Hari ini aku berhasil menyelesaikan tulisanku, ku buat akhir cerita yang masih menggantung. kini pukul 1 malam, rasanya mataku sudah kelelahan dan ingin langsung tertidur.
baru saja aku ingin menatap layar laptop milikku, kulihat ada kalimat yang tidak aku tulis sama sekali
"sebelum aku pergi untuk selamanya.. aku ingin melihat wajahmu Tyns.. "
aku membaca berulang kali dan memeriksa dari mana kalimat itu muncul, ku usap mataku yang mengantuk dan tidak hanya itu, aku juga mencuci wajahku agar tidak mengantuk lagi.
saat kembali, ada kalimat lagi di dalam layar laptop milikku
" aku ingin bertemu kamu secara langsung Tyns.. biarkan aku bertemu dengan kamu sebentar saja "
" bagaimana bisa ? apa laptop milikku di hack ? siapa yang menulis ini ? "
"jangan-jangan... hantu ? " benakku mulai ketakutan setengah mati
" aku bukan hantu... aku Zack karakter yang kamu
ciptakan Tyns.. " katanya lagi tertulis dengan jelas, setelah itu cahaya terang keluar dari layar laptop milikku dan menerangi seisi ruangan kamarku
*******
perlahan cahaya itu memudar, aku berada di ruangan rawat rumah sakit. ruangan ini nampak tidak asing, semua yang kulihat nampak seperti ruangan yang aku deskripsi kan di dalam novel yang aku buat.
" Zack... " aku terkejut melihat Zack yang masih kritis
" kau datang ? akhirnya aku bisa bertemu denganmu langsung " katanya membuka matanya perlahan
"Zack.. bagaimana kau bisa mengenaliku ? "
" kau kan yang menciptakan kisahku ini, sebenarnya aku juga tidak tahu bagaimana kamu bisa Tiba disini, aku hanya berharap bisa bertemu denganmu dalam hati "
" tapi... bagaimana kau bisa menyadari kau adalah karakter dalam novel Zack ? "
" aku mulai menyadarinya saat aku mendengar suara tangisan setiap aku merasa sedih, aku mencari-cari dari mana suara tangisan itu. dan setelah menyadarinya ternyata aku hanya sebuah karakter dalam novel buatan kamu Tyns.."
"kau.. bisa mendengar tangisan aku ? " aku terkejut karena Zack bisa menyadari dirinya sendiri
" mungkin karena kamu menciptakan aku sebagai lelaki pintar dan peka jadi aku bisa menyadari hal ini... "
" maafkan aku Zack.. aku membuat lidahmu menjadi seperti ini.. "
"tidak.. kau tidak salah Tyns.. justru aku berterimakasih karena kamu telah membuatku menjadi lelaki paling bahagia dalam kisah ini.."
"tapi aku udah bikin akhir kisah hidup kamu sekarat seperti ini Zack "
" mungkin emang sebaiknya aku gak bersama Andita, karena sejatinya aku justru menyukaimu Tyns.. bodohnya aku mencintai pencipa karakter aku sendiri, suara tawa dan tangisan kamu yang selalu menemani aku saat dunia novel terhenti menanti episode selanjutnya "
"...." aku terdiam dan hanya mendengarkan sambil menatap Zack yang kesakitan
" Tyns... aku harap kamu bisa menemukan pria toan seperti aku " katanya masih bisa bercanda di akhir hayatnya
"kamu pasti sangat kesakitan Zack... maafkan aku.. "
"jadi gini rasanya sekarat.. tapi syukurlah.. ada kamu disini Tyns.. "
"...." aku meneteskan air mataku melihat Zack yang mulai kehabisan nafasnya
"Tyns.. aku mencintaimu... semoga kamu bisa menciptakan novel baru dan mempertemukan aku dengan Mundi cerita selanjutnya.. " katanya lalu memejamkan matanya dan pergi untuk selamanya
"Zack...Zack....zackk... " teriakku histeris tak percaya akan menyaksikan kepergiannya
********
"hiks..hiks.." aku terbangun dari mimpiku sambil menangis terisak, aku tidak menyangka bisa sesakit ini kehilangan Zack
" kalau ini mimpi.. apa aku bisa bertemu dengan dia lagi ? " benakku merasa sangat kehilangan
selesai