebih tepat nya mantan pacar sa
bahkan kami sudah tidak pernah bertukar kabar tapi ntah kenapa dia tiba-tiba datang kembali. ucapku yang tadi nya mengangkat kepala kini kembali menunduk
apa kah mbak seorang muslim? pertanyaan mas Azam membuat jantung ku berdetak lebih cepat sampai aku terdiam beberapa saat.
hem.. suara itu membuat ku tersadar dari lamunanku
eh iya mas saya seorang muslim. Jawabku yang agak gugup
Alhamdulillah kalau Mbak muslim.
alangkah baik nya mbak...
Sifa nama saya Sifa.reflek menjawab
ah ya mbak sifa, alangkah baik nya mbak Sifa berhijab menutup rambut panjang nya atau istilah lain menutup aurat, barangkali itu yang membuat kejadian tadi bisa terjadi mbak.
tutur mas Azam dengan pandangan yang menunjuk.
duh lelaki idaman ia yang bisa menjaga Pandangan nya apa lagi sama yang bukan mahram. dalam hati ku.
insyaallah mas saya akan belajar menutup aurat karena Allah dan semoga terhindar dari hal yang tidak saya ingin kan. ucapku dengan menunuk yang memang aku sudah sering kali di tegur ayah ku untuk menutup aurat tapi ntah aku masih berat rasa nya.
tapi setelah kejadian hari ini dan bertemu mas Azam aku ingin memantapkan diri untuk menutup aurat.
Alhamdulillah jika memang begitu saya pamit dulu mbak assalamualaikum warahmatullah.pamit mas Azam yang pergi setelah aku menjawab salam nya.
**
malam hari nya aku dan kakek pergi ke pengajian di pondok pesantren yang tak jauh dari rumah kakek dan kata kakek pemilik pondok nya teman mondok kakek dulu.
suara bacaan ayat Al-Qur'an yang begitu merdu membuat ku larut aku pun memandang ke atas panggung dan alangkah terkejutnya aku ternyata yang sedang membaca Al-Qur'an adalah mas azam,aku begitu menikmati nya bisa kah aku meminta nya membacakan sura Ar Rahman jerit ku dalam hati hehehe.
tapi kenapa mas azam ada di sini??
tiba-tiba seorang santri putri memanggil ku eeh kok dia tau nama ku? fikir ku.
kak Sifa Mari saya antar ke ndalem.ujar santri putri
aku yang masih bingung pun hanya mengikuti nya.
sampai di dalem aku pun faham ternyata aku di antar menemui kakek dan pak yai yaitu teman kakek.
Abah ini cucu ku nama Dewi Sifa maharani.kakek memperkenalkan aku pada Abah yai
aku pun bingung harus apa alhasil aku memperkenalkan diri
saya Sifa abah. seraya tersenyum dan menunduk.
Alhamdulillah jadi bagaimana apa kamu sudah siap sifa? seketika aku mengangkat kepalaku aku bingung dengan pertanyaan ini, aku pun menoleh pada kakek untuk mencari jawaban dan kakek pun tersenyum aku semakin tidak mengerti.
jadi begini nak Sifa Abah dan kakek mu... berencana menjodohkan kmu dengan cucuku dan besok acara ijab kabul nya. jelas Abah yai
aku benar-benar tidak mengerti jantung ku berdetak cepat bingung harus menjawab apa mau menolak tidak berani karena aku sedang berhadapan dengan kyai apa lagi besok pagi akad nikah nya seolah mau tidak mau aku harus menerima perjodohan ini.
aku pulang dengan kakek ntah aku tidak ingin bertanya apapun pada kakek, karena sudah dapat di pastikan kakek sudah menyiapkan ini semua jauh-jauh hari.
sampai di rumah kakek aku melihat mobil ayah di halaman, seperti nya ayah baru datang karena memang rumah ayah dan kakek berbeda kota.
ternyata orang tua sudah mengetahui perjodohan ini.
malam ini aku tidak bisa tidur banyak pertanyaan di pikiran ku, seperti apa calon suami ku nanti
saking sibuk nya dengan pertanyaan aku pun terlelap.
pagi hari aku duduk di depan meja rias ku.
aku memandang ke cermin wajah ku yang sedang di rias.ntah lah aku begitu pasrah.
samar-samar aku mendengar orang mengucapkan nama panjang ku di sertai nama ayah ku tak lama kemudian suara "sah" mengema di masjid pesantren.
ya kini aku telah sah menjadi istri orang yang ntah aku sendiri belum tau.
ibu menuntun ku berjalan pelan menuju imam ku,
aku masih menunduk mencium tangan suamiku seperti yang ibu arah kan.
kemudian tangan suami ku menyentuh kepala ku seraya memanjatkan doa lalu dia mencium tepat di ubun-ubun ku yang tertutup hijab dan mencium kening ku.
aku begitu ingin tau seperti apa suami ku mengingat diri nya cucu Abah yai,aku pun mengangkat kepala ku dan betapa terkejut nya aku ternyata dia...mas azam lirih ku
kini aku sudah berada di kamar suami ku yang arti nya kamar kita.
suamiku membantu membuka hijab ku dan terlihat lah rambut panjang indah Ku
perlahan suami ku membaringkan ku ke ranjang lalu bembaca kan doa tepat di samping telinga seperti berbisik.
beberapa saat aku merasa seperti ada yang nepuk pelan pipiku saat aku membuka mata ternyata ibu ku membangun aku karena sudah subuh.
duh ternyata cuma mimpi mas Azam mebuat ku galau😫